Banda Aceh: One Day, One City and All Aceh Culinary Experience

Selain memiliki beragam situs sejarah berusia ratusan tahun, Kota Banda Aceh layak menjadi tujuan wisata karena keanekaragaman santapan khas yang menarik untuk dicoba. Kota yang menjadi bandar persinggahan para wisatawan ini memiliki kekayaan kuliner yang mewakili hampir seluruh cita rasa hidangan tradisional Aceh yang kaya bumbu dan menantang bagi anda yang hobi makan. Tak perlu menghabiskan waktu berhari-hari menjelajah 23 Kabupaten dan kota yang ada di Aceh untuk mendapatkan pengalaman bersantap kuliner khas berselera, cukup habiskan sehari penuh di Kota Banda Aceh dan pengalaman menikmati sajian Aceh akan menjadi milik anda.

1. Mari memulai petualangan cita rasa di bumi para Sultan dengan menikmati menu sarapan favorit dari wilayah tenggara Aceh, Lontong Mie khas Kuta Cane. Perpaduan lontong dan mie lidi disirami kuah nangka nan gurih menjadi daya tarik utama dari sajian ini. Sensasi pedas tauco melengkapi kenikmatan sarapan seharga delapan ribu rupiah dan bisa anda nikmati di warung di samping Rumah Sakit Fakinah Keutapang yang buka hingga jam sepuluh pagi. Jika mie terdengar terlalu ekstrem untuk menu sarapan pagi, sempatkan diri anda untuk berburu nasi gurih cukup populer di Kota Banda Aceh, Nasi Gurih Mutiara. Yang berbeda dari nasi gurih ini adalah bahwa anda akan kangen mencicipinya lagi. Gurihnya nasi, taburan serundeng dan pilihan lauk yang beraneka dalam satu porsi yang pas dibandrol dengan harga sekitar dua belas ribu rupiah per-porsi. Pilihan saya menyantapnya dengan lauk paru goreng, sensasi renyah paru membuat sarapan menjadi ritual seru. Meskipun outletnya tersebar di beberapa warung kopi, jangan kaget jika anda kehabisan nasi gurih khas ini di pagi hari, maklum saja, sajian favorit setempat.

2. Bila ada tempat yang wajib anda kunjungi pagi hari ketika berada di Banda Aceh, maka itu adalah warkop (warung kopi). Secara umum orang Aceh senang mengawali harinya dengan ritual ngopi, hampir seribuan warkop tersebar di Kota Banda Aceh dan rata-rata selalu ramai di pagi hari.

Anda penggemar kopi Gayo? Tak perlu jauh-jauh ke Gayo dan merogoh kocek terlalu dalam untuk dapat menikmati secangkir kopi arabika yang sedap. Berkunjunglah ke Rumoh Aceh. Dengan sebelas ribu rupiah, espresso setara kualitas coffee shop terrnama dunia sudah bisa anda nikmati. Pengalaman menyeruput kopi di Rumoh Aceh terasa berbeda, karena anda dapat melakukannya sambil menikmati suasana rumah tradisional Aceh serta sepiring kue khas, Timphan Asoe Kaya, kue basah dengan isian srikaya home made yang legit. Sebagai coffee shop favorit wisatawan, Rumoh Aceh juga menyuguhkan buku bacaan Potret Sejarah Banda Aceh yang bisa menambah wawasan anda. Mampirlah ke warkop tradisional untuk menikmati kopi tubruk sambil menonton aksi saring kopi unik yang hanya ada di Aceh. Para tukang wing kupi (peracik kopi) di warkop tradisional sangat cekatan meracik kopi dengan saringan khusus yang mirip kaos kaki. Tapi jangan salah, metode saring kopi yang unik ini membuat rasa kopi tubruk terasa luar biasa. Satu lagi menu andalan warkop tradisional di Banda Aceh adalah Sanger, kopi susu yang cita rasanya dihasilkan lewat metode penyaringan khusus. Datanglah ke Warkop Solong Ulee Kareng, Sanger di sana terkenal dengan rasa manis susu khas bercampur kopi yang akan membuat anda ketagihan sambil menikmati Asoe Kaya dan Timphan Balheun yang nikmat.

3. Puas dengan makanan manis, waktunya melahap makan siang yang kaya akan rasa dan penyajian yang mengundang rasa penasaran. Lupakan untuk menghabiskan waktu delapan jam ke Kota Langsa hanya untuk menikmati sup sumsum khas kota tersebut, anda cukup menumpangi becak (alat transportasi umum roda tiga di Banda Aceh) yang akan membawa anda ke Lueng Bata untuk menikmati sup sumsum Kutaraja. Anda akan terkejut dengan besarnya tulang sapi yang terhidang di hadapan anda lengkap dengan sedotan di atasnya. Jangan bingung menyantapnya, santaplah cincangan daging di dalam sup dengan nasi putih hangat serta tuangkan kuahnya kedalam rongga tulang kaki sapi berisi sumsum lalu sedot perlahan, rasakan sumsum tulang sapi yang masih segar dan gurih.

