Fakta 2: Iklim dan Cuaca Banda Aceh

Jangan biarkan rencana perjalanan Anda ke Banda Aceh kacau hanya gara-gara tidak memperhatikan kondisi cuaca dan iklim ini.

By Rahmat Aulia

Indonesia berada pada posisi strategis. Terletak di daerah tropis, di antara Benua Asia dan Australia, di antara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia, serta dilalui garis khatulistiwa.

Negara ini juga terdiri dari pulau dan kepulauan yang membujur dari barat ke timur. Memiliki banyak selat dan teluk. Kondisi ini menyebabkan wilayah Indonesia rentan terhadap perubahan iklim/cuaca. Pun dengan Banda Aceh, sebagai ibu kota Provinsi Aceh.

Aceh beriklim tropis. Hanya ada dua musim setiap tahunnya. Musim kering (Maret-Agustus) dan musim hujan (September – Februari).

Kelembaban udara di Aceh mencapai 79%, dengan rata rata curah hujan adalah 131,4 mm. Di daerah pesisir, curah hujan berkisar antara 1.000 – 2.000 mm dan di dataran tinggi dan pantai barat selatan antara 1.500 – 2.500 mm. Penyebaran hujan ke semua daerah tak sama. Curah hujan di daerah dataran tinggi dan pantai barat selatan relatif lebih tinggi.

Rata-rata suhu udara mencapai 26,9°C. Suhu udara maksimum 32,5° C dan minimumnya 22,9°C, dan tekanan udara mencapai 1.008,8 atm.

Sinar Matahari

Tata ruang wilayah Banda Aceh yang terbuka, keseluruhan wilayahnya diterpa sinar matahari. Gedung pencakar langit sangat sedikit. Mulai pukul 07.00 pagi, sinar mentari mulai menyinari kota hingga perlahan tenggelam dengan indah sejak pukul 18.30 sore. Untungnya ada beberapa ruang terbuka hijau untuk menghambat pemanasan.

Banda Aceh tak memiliki banyak pabrik industri. Kendaraan tidak sebanyak di kota-kota besar lainnya di Indonesia. Sehingga polusi udara di kota paling ujung barat Pulau Sumatera ini relatif rendah. Akibanya sinar UV yang dipancarkan cahaya matahari cukup kuat.

Sinar matahari cepat membuat kulit terbakar. Khusus di musim kering, Maret – Agustus, mulai pukul 10.00 hingga 16.00, siap-siaplah memberikan perlindungan ekstra. Akali dengan langkah-langkah sederhana ini saat Anda pergi ke alam terbuka:

  1. Sedapat mungkin tetap berada di tempat terlindung.
  2. Kenakaan pakaian pelindung seperti kemeja lengan panjang, topi, kacamata suryaa, dan jaket.
  3. Sebaiknya bawalah air mineral setiap bepergian untuk menghindari dehidrasi
  4. Gunakan tabir surya (sun block/hand & body lotion) SPF 30+ jika bepergian ke objek wisata bahari. Pakai kembali setiap dua jam.

Terkadang pada musim kering, hawa dingin cukup terasa mulai pukul 00.00 dini hari – 05.00 subuh.

Di musim hujan, sebaiknya sediakan baju hujan dan pilihlah destinasi wisata indoor.

Untuk prakiraan cuaca, Anda bisa cek di www.bmkg.go.id atau di akun Twitter @infoBMKG []

Foto Cover by Mustawazir