Makam Para Sultan Aceh di Kandang XII

Di tempat ini, Anda akan menemukan makam-makam kuno dengan batu nisan berukirkan aksara arab.

Sebelum menjadi bagian dari Republik Indonesia, Aceh merupakan wilayah berdaulat yang dipimpin oleh seorang raja. Kerajaan Aceh Darussalam merupakan salah satu kerajaan Islam terkuat di Asia Tenggara pada abad ke-16, mencapai puncak kegemilangannya di masa Sultan Iskandar Muda.

Jejak sejarah tersebut masih bisa disaksikan hingga hari ini, baik itu bangunan peninggalan kerajaan seperti yang ada di Taman Putroe Phang, maupun makam para sultan yang dulu pernah memimpin Kerajaan Aceh Darussalam di Makam Kandang XII.

Makam Kandang XII terletak di Kampung Baru, Kecamatan Baiturrahman, atau hanya berjarak 10 menit jalan kaki dari Balai Kota Banda Aceh. Berada di Kompleks Asrama Keraton. Di tempat ini, Anda akan menemukan makam-makam kuno dengan batu nisan berukirkan aksara arab.

Sesuai dengan namanya, Kandang XII berisi 12 makam sultan dan keluarga dekatnya. Di antara sultan yang dimakamkan di lokasi ini, yakni Sultan Syamsu Syah bin Munawwar Syah, Sultan Ali Mughayat Syah yang memerintah pada tahun 1514-1530 dan Sultan Salahuddin Ibnu Ali Mughayat Syah yang memerintah pada tahun 1530-1537.

Kemudian Sultan Ali Riayat Syah Al Qahar yang memerintah pada tahun 1537-1568 dan Sultan Husain Syah Ibnu Sultan Ali Riayat Syah Al Qahar yang memerintah pada tahun 1568-1575.

Sultan Ali Mughayat Syah merupakan pendiri Kerajaan Aceh Darussalam. Ia juga menjadi musuh bagi Portugis yang ingin menaklukkan kerajaan di Pulau Sumatera. Setelah Sultan Ali Mughayat Syah mangkat, Kerajaan Aceh Darussalam dipimpin anak tertuanya, Sultan Salahuddin.

Tidak lama memimpin Kerajaan Aceh Darussalam, posisi Sultan Salahuddin digantikan oleh adiknya, Sultan Ali Riayat Syah Al Qahar. Di masa ini, Kerajaan Aceh Darussalam berhasil berkembang wilayah kekuasannya dan melakukan hubungan diplomatik dengan Turki.

Lingkungan makam seluas 200 m2 ini cukup bersih dan terawat. Sebuah bangunan berkonstruksi kayu melindungi makam-makam ini, sehingga para pengunjung tidak terpapar matahari langsung.

Selama ini, banyak pengunjung yang datang tidak hanya untuk tujuan wisata, tetapi juga ingin mengetahui sejarah Kerajaan Aceh Darussalam. Pada awal 2018 lalu, rombongan Persatuan Sejarah Brunei dalam turnya juga mengunjungi Makam Kandang XII untuk menggali cerita lebih dalam mengenai Kerajaan Aceh Darussalam.[]

 

Laporan : Munawar Hafizhi

Fotografer : Mustawazir