Wali Kota Promosikan Banda Aceh di Kota Solo

“Datanglah ke Banda Aceh, nikmati suasana kota kami dan hal-hal menarik lainnya. Kami sangat terbuka bagi siapa pun. Kota kami sangat aman dan nyaman,” ajak Aminullah.

Kota Banda Aceh merupakan salah satu kota di Indonesia yang tergabung dalam Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI). Jaringan ini dibentuk dengan tujuan menjaga kelestarian benda cagar budaya (BCB) peninggalan sejarah di Indonesia. Jaringan ini dideklarasikan pada 25 Oktober 2008.

Tahun ini, kongres JKPI IV diadakan di Kota Solo, Jawa Tengah yang berlangsung dari tanggal 24-26 Oktober 2018. Kota Banda Aceh memastikan diri ikut dalam kegiatan ini. Wali Kota Aminullah Usman langsung memimpin rombongan dari Kota Banda Aceh.

Dalam kegiatan ini, Aminullah mempromosikan kota yang dipimpinnya. Ia mengajak warga Solo dan peserta Kongres JKPI untuk berkunjung ke Banda Aceh.

Di panggung utama pameran budaya dan ekonomi kreatif JKPI Solo, Kamis malam (25/10/2018), Aminullah mengatakan bila kuliner Banda Aceh memiliki cita rasa tinggi. Aceh yang kaya akan rempah-rempah memiliki kuliner yang kelezatannya diakui dunia sehingga makanan di Banda Aceh terkenal dengan 3E. Enak, Enak sekali dan Enaaaaaakkk Sekali.

“Kami juga memiliki kopi terbaik di dunia. Banda Aceh juga diberi julukan kota dengan 1001 warung kopi, jika ingin menikmatinya, datanglah ke Banda Aceh. Akan ada secangkir kopi dengan sejuta cerita,” ujar Aminullah.

Ia mengatakan tari saman, seudati, dan rapa-i geleng merupakan tarian yang sangat terkenal yang sudah mendunia. Tarian tersebut kerap ditampilkan di event-event internasional.

“Datanglah ke Banda Aceh, nikmati suasana kota kami dan hal-hal menarik lainnya. Kami sangat terbuka bagi siapa pun. Kota kami sangat aman dan nyaman,” ajak Aminullah.

Stan Banda Aceh Disesaki Warga

Stan milik Kota Banda Aceh di ajang Pameran Budaya dan Ekonomi Kreatif JKPI Solo menarik perhatian pengunjung. Warga Solo dan sekitarnya menyesaki stan yang memamerkan produk lokal karya pengrajin Banda Aceh binaan Dekranasda Kota.

Usai kegiatan welcome dinner di Gede Balai Kota Solo, Rabu (24/10/2018) para Wali Kota dan Bupati anggota JKPI berjalan menuju lokasi pameran di halaman Benteng Vansterburg.

Saat tiba di lokasi pameran, Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo mengunjungi stan Kota Banda Aceh.

Wali Kota Banda Aceh, H Aminullah Usman bersama istri, H Nurmiaty AR lantas mengenalkan sejumlah produk unggulan Banda Aceh kepada Wali Kota Solo, para Wali Kota dan Bupati anggota JKPI.

Rudi Hadyatmo bahkan berkesempatan mengenakan kupiah meukutop dan memakai rencong.

Aminullah dan istri juga menyajikan kopi Aceh untuk dicicipi Wali Kota Solo dan para pengunjung lainnya.

“Enak kopinya Pak Wali,” komentar Rudi Hadyatmo usai menyeruput kopi Aceh.

Stan Banda Aceh memang menjadi favorit yang dikunjungi banyak pengunjung di event ini. Warga Solo dan sekitarnya rela berdesak-desakan antre di stan ini. Mayoritas dari mereka ingin menikmati kopi Aceh.

“Boleh minta kopinya, Pak? Saya ingin mencoba kopi Aceh. Selama ini Saya hanya mendengar cerita dari teman-teman. Katanya kopi Aceh enak,” ujar salah-satu pengunjung dari Kutai, Kalimantan Timur.

Bukan hanya kopi, produk-produk unggulan lainnya juga laris manis di stan Banda Aceh. Banyak pengunjung yang membelanjakan uangnya membeli tas khas Aceh, kain motif pucok reubong, parfum produk lokal Aceh (Bidjeh) dan pernak-pernik khas Aceh lainnya.

Ketua Dekranasda Kota Banda Aceh, H Nurmiaty AR mengatakan, pihaknya tidak bosan-bosan memanfaatkan setiap event untuk mengenalkan produk lokal karya pengrajin Banda Aceh.

Event seperti ini selalu kita manfaatkan untuk memperkenalkan produk-produk unggulan kita. Harapannya dengan semakin dikenalnya produk kita, para perajin Banda Aceh akan semakin meningkat kesejahteraannya,” kata Nurmiaty.

Aminullah Ajari Siswa Solo Berbahasa Aceh

Kongres JKPI ke IV di Solo memiliki program-program yang menarik. Para Wali Kota dan Bupati anggota JKPI-pun memiliki banyak kesempatan memperkenalkan kebudayaan dan kesenian daerahnya masing-masing di Solo melalui program Masterclass.

Pada kesempatan ini, Aminullah menyambangi SMP 26 Kelurahan Kepatihan Kulon, Kecamatan Jebres, Surakarta.

Di sekolah ini, dengan didampingi beberapa pejabat Pemko Banda Aceh, Aminullah mengenalkan Aceh dan Banda Aceh khususnya kepada para siswa dan dewan guru di sekolah tersebut.

Ia menyampaikan bahwa Banda Aceh memiliki berbagai keunikan, mulai dari kebudayaan, kesenian, kuliner, hingga destinasi wisata.

Dalam kesempatan ini, Wali Kota ikut memboyong para penari dan menampilkan atraksi rapai geleng. Penampilan para penari ini mengundang decak kagum seluruh siswa dan dewan guru sekolah tersebut.

“Tari rapai geleng ini merupakan warisan budaya yang kami miliki. Tarian ini sudah mendunia karena para penari ini sudah tampil di berbagai negara di dunia, terakhir mereka baru saja tampil di Singapura. Mereka mulai belajar rapai geleng ini sejak usia 10 tahun,” ujar Aminullah.

Setelah sesi perkenalan kebudayaan, Wali Kota melanjutkan dengan mengelilingi sekolah, dan memasuki beberapa kelas serta mengenalkan Banda Aceh kepada para  siswa. Wali Kota juga mengajarkan bahasa Aceh kepada mereka.

“Bahasa Aceh mudah sekali, ini saya ajarkan beberapa kata dulu. Kalau apa kabar’dalam bahasa Aceh peu haba, kayu’disebut kayee, baju bahasa Acehnya bajee dan batu adalah batee,” ujar Aminullah yang diikuti seluruh siswa.

Usai mengunjungi SMP 26, Wali Kota menyampaikan apresiasinya kepada panitia yang telah berinisiatif mengadakan program Masterclass dalam ajang JKPI ini.

“Kita sangat mengapresiasi adanya program masterclass. Ini menjadi sarana bagi kita seluruh anggota JKPI mengenalkan kebudayaan daerah kita masing-masing hingga bisa dikenal di seluruh nusantara,” kata Aminullah.[]

 

Laporan : Munawar Hafizhi

Fotografer : Mustawazir