Yang Memimpin Kerajaan Aceh Adalah?

0 Comments

Yang Memimpin Kerajaan Aceh Adalah
Sultan Iskandar Muda dalam hal ini merupakan bukti nyata pemimpin yang berhasil membawa Kerajaan Aceh mencapai puncak kejayaannya pada tahun 1604-1637 M. Keberhasilan Sultan Iskandar Muda dalam memimpin, tidak terlepas dari konsep kepemimpinan yang diterapkannya.

Siapakah nama raja yang pertama kali memimpin Kerajaan Aceh Darussalam?

Raja-raja paling berpengaruh – 1. Sultan Ali Mughayat Syah (1496-1528 M) Sultan Ali Mughayat Syah adalah raja Kerajaan Aceh yang pertama. Di bawah kekuasaannya, Kesultanan Aceh melakukan perluasan ke beberapa daerah di wilayah Sumatera Utara, seperti Daya dan Pasai.

Sultan Ali Mughayat Syah juga melakukan serangan terhadap kedudukan Bangsa Portugis di Malaka dan menyerang Kerajaan Aru.2. Sultan Salahudin (1528-1537 M) Setelah Sultan Ali Mughayat wafat, pemerintahan beralih kepada putranya yang bergelar Sultan Salahuddin. Selama menduduki takhta, Sultan Salahudin tidak memedulikan pemerintahaan kerajaannya.

Hal ini membuat keadaan kerajaan goyah dan mengalami kemerosotan tajam. Karenanya, Sultan Salahuddin mundur dan digantikan saudaranya yang bernama Sultan Alauddin Riayat Syah al-Kahar.3. Sultan Alaudin Riayat Syah al-Kahar (1537-1568 M) Setelah resmi menjabat sebagai raja, Sultan Alaudin Riayat Syah al-Kahar melaksanakan berbagai bentuk perubahan dan perbaikan untuk kerajaannya.

  • Sultan Alauddin Ri’ayat Syah al-Kahar merupakan Sultan Aceh pertama yang melakukan penyerangan terhadap kerajaan-kerajaan yang ada di Semenanjung Melayu.
  • Baca juga: Raja-Raja Kerajaan Kutai Kesultanan Aceh juga melakukan perluasaan ke wilayah pantai timur Sumatera hingga berhasil menduduki daerah Kerajaan Aru kemudian mengerahkan pasukannya ke daerah pedalaman Batak, yang saat itu didominasi oleh pemeluk Agama Hindu.

Meskipun Sultan Alauddin Ri’ayat Syah al-Kahar sebenarnya tidak berhasil secara militer melawan Portugis di Melaka, pemerintahannya berhasil membuat nama Aceh menjadi sangat disegani. Namanya bahkan dikenal sebagai Sultan Aceh yang berhasil menjalin hubungan diplomatik dengan Kesultanan Turki Ottoman.4.

You might be interested:  Museum Tsunami Di Banda Aceh?

Sultan Iskandar Muda (1607-1636 M) Setelah pemerintahan Sultan Alaudin Riayat Syah al-Kahar, Kerajaan Aceh mengalami masa suram dalam waktu yang lama. Pemberontakan dan perebutan kekuasaan sering terjadi. Barulah setelah Sultan Iskandar Muda naik takhta, Kesultanan Aceh mengalami perkembangan pesat hingga mencapai puncak kejayaannya.

Di bawah pemerintahan Sultan Iskandar Muda, Kerajaan Aceh tumbuh menjadi kerajaan besar dan berkuasa atas perdagangan Islam, bahkan menjadi bandar transit yang menghubungkan dengan pedagang Islam di Barat. Sultan Iskandar Muda juga meneruskan perjuangan Aceh dengan menyerang Portugis dan Kerajaan Johor di Semenanjung Malaya supaya bisa menguasai jalur perdagangan di Selat Malaka dan menguasai daerah-daerah penghasil lada.

  • Di samping itu, Kerajaan Aceh memiliki kekuasaan yang sangat luas, meliputi daerah Aru, Pahang, Kedah, Perlak, dan Indragiri.5.
  • Sultan Iskandar Thani (1636-1641 M) Dalam menjalankan kekuasaan Sultan Iskandar Thani meneruskan tradisi Sultan Iskandar Muda.
  • Pada masa pemerintahannya, muncul seorang ulama besar bernama Nuruddin ar-Raniri yang menulis buku sejarah Aceh berjudul Bustanu’ssalatin.

Sebagai ulama besar, Nuruddin ar-Raniri sangat dihormati oleh Sultan Iskandar Thani dan keluarganya serta oleh rakyat Aceh. Referensi:

  • Srinansy dan Rachadian, Harry.

    Siapa saja yang melakukan perlawanan dari Kerajaan Aceh?

    Setelah Malaka dapat dikuasai oleh Portugis pada tahun 1511, terjadilah persaingan dagang antara pedagang-pedagang Portugis dan pedagang di Nusantara. Portugis ingin selalu menguasai perdagangan. Makala, terjadilah perlawanan-perlawanan terhadap Portugis. Berikut ini adalah Raja Kerajaan Aceh yang melawan Portugis.

      Sultan Ali Mughayat Syah (1514–1528) berhasil membebaskan Aceh dari upaya penguasaan bangsa Portugis. Sultan Alaudin Riayat Syah (1537–1568) berani menentang dan mengusir Portugis yang bersekutu dengan Johor. Sultan Iskandar Muda (1607–1636). Raja Kerajaan ini terkenal sangat gigih melawan Portugis adalah Iskandar Muda. Pada tahun 1615 dan 1629, Iskandar Muda melakukan serangan terhadap Portugis di Malaka.

    Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah B.

    Siapakah tokoh yang memimpin Aceh dalam perlawanan terhadap Portugis dan VOC?

    Pemimpin Rakyat Aceh Melakukan Perlawanan terhadap Bangsa Portugis – Aceh melakukan beberapa kali perlawanan terhadap bangsa Portugis. Mengutip dari buku Sejarah Peminatan Paket C Setara SMA/MA Kelas XI yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, perlawanan tersebut dipimpin langsung oleh tokoh-tokoh berikut ini:

    1. Sultan Ali Mughayat Syah yang memimpin Aceh pada tahun 1514-1530 berhasil mengusir Portugis dari wilayah Aceh.
    2. Sultan Alaudin Riayat Syah al-Qahar (1538-1571) menentang kekuatan Porutgis dengan bantuan Turki.
    3. Sultan Alaudin Riayat Syah, pengganti dari Sultan Alaudin Riayat al-Qahar juga menyerang bangsa Portugis di Malaka tahun 1673 dan 1575,
    4. Sultan Iskandar Muda (1607-1638) pernah dua kali menyerang bangsa Portugis di Malaka, yaitu pada tahun 1615 dan 1629.