Mau Live Art Show? Kunjungi Piasan Seni

Anak-anak muda Banda Aceh itu kreatif. Buktinya ada di Piasan Seni, yang digelar setiap tahun. Pertunjukannya live and free!

by Rahmat Aulia

Piasan Seni kembali menghibur warga kota. Di Taman Bustanussalatin (Taman Sari), setidaknya empat puluhan komunitas seni dari Kota Banda Aceh memamarkan hasil kreativitas mereka. Penunjung pun disuguhi atraksi seni oleh para seniman yang mengisi stan-stan. Live and free!

Saya pun tidak tinggal diam untuk bisa menyaksikan Piasan Seni yang berlangsung 19 – 21 Mei 2017 itu. Apalagi Banda Aceh yang “haus” hiburan, pagelaran semacam Piasan Seni seakan-akan menjadi kewajiban untuk menyaksikannya, jika tidak ingin ketinggalan kesempatan menikmati hiburan gratis.

Piasan Seni 2017 digelar bertepatan dengan momen merayakan HUT Kota Banda Aceh ke-812, yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

Tidak seperti tahun sebelumnya, Piasan seni kali ini hanya berlangsung selama 3 hari. Namun sudah cukup untuk membuat Walikota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal merasa bangga.

Piasan Seni 2017

Suasana Piasan Seni 2017. Foto: Mustawazir/bandaacehtourism.com

Illiza berharap, perhelatan seni yang sudah berlangsung ke-6 kalinya ini dapat diteruskan oleh Aminullah Usman, selaku walikota terpilih untuk periode 2017 – 2021 yang sebentar lagi akan segera menggantikan dirinya.

Piasan Seni sejatinya bukanlah acara rutinitas tahunan untuk menghabiskan anggaran. Lebih dari itu, Piasan Seni telah menjadi wadah terbaik untuk mempertemukan insan seni warga Banda Aceh dalam satu tempat dan acara yang sama. Sehingga keakraban sesama pegiat seni akan terasa lebih erat.

Selama berlangsung Piasan Seni, pengunjung bisa menyerap sebanyak-banyaknya pengetahuan tentang seni. Caranya, bertanyalah pada petugas penjaga stan. Misalnya ketika saya mengunjungi stan seni dabus, petugas akan dengan senang hati menjelaskan kepada saya bagaimana pegiat seni ekstrim yang satu ini menyayat tubuh dengan benda tajam tanpa terluka. Awas, jangan ditiru!

Di hari biasa, pegiat seni hanya bermarkas di sekretariat masing-masing. Selama Piasan Seni, mereka akan unjuk gigi. Menampilkan berbagai macam hasil kreatifitas selama ini.

Piasan Seni 2017

Stan-stan komunitas di Piasan Seni 2017. Foto: Mustawazir/bandaacehtourism.com

Seperti saya lihat di stan Forum Lingkar Pena (FLP) Aceh yang menampilkan berbagai macam buku karangan anggotanya. Adli, salah satu anggota FLP Aceh yang baru pertama kali terlibat sebagai peserta, merasa sangat senang bisa terlibat dalam Piasan Seni.

“Sebelum dimulai Piasan Seni, kami sudah sibuk sana-sini mempersiapkan berbagai bahan yang akan ditampilkan di stan nanti. Semua pengurus kumpul hingga larut malam untuk mempersiapkan dekorasi stan. Ada yang buat photo booth, gantungan bentuk burung dari kertas, hingga memilah buku mana yang akan kita bawa.

Perjuangan mereka semua terbayar lunas ketika ada pengunjung yang mampir ke stan dan memuji hasil kreatifitas mereka,” ungkap Adli.

Selain diramaikan oleh berbagai komunitas seni, pantia juga mengundang artis lokal seperti Seuramo Reggae, Geunta Nanggroe, dan Jamal Taloe untuk menghibur pengunjung. Setiap malam akan ada berbagai penampilan dari artis yang berbeda-beda.

Jika malam hari ada performance di panggung utama, maka siang hingga sore hari pengunjung bisa melihat penampilan di panggung kedua. Panggung yang disiapkan khusus untuk peserta dari 40 komunitas yang diundang ini akan menampilkan berbagai penampilan yang tidak kalah kerennya.

Sambilan jalan menikmati karya yang disuguhkan dalam deretan stan ukuran 3×4 meter, para pengunjung juga bisa sesekali melihat penampilan pada panggung kedua.

Piasan Seni 2017

Lampu teplok antik dipajang di Piasan Seni 2017. Foto: Mustawazir/bandaacehtourism.com

Jika beruntung, kita bisa menyaksikan pembacaan puisi yang menggugah hati hingga atraksi sulap dari teman-teman komunitas.

Beberapa stan bahkan menggelar perlombaan untuk menjaring pengunjung ke stan mereka. Ada berbagai macam perlombaan on the spot yang diadakan, misalnya lomba foto terkreatif untuk nantinya diupload ke media sosial dan dipilih beberapa pemenang. Ada juga lomba baca puisi yang langsung diberikan hadiah kepada pembaca yang bisa menggugah penyelenggara lomba.

Namun sayangnya, jadwal Piasan Seni setiap tahunnya tidaklah menentu. Pada 2016, Piasan Seni berlangsung pada penghujung September dan berakhir awal Oktober. Berbeda halnya dengan tahun ini yang diadakan pada pertengahan tahun. Tahun depan? Kita tunggu saja updatenya.[]