Sensasi Wine dalam Secangkir Arabika

Perpaduan rasa pahit dan manis yang legit, ditambah dengan harumnya yang memanjakan indera penciuman Anda. Membuat Anda takluk seketika.

Banda Aceh adalah surganya kopi. Uniknya, meski kota ini bukanlah daerah penghasil kopi, tetapi Anda bisa menemukan aneka racikan kopi di kota ini. Beragam kedai kopi dengan konsep tradisional dan modern bisa menjadi pilihan. Pemandangan menakjubkan ialah banyaknya kedai kopi yang bisa Anda lihat di setiap jalan protokol.

Ada berbagai jenis sajian kopi yang perlu Anda coba selama berlibur di kota yang telah berusia delapan abad ini. Salah satunya varian Arabika. Jenis kopi ini tengah digandrungi para penikmat kopi karena menawarkan sensasi yang berbeda. Selain itu juga aman bagi lambung karena kadar asam yang lebih rendah dibandingkan jenis Robusta.

Kopi ini tumbuh di ketinggian 700-1.700 mdpl di dataran tinggi Gayo Aceh meliputi tiga kabupate, yaitu Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues. Kadar pahit dalam racikan kopi Arabika lebih rendah, sehingga lebih ‘ramah’ bagi lidah Anda. Namun bila Anda ingin mendapatkan sensasi manis, cicipi kopi ini dengan potongan gula merah atau gula jawa.

Atau, bila Anda menyukai sajian yang lebih soft, sanger Arabika bisa menjadi pilihan. Ini merupakan racikan kopi khas Aceh yang sepertiganya merupakan campuran krim kental manis. Bisa menjadi pilihan bagi Anda yang bukan maniak kopi.

Rasanya yang creamy dijamin memberikan sensasi cita rasa minum kopi yang berbeda. Perpaduan rasa pahit dan manis yang legit, ditambah dengan harumnya yang memanjakan indera penciuman Anda. Membuat Anda takluk seketika.

Wine Coffee

Wine Coffee merupakan variasi baru dari kopi Arabika. Tapi jangan salah sangka, meskipun bernama wine, bukan berarti kopi ini mengandung kadar alkohol, tidak sama sekali.

Ini merupakan varian kopi hasil eksperimen salah seorang petani kopi di Gayo. Jenis kopi ini ditanam di atas ketinggian 1.500 mdpl agar memiliki kulit lebih tebal sehingga menghasilkan kadar air lebih banyak dibandingkan dengan kopi Arabika biasa.

Untuk menghasilkan wine coffee, kopi yang telah dipetik harus melewati proses penjemuran lebih lama dari kopi biasa. Butuh waktu 30 sampai 60 hari. Tergantung cuaca. Proses yang lama itu membuat ekstrak buah kopi meresap ke dalam biji kopi. Hasil fermentasi tersebut menghasilkan aroma rasa seperti wine atau anggur.

Bila Anda memesan wine coffe, jangan buru-buru menyesapnya. Beri kesempatan bagi penciuman Anda untuk menghirup aromanya yang segar dan harum. Nikmati kopi ini perlahan-lahan agar Anda bisa mendapatkan sensasi wine-nya. Cocok sebagai obat ketika dibebat lelah karena rutinitas yang padat.

Wine coffee bisa anda dapatkan di warkop-warkop di kota Banda Aceh yang menyediakan jenis kopi Arabika. Dengan harga 15.000 rupiah saja, Anda sudah bisa merasakan harum dan nikmatnya wine coffee.[]

Laporan Munawar Hafizhi

Fotografer Mustawazir