Legendanya Kopi Aceh

Kopi Robusta telah lebih dulu merajai hati para penikmat kopi di Kota Pusaka ini. Ikonnya ialah kopi Ulee Kareng yang menjadi legendanya kopi Aceh.

Jauh sebelum kopi Arabika ‘naik daun’ seperti sekarang, budaya minum kopi telah menjadi tradisi turun temurun bagi masyarakat Aceh. Kedai-kedai kopi tradisional sudah lebih dulu hadir dengan racikan-racikan kopi yang khas.

Khusus di Banda Aceh, kopi Robusta telah lebih dulu merajai hati para penikmat kopi di Kota Pusaka ini. Ikonnya ialah kopi Ulee Kareng yang menjadi legendanya kopi Aceh.

Kopi Robusta ini diolah dan diproduksi di tempat pengolahan kopi tradisional di kawasan Simpang Tujuh, Ulee Kareng. Belakangan kopi Ulee Kareng hadir dalam bentuk sachet yang lebih praktis, baik untuk diseduh sendiri maupun untuk dibawa traveling. Namun sensasi kenikmatannya tetap tak bisa menandingi racikan manual kopi Ulee Kareng yang dikenal dengan istilah ‘kupi sareng.’

Cara meracik kopi ini dilakukan secara manual, yaitu dengan menaruh bubuk kopi dalam sareng atau saringan dari kain yang dijahit khusus berbentuk kerucut. Kopi tersebut kemudian diseduh dengan air mendidih dan disaring berulang-ulang hingga aroma kopinya muncul.

Dengan proses ini ampas kopi akan tersaring otomatis, sehingga yang disajikan di dalam gelas nantinya tidak perlu diendapkan lagi sebagaimana lazimnya kopi tubruk.

Belakangan, kebiasaan meracik manual kupi sareng ini menjadi atraksi yang disukai para turis, baik lokal maupun mancanegara. Tamu-tamu dari luar yang datang ke Banda Aceh sengaja datang ke warung kopi tradisional ini untuk melihat proses raciknya. Bahkan mereka tak segan-segan ingin mencobanya.

Kedai-kedai kopi dengan konsep tradisional hingga sekarang masih menyuguhkan kopi Robusta dengan cara ini. Salah satunya di kedai kopi Solong di Simpang Tujuh Ulee Kareng.

Menuju kawasan ini Anda hanya memerlukan waktu sekitar sepuluh menit berkendara dari Bundaran Simpang Lima. Sejauh perjalanan Anda akan melihat banyak kedai kopi di sisi kiri dan kanan jalan. Di Ulee Kareng, Anda bisa melihat proses pengolahan kopi Robusta sebelum didistribusikan ke kedai-kedai kopi.

Biji kopi Robusta diperoleh dari petani kopi di Aceh Jaya dan Gayo. Setiap harinya industri rumahan ini menyangrai biji kopi secara manulai seharian penuh. Banyaknya tergantung dari permintaan setiap warung kopi.

Kopi Robusta dari Ulee Kareng ini juga bisa menjadi oleh-oleh khas Banda Aceh. Banyak kedai-kedai kopi di Banda Aceh yang juga menjual bubuk kopi kemasan. So, tunggu apa lagi…![]

 

Laporan: Munawar Hafizhi

Fotografer: Mustawazir