Kunjungi Pameran Produk UMKM di Pasar Aceh

Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal (kanan) bersama Menteri Koperasi dan UKM, AAGN Puspayoga dan Ketua Jamkrindo Diding S Anwar mengunjungi stand pameran UMKM di Pasar Aceh |  Foto: Salman

Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal (kanan) bersama Menteri Koperasi dan UKM, AAGN Puspayoga dan Ketua Jamkrindo Diding S Anwar mengunjungi stand pameran UMKM di Pasar Aceh | Foto: Salman


Banda Aceh – Berbagai produk dan kerajinan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dipamerkan di Lantai II Pasar Aceh, Kota Banda, mulai hari ini. Pameran dalam rangka memeriahkan HUT 70 Republik Indonesia ini akan berlangsung hingga 17 Agustus 2015.

Expo ini menghadirkan 70 stand UMKM yang memamerkan produk seperti kuliner, kerjaninan tangan, pakaian, dan lainnya. Pameran dibuka langsung Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Senin, 10 Agustus 2015.

Ikut hadir Asisten III Setda Aceh, Azhari Hasan, Deputi Kemenkop dan UKM Braman Setyo, Dirut Jamkrindo Diding S Anwar, Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal dan sejumlah pejabat serta tamu undangan lainnya. “Acara ini digelar untuk memajukan sektor UMKM sekaligus sebagai rangkaian HUT RI ke 70,” kata Puspayoga.

Diding S Anwar mengatakan, pameran ini digelar Jamkrindo bersama lembaga mitra terkait sebagai upaya mengembangkan UMKM di Aceh. Selain pameran, Jamkrindo juga menyerahkan sejumlah bantuan bina lingkungan kepada UMKM, TNI/Polri, pelajar, masjid dan masyarakat miskin.

“Pameran dan bantuan bina lingkungan kami laksanakan sengaja di tengah pasar agar lebih merakyat dan membumi,” katanya.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza mengatakan Pasar Aceh, tempat pameran berlangsung, merupakan ikon Kota Banda Aceh yang sangat potensial karena terletak di pusat kota. “Kami menaruh harapan besar agar Pasar Aceh ini menjadi pusat perdagangan dan jasa termasuk di dalamnya produk UKM dan produk unggulan Banda Aceh pada khususnya dan Aceh pada umumnya.”

Menurutnya Banda Aceh terus berupaya mendorong pengembangan UKMK dan koperasi sebagai bagian visi Kota Madani, melalui berbagai kebijakan dan program baik secara stimultan dan lintas sektoral, mengingat keberadaan UMKM dan Koperasi adalah merupakan salah satu pendorong perekonomian Kota Banda Aceh.

Jumlah UMKM di Banda Aceh kini mencapai 8.405 unit atau 3,4 dari populasi. Jumlah koperasi sendiri 818 unit, rata-rata tumbuh lima hingga delapan persen per tahun setelah tsunami. [SM]