Muda-mudi Banda Aceh Dibekali Teknik Promosi Wisata Kota

Hingga periode Juni 2018, jumlah wisatawan ke Banda Aceh sudah lebih dari 250 ribu orang

PULUHAN muda-mudi Banda Aceh mengikuti workshop Promosi Wisata Kota yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh di Hotel Grang Permata Hati, Jumat-Sabtu, 21-22 September 2018. Acara ini dibuka oleh Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman.

Kepala Dinas Pariwisata Banda Aceh, Rizha Idris, menjelaskan workshop ini digelar untuk meningkatkan kualitas promosi wisata di Banda Aceh. Dalam kesempatan itu ia memaparkan pergerakan wisatawan setiap tahunnya yang mencapai 1,2 miliar orang.

“Ini merupakan peluang dan salah satu cara bagaimana kita harus mampu mengemas promosi dengan baik dan semenarik mungkin,” ujar Rizha.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, meminta Dinas Pariwisata menggenjot kunjungan wisatawan ke Banda Aceh hingga mencapai satu juta orang pada 2019. Permintaan ini mengacu pada kenyataan adanya peningkatan kunjungan wisatawan ke Banda Aceh selama beberapa tahun terakhir.

“Ini menunjukkan Banda Aceh semakin menarik minat wisatawan. jika mampu dimanfaatkan potensi yang ada, maka jumlah kunjungan akan semakin meningkat ke depan. Bukan tidak mungkin tahun 2019 mencapai satu juta orang,” ujar Aminullah.

Ia menguraikan, hingga periode Juni 2018, jumlah wisatawan ke Banda Aceh sudah lebih dari 250 ribu orang. Aminullah yakin hingga Desember 2018 ini akan menyentuh angka 500 ribu.

Ia juga mengapresiasi workshop tersebut dan dinilai penting dalam mendorong warga kota terutama generasi muda untuk menjadi agent of tourisme Banda Aceh.

“Potensi kita banyak, mulai dari destinasi wisata religi yang kental dengan sejarah Islam, wisata tsunami, cagar budaya, hingga kuliner yang terkenal dengan 3 E. Kemas sebaik mungkin lewat tulisan, karya foto maupun karya video, lalu sampaikan ke dunia luar, seperti lewat sosmed,” harapnya.

Sebagai kota jasa kata Aminullah, salah satu potensi besar yang bisa disasar adalah sektor wisata. Sebab Banda Aceh tidak memiliki cadangan sumber daya alam seperti minyak dan gas seperti di daerah lain. Karena itu ia mengajak seluruh elemen agar memaksimalkan potensi jasa di bidang pariwisata ini.

“Saat pariwisata kita maju, maka akan menyerap jumlah tenaga kerja dalam jumlah besar dan sekaligus mampu mengurangi pengangguran dan kemiskinan. Inilah cita cita saya,” ungkapnya.

Wali kota mengajak Kepala Dispar dan jajarannya serta masyarakat saling menunjang untuk kemajuan wisata dan memberikan pelayanan yang baik kepada wisatawan, sehingga mereka memiliki kesan yang indah sehingga mereka akan menceritakan kelebihan Banda Aceh di daerah dan negaranya. []

Laporan Munawar Hafizhi

 

 
pelatihan wisata