Edukasi Budaya lewat International Food Festival

Mencicipi makanan tradisional sambil belajar budaya, inilah kesan dari festival kuliner internasional.

By Nurhasanah

Festival kuliner di Aceh merupakan salah satu calender of event tahunan bagi kemajuan pariwisata di Aceh. Kegiatan ini digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Aceh maupun Kota Banda Aceh dengan tema dan tempat yang berbeda dalam lima tahun terakhir.

Event terakhir dilaksanakan pada Agustus 2017 di Blangpadang, Banda Aceh, yaitu Aceh International Halal Food Festival yang dijadikan ajang menasbihkan Aceh sebagai salah satu tempat wisata halal di dunia.

Pameran yang menjajakan makanan khas itu ternyata menarik perhatian di luar lingkungan dinas. Hal ini dapat dilihat dari terselenggaranya International Food Fest yang diadakan oleh Office of International Affairs (OIA) Unsyiah sejak 2016. Pada festival kedua, 12-14 September 2017, saya berkesempatan menyaksikan langsung.

 

International Food Fest kedua mengambil tempat di halaman gedung Gelanggang Mahasiswa Prof A Madjid Ibrahim, Unsyiah. Acara outdoor. Tidak seperti tahun sebelumnya yang dilaksanakan indoor, yaitu di Gedung AAC Dayan Dawood.

Saya sendiri suka dengan konsep outdoor. Suasana saat menyantap makanan lebih terasa dan lebih santai. Masyarakat yang berada di luar kampus Unsyiah pun tidak segan untuk berkunjung.

Festival kuliner ini menampilkan ragam kuliner dari berbagai negara seperti Malaysia, Turki, dan Thailand. Sekitar 30 stan hadir untuk menyemarakkan kegiatan ini.

Tidak hanya stan makanan, ada juga stan menarik lainnya seperti stan handmade dan stan henna cookies; stan yang memberikan kesempatan bagi para pengunjung untuk belajar membuat kerajinan tangan dan menghias cookies dengan model hiasan inai.

Saya juga menemukan beberapa dekorasi menarik yang dibuat sedemikian rupa untuk para pengunjung yang ingin mengabadikan momentum selama berada di festival kuliner. Bahkan, para pengunjung dapat menyewa yukata, baju tradisional Jepang beserta perlengkapan sandalnya, yang bertujuan memperkenalkan budaya Jepang kepada para mahasiswa dan masyarakat.

Festival kuliner internasional diresmikan pada hari pertama oleh Prof Samsul Rizal, Rektor Unsyiah. Dia mengharapkan kegiatan ini dapat menjadi ajang silaturahmi antara mahasiswa yang baru saja merantau ke Kota Banda Aceh, ajang kreativitas bagi mahasiswa dan masyarakat setempat, dan motivasi bagi penyelenggara untuk mempromosikan budaya lokal, nasional maupun internasional.

“Kegiatan festival kuliner baik bertaraf lokal, nasional, maupun internasional sejatinya patut untuk terus diselenggarakan oleh berbagai pihak. Kegiatan ini tentu dapat menjadi edukasi budaya yang tidak akan lekang oleh waktu, dan dapat menimbulkan semangat tersendiri dalam menyambut MEA (Masyarakat Ekonomi Asean),” kata Prof Samsul Rizal.

Baca juga: Melihat Bangunan Serupa Masjid Nabawi

Di panggung utama International Food Fest kedua, ditampilkan atraksi seni dan budaya. Ada tari ratoh jaroe, tari sufi, dance cover, magic show, permainan lip sync battle, balas ngobrol dengan bahasa Korea, musik akustik, dan permainan tebak lagu.

Penampilan demo memasak juga merupakan acara utama dan acara yang sangat dinantikan dalam kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini. So, patut dinanti event yang sama di tahun selanjutnya.[]

Nurhasanah adalah anggota Forum Lingkar Pena Banda Aceh.

Photo Cover by Mustawazir


Lawatan adalah rubrik khusus bagi pembaca yang ingin berkontribusi untuk website Bandaacehtourism.com. Kirimkan cerita berisi pengalamanmu menikmati pariwisata Banda Aceh ke email contact@bandaacehtourism.com. Lampirkan minimal 2 foto terkait. Tulisan akan ditayangkan setelah melalui penilaian Bandaacehtourism.com.