Adee, Oleh-oleh yang Legit dan Harum dari Pidie Jaya

Adee merupakan kuliner khas Pidie Jaya yang awalnya sering ditemui selama Ramadan atau saat acara-acara khusus seperti pesta pernikahan

Adee Kak Nah pernah booming dan sampai saat ini masih naik daun. Kue ini menjadi kudapan favorit untuk disantap dengan teh atau kopi. Rasanya legit dengan aroma bawang goreng yang menggoda indra.

Kue basah sejenis bikang ini berasal dari Meureudu, Pidie Jaya. Salah satu kabupaten yang berjarak sekitar 120 kilometer dari Banda Aceh.

Adee merupakan kuliner khas Pidie Jaya yang awalnya sering ditemui selama Ramadan atau saat acara-acara khusus seperti pesta pernikahan. Seiring dengan berjalannya waktu, kue ini mulai diminati banyak pemburu kuliner. Kue adee pun mulai diproduksi secara masif dan dijual sebagai buah tangan khas Pidie Jaya sejak setelah tsunami.

Tingginya peminat adee menjadi peluang yang menjanjikan bagi pengusaha kuliner tersebut. Salah satu pengusaha yang jeli melihat peluang ini, yaitu Hj. Rosna H. Yahya. Melalui brand-nya Adee Kak Nah, ia sudah berekspansi ke berbagai kota, salah satunya Banda Aceh.

Hj. Rosna merupakan seorang perempuan pengusaha asal Meureudu, ibu kota Pidie Jaya. Inspirasi menjalankan bisnis kuliner ini berawal dari orang tuanya Sawiyah Syeikh yang dirintis sejak tahun 1982. Penamaan Adee Kak Nah diambil dari nama panggilannya sehari-hari, Kak Nah.

Ada dua varian ade yang saat ini tersedia, yaitu ade tepung dengan bahan dasar terigu dan adee ubi yang berbahan dasar singkong. Kelezatan kue ini semakin sempurna dengan aroma daun pandan dan taburan bawang goreng. Teksturnya padat tetapi lembut dan kenyal.

Adee Kak Nah dijual dengan cara yang unik. Jika Anda mengunjungi toko-toko kue di Kota Banda Aceh, adee kak Nah dipajang di etalase kaca di bagian depan toko. Kue diletakkan bersama loyang sekaligus, sehingga Anda dapat langsung melihat tekstur dan warna kue tersebut. Setelah dipesan, barulah kue ini dikeluarkan dari loyang dan dimasukkan ke dalam kotak.

Harga adee bervariasi, berkisar antara Rp 20.000 hingga Rp 30.000, tergantung ukuran. Kue ini mudah didapatkan di toko-toko kue di Kota Banda Aceh.

Jika Anda mampir ke warung kopi, adee yang telah dipotong-potong disajikan dalam sebuah piring kecil. Menikmati Adee Kak Nah dengan secangkir kopi Aceh sangatlah nikmat.

Jika berkunjung ke Banda Aceh, adee Kak merupakan salah satu kuliner yang wajib Anda bawa pulang sebagai oleh-oleh.[]

 

Laporan : Munawar Hafizhi

Fotografer : Mustawazir