Selagi Sail Sabang, Sempatkan Kunjungi 5 Spot ini di Banda Aceh

City tour di Banda Aceh bisa jadi alternatif tepat jika Anda tak sempat mengikuti penuh acara Sail Sabang.

By Makmur

Sail Indonesia ke-9 segera berlangsung di Pulau Weh, Aceh. Pulau di sebelah utara Kota Banda Aceh ini bakal didatangi ribuan pelancong lokal maupun internasional. Setidaknya 30-an kegiatan memeriahkan event bertajuk Sail Sabang itu, pada 28 November – 5 Desember 2017.

Wisatawan ke Sabang biasanya akan menyeberang dari Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh. Alternatif lain, ada penerbangan langsung dari Jakarta – Medan – Sabang setiap Jumat dan Minggu.

Namun diperkirakan, turis cenderung memilih menyeberang dari Banda Aceh menggunakan kapal ferry cepat yang hanya 45 menit waktu tempuh atau 2 jam dengan ferry lambat. Nah, jika sudah mengagendakan liburan saat Sail Sabang, Anda punya peluang untuk menikmati wisata Kota Banda Aceh sekaligus.

Analisis bandaacehtourism.com, puncak keramaian akan jatuh pada 1 – 3 Desember. Itu long weekend, Jumat hari libur nasional. Selan itu, Presiden Jokowi direncanakan membuka Sail Sabang secara resmi pada Sabtu, 2 Desember.

Sebagai alternatif, jika Anda tidak ingin berlama-lama dalam hiruk-pikuk Sail Sabang, sisihkan setidaknya satu hari saja untuk city tour di Banda Aceh. Berikut kami rekomendasikan 5 destinasi di Banda Aceh yang bisa Anda kunjungi bahkan aman walaupun di musim hujan.

Museum Tsunami

Sebuah destinasi dark tourism dengan desain bangunan berlantai empat yang futuristik. Museum Tsunami didirikan untuk mengenang peristiwa tsunami 2004. Dokumentasi foto dan audio visual tentang dampak peristiwa dahsyat itu dapat dilihat di museum berbentuk rumah panggung khas Aceh ini. Tur audio visual salah satu hal wajib dinikmati jika mengunjungi Museum Tsunami. Pengunjung akan melewati beberapa ruang yang merefleksikan pengalaman korban tsunami. Selengkapnya dapat dibaca di sini.

Kapal PLTD Apung

Kapal PLTD Apung

Suasana dalam Kapal PLTD Apung. Photo by Mustawazir

Salah satu bukti keajaiban tsunami 2004 yang wajib dikunjungi jika ke Banda Aceh. Kapal generator listrik milik PLN ini sedang berada di perairan Ulee Lheue ketika gelombang tsunami mulai menerjang pesisir Banda Aceh. Kapal seberat 2.600 ton ini pun terhempas sejauh 5 km hingga teronggok di tengah perkampungan Gampong Punge Blang Cut. Kini di Kapal PLTD Apung, pengunjung bisa merasakan dahsyatnya dampak peristiwa gempa dan tsunami, dengan mengunjungi museum kecil dan sejumlah objek menarik lain di dalam kompleksnya. Selengkapnya dapat dibaca di sini.

Masjid Raya Baiturrahman

Inilah ikon utama pariwisata Aceh. Terletak di jatung Kota Banda Aceh, membuatnya selalu menyita perhatian wisatawan. Apalagi Masjid Raya Baiturrahman saat ini yang tampil dengan wajah baru. Payung elektrik yang teduh di sian hari dan menyala indah di malam hari. Namun, mempelajari sejarah masjid ini mungkin membuat Anda lebih bergairah. Masjid Raya Baiturrahman pertama kali dibangun oleh Sultan Iskandar Muda pada 1512 Masehi dengan konstruksi kayu. Kemudian mengalami beberapa perubahan dalam fase berbeda, termasuk dibakar oleh kolonial Belanda. Di masjid ini pula Jenderal Kohler tewas. Selengkapnya dapat dibaca di sini.

Museum Aceh

Museum Aceh

Rumoh Aceh di Komplek Museum Aceh. Photo by Mustawazir.

Museum ini menawarkan dokumentasi dan informasi tentang keunikan dan kehebatan Aceh. Temui koleksi-koleksi Aceh tempo dulu seperti numismatika dan heraldika, yaitu mata uang dan alat tukar yang sah serta tanda jasa seperti cap kerajaan dan lambang-lambang. Ada juga koleksi naskah kuno yang ditulis tangan, alat pecah-belah terbuat dari keramik, alat-alat perang tempo dulu seperti rencong dan meriam, peralatan rumah tangga khas, dan arsip budaya. Tidak hanya itu, di Museum Aceh, Anda bisa mengabadikan foto berlatar belakang Rumoh Aceh (rumah tradisional Aceh) dan Lonceng Cakra Donya yang merupakan replika hadiah dari Laksamana Chengho. Selengkapnya dapat dibaca di sini.

Ulee Lheue

Menuju utara kota, Anda akan menemukan taman di kanan jalan serta panorama bukit dan laut di sebelah kirinya. Bila sore, bertebaran lapak-lapak dagang: kuliner lokal, suvenir, baju, hingga food truk. Tungguilah matahari terbenam di sisi barat dari Pantai Ulee Lheue. Temui pula jejak-jejak tsunami di kawasan Ulee Lheue, seperti kuburan massal. Jangan lupa, kunjungi Masjid Baiturrahim. Ia tak hanya sebagai destinasi wisata religi, tapi juga menjadi tujuan untuk mengenal sejah perang Aceh dan tsunami 2004. Masjid Baiturrahim termasuk salah satu masjid peninggalan Kesultanan Aceh. Sementara dokumentasi tsunami dapat Anda lihat di sebuah galeri yang dibangun di komplek masjid. Selengkapnya mengenai masjid ini dapat dibaca di sini.

Photo Cover by Mustawazir