Dari Kota Langsa, mari menuju Kabupaten yang berbatasan langsung dengan Kota Banda Aceh, Aceh Besar. Daerah ini sangat terkenal dengan hidangan jamuannya. Mungkin anda sudah sering mendengar Ayam Tangkap dan Kuah Beulangeng, itulah beberapa hidangan khas Aceh Besar diantara lainnya yang cukup populer. Bila menyantap Ayam Tangkap rasanya tak cukup hanya sepiring, satu porsi Ayam Tangkap disajikan penuh dengan daun salam roja dan pandan yang digoreng menambah wanginya aroma hingga taburan bawang goreng bisa membuat anda menelan ludah seketika. Nikmatilah Ayam Tangkap dengan Kuah Beulangeng, kuah yang sering hadir di acara-acara besar di Banda Aceh ini biasanya berisi daging sapi ataupun kambing. Kuah Beulangeng paling nikmat disantap dengan nasi panas. jadi yang perlu anda lakukan adalah kunjungi rumah makan khas Aceh Besar yang banyak bertebaran di penjuru Kota Banda Aceh, pesan sepiring nasi, sepiring Ayam Tangkap dan sepiring Kuah Beulangeng maka anda sudah merasakan lezatnya makanan khas Aceh Besar di Banda Aceh!

4. Kenyang menyantap menu makan siang, pastikan anda menyisakan sedikit ruang di perut demi membiarkan lidah anda terus berpetualang dengan pesona kuliner Banda Aceh. Jajanan sore di kota ini pun cukup menggoda iman. Martabak telur khas Aceh dan Mie Aceh adalah yang paling terkenal, tapi bukan cuma Mie Aceh saja yang bisa anda santap selama perjalanan anda mengelilingi Banda Aceh, menu Mie Caluk khas Pidie yang terdapat di Jalan. P. Nyak Makam dan Mie Kocok Sabena khas Aceh Barat Daya dapat menjadi pilihan anda.

5. Anda tentu ingin berbagi petualangan selama berburu jajanan di Banda Aceh dengan keluarga atau pun teman anda. Banda Aceh menawarkan banyak pilihan oleh-oleh dari segala penjuru Aceh, mari saya ajak anda berjalan-jalan ke Pasar Atjeh. Dalam suasana adem dan nyaman, anda bebas memilih oleh-oleh mulai dari kue kering Keukarah yang terkenal di Aceh Barat hingga Manisan Pala yang menjadi jajanan khas Aceh Selatan. Harganya pun beragam dari lima hingga lima belas ribu rupiah sesuai dengan ukurannya. Bila anda tak sempat ke Pasar Atjeh, anda dapat menghabiskan uang jajan anda di supermarket terdekat seperti Sinbun Sibreh ataupun Ramai untuk membeli makanan khas Sabang, Bakpia Sabang.

6. Oleh-oleh sudah terbeli, malam mulai larut, jika perut anda kembali lapar, menikmati olahan seafood sebagai makan malam terdengar menggiurkan. Tak perlu khawatir dengan harga selangit, Kota Banda Aceh yang dikelilingi lautan terkenal dengan hidangan laut yang nikmat dengan harga terjangkau. Ikan bakar, udang, kepiting hingga lobster, semua tersaji dengan istimewa di area jajanan ikan bakar di Lamnyong atau pun Banda Seafood, restauran seafood dengan pemandangan laut yang romantis.

Anda penyenang olahan bebek? Nasi dengan gulai bebek khas Bireun sebaiknya anda tambahkan dalam daftar anda sekarang. Bu Sie Itek Bireuen, begitu makanan khas ini diberi nama. Kaya rasa, kuat di aroma dan tampilan yang mencuri perhatian, membuat warung Bu Sie Itek Bireuen di Jalan Setui ini selalu ramai. Santap Bu Sie Itiek lengkap dengan Belacan, sambal khas terbuat dari kelapa dan ragam rempah. Ada yang unik dari warung ini, saat maghrib semua pegawai akan meninggalkan warung untuk melaksanakan shalat maghrib di mesjid terdekat namun anda masih tetap bisa melanjutkan makan anda, hanya saja untuk menambah pesanan anda harus menunggu sampai waktu shalat maghrib selesai. Mencerminkan suasana kota Banda Aceh yang madani.

Ingin menghabiskan waktu bersama teman hingga larut malam? Mampirlah ke alun-alun Simpang Surabaya yang buka hingga subuh. Banyak pilihan makanan yang tersedia di sana, namun sate khas Aceh adalah pilihan yang paling tepat. Di mana lagi anda bisa menikmati sate yang dimakan dengan nasi, bumbu kacang dan kuah yang gurih, tentunya hanya di Aceh. Sate khas daerah Matang ini memang dinamai Sate Matang, selera anda pasti langsung tergugah begitu mencium aroma ketika sate dibakar.

Banda Aceh memang surga makanan enak, tidak hanya dari kota-kota di Aceh, tapi juga nusantara bahkan dunia. Mulai dari Canai Kuala Lumpur, La Piazza Italia, Country Steak yang khas Amerika hingga Kebab Turki ada di Banda Aceh. Tunggu apalagi? anda wajib memasukkan Kota Banda Aceh sebagai tujuan wisata kuliner anda berikutnya. [Zahrul Fuadi]

* Tulisan ini memenangkan juara ketiga lomba Banda Aceh Blog Competition 2014. Tulisan dimuat kembali sesuai sumbernya: http://jajandimana.wordpress.com/