5 Top Aktivitas Saat Lebaran di Banda Aceh

Aktivitas di Banda Aceh ini mungkin jadi pilihan yang tepat mengisi libur lebaran selanjutnya.

By Rahmat Aulia

Tidak terasa Idul Fitri sudah berlalu. Rasa-rasanya baru kemarin merasakan serunya lebaran bersama orang-orang tercinta. Silaturahmi bersama ke sanak saudara sambil ketawa mengenang momen masa kecil. Merasakan lezatnya lontong, timphan asoe kaya, rendang, sie ruboeh, penganan khas lainnya, yang disantap bersama-sama.

Setidaknya harus menunggu setahun ke depan untuk kembali merasakan momen kumpul bersama ketika Hari Raya Idul Fitri, yang bisa berlangsung lebih lama dari Idul Adha.

Mudik, kebiasaan masyarakat muslim di dunia dan Indonesia khususnya, ketika menjelang lebaran. Pulang ke rumah orang tua untuk berkumpul bersama saudara. Dan biasanya kota-kota besar akan lengang, seolah tak ada penghuni.

Begitupun di Kota Banda Aceh. Kota yang dihuni oleh 249.499 jiwa ini juga ikutan lengang menjelang dan ketika lebaran. Kutaraja baru ramai lagi setelah lebaran ketiga. Berduyun-duyun datang wisatawan lokal maupun internasional. Pun para perantau yang sudah kembali beraktivitas.

Turis akan menyasar berbagai atraksi wisata Pesona Lebaran di ibu kota. Berikut 5 (lima) aktivitas yang bisa dilakukan jika kamu berencana menghabiskan lebaran di Banda Aceh nantinya.

Pawai Takbir

A post shared by Banda Aceh (@kotabandaaceh) on


Agenda tahunan Pemkot Banda Aceh ini selalu saja berhasil menarik perhatian banyak orang. Penonton membludak ketika pawai berlangsung.

Dilakasanakan pada malam pertama Idul Fitri, pawai takbir diikuti perwakilan gampong, remaja masjid, sekolah dan berbagai unsur lainnya. Merdunya suara syekh yang melantunkan syair agama ditambah dengan uniknya hiasan mobil peserta pawai sudah lebih dari cukup untuk memeriahkan malam hari raya di Kotat Banda Aceh.

Salat di Masjid Raya Baiturrahman

A post shared by chantôey (@waahyuhidayat) on


Masjid Raya yang menjadi kebanggaan warga Aceh kini mempunyai tampilan baru. Ada 12 payung raksasa layaknya di Masjidil Haram yang bakal memayungi jamaah atau pengunjung. Salat dalam suasana teduh dengan angin sepoi memberikan sensasi salat berbeda.

Meski lebaran di Banda Aceh akan lengang, tapi jamaah shalat Id selalu padat merayap. Bahkan, salat lima waktu pun di Masjid Raya Baiturrahman tetap ramai, oleh wisatawan yang ingin merasakan langsung salat di salah satu masjid terbesar di Asia Tenggara itu.

Mengunjungi Situs Tsunami


Kota yang pernah dilanda gempa dan tsunami, menjadikan Banda Aceh destinasi yang menarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara, untuk mengenal wawasan kebencanaan lebih dekat. Sejumlah situs tsunami

Di Kuta Raja, kamu bisa menyambangi tempat-tempat yang menjadi saksi ganasnya bencana 2004 silam. Museum Tsunami yang didesain oleh Ridwan Kamil menjadi tempat pembelajaran tentang tsunami. Kapal PLTD Apung di Gampong Punge untuk melihat secara nyata kekuatan tsunami. Ada juga Kapal di Atas Rumah di Gampong Lampulo dengan kisah 59 warga yang selamat di kapal tersebut.

Menyantap Kuliner

A post shared by Rubama (@rubama_1708) on


Tak lengkap rasanya kalau ke Banda Aceh tanpa menyantap langsung kuliner khas Banda Aceh. Selain terkenal sebagai kota sejarah dan memorial tsunami, Banda Aceh juga termasuk jajaran kota di Indonesia yang terkenal dengan kulinernya yang lezat dan maknyus.

Waktu yang tepat berburu kuliner ini adalah setelah lebaran ketiga. Jika kamu mencari kuliner pada lebaran pertama, kebanyakan warung masih tutup karena penjualnya pada pulang kampung.

Namun jika misalnya kamu ingin menyantap kuliner tanpa perlu bayar, bisa juga. Caranya pergilah bersilaturahmi ke rumah-rumah warga Banda Aceh selagi lebaran. InsyaAllah warga Banda Aceh yang ramah akan menyambut dengan hidangan penganan khas hari raya. Berani coba?

Santai di Pantai Ulee Lheue            

A post shared by Banda Aceh (@kotabandaaceh) on


Setelah puas mengunjungi tempat wisata dan berburu kuliner khas Aceh, sempatkan untuk untuk “ngadem”, mencari spot-spot tenang sambil memandang riak gelombang. Tempat yang tepat adalah Pantai Ulee Lheu. Pantai ini tidak hanya menawarkan suasana pantai seperti kebanyakan. Di sini kamu bisa nongkrong bareng teman-teman di jejeran kursi sambil menyantap jagung bakar dan menatap birunya lautan.

Di kawasan Ule Lheu ini juga terdapat pelabuhan yang menjadi pintu masuk menuju Sabang dan Pulau Aceh. Banyak juga pengunjung yang memilih santai dalam kawasan pelabuhan. Disini kamu akan menemukan banyak pepohonan rindang yang menyuguhi angin sepoi.[]

Foto Cover by Mustawazir