Menghirup Udara Segar di Hutan Kota

Hutan kota ini memiliki koleksi 150 jenis tanaman dengan total mencapai 3.500 pohon. Mulai dari tanaman khas pesisir seperti waru, kelapa, ketapang, dan pandan duri

Sebagai wilayah perkotaan, bukan berarti Banda Aceh tak punya hutan. Ibu kota Provinsi Aceh ini memiliki ruang terbuka hijau yang cukup. Andalan utamanya yaitu Taman Hutan Kota BNI di Gampong Tibang, Kecamatan Syiah Kuala. Hutan kota ini menjadi lokasi yang asyik untuk belajar ekologi.

Taman Hutan Kota BNI merupakan hutan mini yang berada di sebelah utara Banda Aceh. Tempat ini menjadi salah satu destinasi favorit warga kota, terutama saat musim panas.

Ruang terbuka hijau ini luasnya mencapai 6,75 hektare. Awalnya area ini merupakan rawa-rawa yang kemudian disulap menjadi hutan kota. Kawasan ini juga merupakan salah satu bekas daerah yang terkena dampak tsunami pada 2004 silam.

Posisinya strategis. Hanya berjarak beberapa puluh meter dari jembatan Krueng Cut dan Universitas Ubudiyah Indonesia.

Untuk menuju ke tempat ini, hanya butuh waktu sekitar 20 menit bila berkendara dengan roda dua dari pusat kota, atau berjarak sekitar 5 kilometer dari Masjid Raya Baiturrahman. Juga tidak jauh dari lokasi kampus Unsyiah dan UIN Ar-Raniry.

Saat memasuki hutan kota, Anda akan melewati sebuah jembatan besi. Panjangnya sekitar 12 meter. Kebanyakan pengunjung dari kawula muda tidak melewatkan jembatan ini tanpa ber-swafoto. Ya, jembatan ini sangat cocok bagi Anda yang hobi berfoto. Sangat instagramable.

Turun dari jembatan tersebut, Anda akan menapaki jalur pejalan kaki yang membelah hutan kota. Di sepanjang jalan, suguhan pemandangan berbagai macam jenis pepohonan terlihat di sisi kiri dan kanan jalan. Setiap pohon terdapat papan keterangan nama dalam bahasa Indonesia dan latin.

Hutan kota ini memiliki koleksi 150 jenis tanaman dengan total mencapai 3.500 pohon. Mulai dari tanaman khas pesisir seperti waru, kelapa, ketapang, dan pandan duri. Selain itu ada tanaman produktif, di antaranya mangga, rambutan, dan jeruk. Terdapat juga jati dan mahoni.

Anda juga bisa melihat aneka tanaman langka khas Aceh seperti pohon geulumpang, jeumpa puteh, jeumpa kuneng, jampee, manee, dan jati emas.

Berjalan beberapa puluh meter dari jalur pejalan kaki tersebut, terdapat sebuah pondok kecil untuk tempat salat. Jadi, tidak perlu khawatir bila Anda belum melaksanakan ibadah salat saat berada di sini.

Satu hal yang jangan pernah Anda lewatkan saat berada di taman hutan kota ini; jembatan tajuk. Berada di sisi selatan, jembatan menanjak ini menjadi objek paling difavoritkan pengunjung. Belum dianggap sah jalan-jalan ke hutan kota bila belum berfoto di jembatan kayu tersebut.

Tiba di titik tertinggi jembatan tersebut, Anda bisa melihat berbagai pemandangan, seperti deretan rumah-rumah penduduk, tambak-tambak yang dipenuhi hutan bakau, hingga daratan yang muncul di tengah laut. Itulah Pulau Weh, pulau di ujung barat Indonesia.

Setelah turun dari jembatan kayu tersebut, terdapat beberapa fasilitas permainan seperti enjotan, ayunan, dan perosotan. Lebih cocok mampir di sini bila Anda pergi bersama keluarga.

Selain tumbuh-tumbuhan, di hutan mini ini juga hidup serangga, burung, hingga kupu-kupu. Ada juga berbagai jenis ikan hingga kepiting yang hidup di rawa hutan bakau. Tersedia juga jembatan kayu jika Anda ingin menyaksikan penghuni-penghuni air tersebut.

Bukan hanya untuk berjalan-jalan, tak jarang beberapa pelajar memanfaatkan tempat ini untuk belajar. Bahkan beberapa terlihat dosen memboyong mahasiswanya ke sini untuk belajar dengan suasana berbeda di alam terbuka.

Taman Hutan Kota BNI dibuka setiap hari dari pagi hingga sore hari menjelang Magrib. Berkunjung ke sini tidak dipungut biaya, hanya ada kutipan uang parkir Rp 2 ribu untuk kendaraan roda dua dan Rp 5 untuk roda empat. Kendaraan Anda pun terjamin aman.

Mendengar suara deru angin laut yang menyentuh dedaunan dan suaru burung-burung di pepohonan, sejenak Anda akan melupakan suasana kebisingan kota. Paru-paru yang terlanjur menghirup polusi dari kendaraan bermotor akan digantikan dengan udara segar yang keluar dari berbagai jenis pohon di sini. Mari ke hutan kota![]

Laporan : Munawar Hafizhi

Fotografer : Mustawazir