Piasan Seni Sukses Jadi Event Terakbar Jelang Akhir Tahun

Pada malam penutupan tersebut dibagikan  penghargaan bagi pemenang perlombaan yang digelar selama perhelatan Piasan Seni 2018.

Perhelatan Piasan Seni 2018 berhasil menyedot menarik perhatian warga kota Banda Aceh. Sejak dibuka pada Jumat malam (16/11/2018), warga berduyun-duyun menyerbu Lapangan Blang Padang, tempat digelarnya event ini.

Beragam atraksi seni ditampilkan dalam Piasan Seni yang melibatkan para pegias seni dengan ragam kreativitas. Puluhan stan berderet di bilah kiri dan kanan sepanjang arena Piasan Seni 2018.

Di setiap stan berbagai karya seni dipamerkan, salah satunya adalah seni lukis doodle art. Selain itu stan live sketching paling banyak diserbu oleh para remaja, di stan ini para pelukis menerima jasa lukis wajah yang dapat diselesaikan hanya dalam beberapa menit.

Ada stan yang tampil dengan warna mencolok. Serba merah, dengan gambar bulan bintang berwarna putih. Itu merupakan stan milik Pusat Kebudayaan Aceh Turki (PuKAT). Di sini dipamerkan buku-buku tentang hubungan Kerajaan Aceh Darussalam dengan Turki. Untuk mengembalikan ingatan bahwa Aceh pernah punya hubungan erat dengan Kesultanan Ottoman di masa lampau.

Stan Komunitas Rongsokan menghibur pengunjung dengan hal unik. Para pelaku seni melakukan make up dengan berbagai karakter unik, salah satunya meyerupai hantu. Selain itu ada berbagai karya seni lainnya yang ditampilkan di stan-stan yang ada di sana.

Sekda Tutup Piasan Seni 2018

Malam puncak Piasan Seni 2018 pada Minggu (18/11/2018) berlangsung meriah. Berbagai atraksi seni ditampilkan di panggung utama, mulai dari kesenian tradisional, modern, hingga perpaduan antara modern dan tradisional.

Selain itu pada malam penutupan tersebut dibagikan  penghargaan bagi pemenang perlombaan yang digelar selama perhelatan Piasan Seni 2018.

Penampilan Sanggar Seni Gemilang cukup menarik perhatian pengunjung piasan seni. Sanggar ini menampilkan atraksi ekstrem, top daboh alias debus. Beberapa anggota dari sanggar ini menari-nari di atas panggung sambil mengayun-ayunkan senjata tajam dan diiringi tabuhan rapa-i yang dipukul serentak.

Beberapa saat setelah mengambil ancang-ancang, sang penari memamerkan kekebalan tubuhnya. Ia menancapkan pisau ke tubuhnya serentak dengan irama tabuhan rapa-i. lalu mengiris-iris perutnya dengan pedang. Tak ada sedikitpun luka, bahkan senjata yang digunakan menjadi bengkok.

Top daboh merupakan kesenian yang berasal dari pantai barat selatan Aceh. Dulu ilmu kebal tersebut digunakan saat perang melawan Belanda. Seiring berkembangnya zaman dan tidak ada lagi perperangan, top daboh menjadi kesenian khas Aceh yang sering ditampilkan di berbagai acara.

Selain itu penampilan Fajar Maulidi juga membuat panggung Piasan Seni 2018 menjadi meriah. Ia membawakan beberapa lagu selawat dengan iringan musik pop modern.

Sekdako Banda Aceh Ir. Bahagia dalam sambutannya saat menutup pergelaran itu berharap, piasan seni tahun depan digelar lebih meriah dengan gaung promosi yang lebih luas lagi. Sehingga dapat menarik wisatawan dari berbagai daerah dan mancanegara untuk datang ke Banda Aceh.

“Semoga piasan seni tahun depan lebih meriah, tentunya dengan catatan tanpa menghilangkan nilai-nilai keislaman,” ujar Bahagia.

Ir. bahagia menandai penutupan Piasan Seni 2018 dengan memukul rapa-i bersama Kepala Disbudpar Kota Banda Aceh, M Rizha, Kepala Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh, Tgk. Tarmizi M Daud, serta beberapa pejabat lainnya.[]

Laporan : Munawar Hafizhi

Fotografer : Mustawazir