Peunayong, Destinasi Favorit Berburu Oleh-Oleh

Selain China Town-nya Aceh, Peunayong juga dikenal sebagai surganya oleh-oleh bagi wisatawan.

By Rahmat Aulia

Sebuah bus berhenti tepat di depan Rex Peunayong. Satu per satu penumpangnya turun. Laki-laki dan perempuan jumlahnya sama banyak. Dilihat dari gaya berpakaian sepertinya mereka turis dari Malaysia.

Warga negara tetangga itu memang cukup khas dalam berbusana, wanita memakai baju kurung motif bunga-bunga dengan rok yang biasanya juga mengikuti warna dan motif baju. Namun, laki-laki tidak ada ciri khusus. Melihat dari luarnya sama saja dengan warga Aceh pada umumnya. Kita akan tahu mereka dari negeri seberang ketika bercakap dengan mereka.

Begitu semuanya turun dari bus putih bertuliskan ‘The Light of Aceh’ di kedua sisi badannya, mereka langsung berpencar.

Beberapa orang berjalan menuju Rex dan memesan minuman dingin, yang lainnya mulai menghilang seiring masuknya satu per satu ke toko suvenir.

Setelah tsunami, geliat toko suvenir tumbuh bak cendawan di musim hujan. Peunayong sebagai sentral kawasan bisnis menjadi incaran banyak pedagang suvenir untuk menyewa dan membeli toko, lantas menyulapnya menjadi galeri berburu oleh-oleh yang menyenangkan bagi pengunjung.

Tak heran kalau Peunayong menjadi sentral bisnis di Banda Aceh karena mayoritas masyarakat di sini adalah Tionghoa yang memang sudah datang ke Banda Aceh sejak abad ke-19.

Rex Peunayong

rex peunayong

Pusat jajanan khas Aceh di Rex Peunayong. Foto: Mustawazir/bandaacehtourism.com

Siapa yang tidak tahu Rex? Pusat jajanan kuliner Banda Aceh ini selalu ramai setiap hari. Dan letaknya juga di Peunayong. Jika sore atau malam hari, pengunjung akan padat merayap memenuhi pusat jajanan yang satu ini.

Di sini Anda bisa memesan segala jenis kuliner khas Aceh, ada sate matang, lontong, nasi goreng, mie bakso dan beragam kuliner lainnya. Semua tersedia di Rex.

Tepat depan Rex, berjejer rapi hotel yang telah ada sebelum tsunami menerjang Aceh. Hotel-hotel ini selalu ramai oleh wisatawan yang sedang liburan ke Banda Aceh. Selain lokasinya yang strategis, harga yang ditawarkan oleh pengelola hotel juga cukup murah.

Selain terkenal sebagai pusat jajanan dan hotel, Peunayong juga dikenal sebagai tempat favorit berburu oleh-oleh. Sebut saja Graha Soevenir, Galeri Pocut Soevenir, Putroe Aceh Soevenir, Pusaka Soevenir, Kupi Brownies Aceh dan sederet toko oleh-oleh lainnya.

Semua toko ini berbaris rapi di jalan Sri Ratu Safiatuddin Peunayong, Banda Aceh.

Dari etalase, kita akan melihat beragam suvenir khas Aceh yang cukup menggoda.

Ada tas, dompet, kupiah dan beragam suvenir Aceh lainnya yang dibuat langsung oleh pengrajin dari berbagai daerah di Aceh. Ada juga kopi yang di datangkan langsung dari Dataran Tinggi Gayo serta beragam kue khas Aceh.

Di antara toko yang menjual berbagai suvenir tersebut, ada satu toko yang khusus menjual brownies, toko Kupi Brownies Aceh namanya. Toko yang satu ini khusus menjual brownies rasa kopi. Toko ini sudah buka cabang di beberapa tempat, sebut saja Bandara Sultan Iskandar Muda, kawasan Lampineung dan di salah satu mall di Banda Aceh.

Setelah mengamati dari luar. Tim BandaAcehTourism mencoba masuk ke salah satu toko suvenir. Di antara toko yang menjual oleh-oleh,  Toko Gallery Pusaka Souvenir-lah yang menjadi pilihan.

suvenir aceh

Tas aceh motif kerawang gayo. Foto: Mustawazir/bandaacehtourism.com

Toko ini cukup menyita pandangan karena pilihan warna toko yang colourful serta etalase yang unik.

Toko Gallery Pusaka Souvenir terdiri dari dua muka tanpa sekat di tengahnya, sehingga kesan luas langsung tampak begitu masuk ke dalamnya. Penataan barang yang bagus membuat pengunjung seolah-olah sedang berada di mall.

Beragam oleh-oleh dijual di Gallery Pusaka Souvenir. Ada kue seupet yang merupakan kue wajib orang Aceh ketika lebaran, ada kopi dengan beragam kemasan dan cita rasa, ada tas aceh untuk kalangan dewasa hingga anak-anak, tidak lupa oleh-oleh sejuta umat yaitu kaos.

Baca juga: Bawa Pulang 5 Brand Lokal ini

Ada satu kaos berwarna hitam dan bertuliskan The Light of Aceh berwarna emas. Menurut penjaga toko, kaos ini cukup laris karena desainnya sederhana dan bahan yang digunakan cukup lembut. The Light of Aceh sendiri adalah tagline pariwisata Aceh yang di-branding oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh.

Jika Anda sudah lelah berburu oleh-oleh tidak salahnya santai sejenak sambil menyeruput satu dua gelas cendol di Rex Peunayong. Tidak suka cendol, Anda juga bisa pesan kelapa muda, teh dingin dan beragam menu lainnya.

Kue Tradisional Aceh

Kue tradisional aceh ini dapat juga Anda temukan di sejumlah toko suvenir. Foto: Mustawazir/bandaacehtourism.com

Ketika waktu shalat tiba, Anda juga tidak perlu susah-susah mencari masjid karena ada Masjid Kodam Iskandar Muda yang bisa diakses oleh masyarakat biasa.

Lengkap sekali bukan? Jadi tidak perlu risau dan gundah kalau ingin berburu oleh-oleh di Banda Aceh. Datang saja ke Peunayong, semua ada di sini.[]

Foto by Mustawazir