Tari Saman Merupakan Media Yang Digunakan Masyarakat Aceh Untuk?

0 Comments

Tari Saman Merupakan Media Yang Digunakan Masyarakat Aceh Untuk
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Pertunjukan tari Saman di sekitar candi Borobudur, Tari Saman merupakan salah satu media untuk menyampaikan pesan atau dakwah. Tarian ini mencerminkan pendidikan, keagamaan, sopan santun, kepahlawanan, kekompakan dan kebersamaan. Sebelum saman dimulai yaitu sebagai mukaddimah atau pembukaan, tampil seorang tua cerdik pandai atau pemuka adat untuk mewakili masyarakat setempat (keketar) atau nasihat-nasihat yang berguna kepada para pemain dan penonton.

Tari Saman digunakan untuk acara apa?

Pengertian Tari Saman – Tari Saman merupakan tarian yang berasal dari suku Gayo dan biasanya ditampilkan dalam suatu perayaan penting di suatu peristiwa adat. Syair pada tariannya juga mempergunakan Bahasa-bahasa Gayo. Selain itu tarian ini juga kerap ditampilkan saat merayakan hari raya kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Beberapa literatur menyatakan Syekh Saman yaitu seorang ulama yang berasal dari Suku Gayo di Aceh Tenggaralah yang kemudian menemukan dan mendirikan tari Saman hingga akhirnya ditetapkan oleh UNESCO sebagai Daftar Representatif Budaya Takbenda pada 24 November 2011 silam. Sebelum Tari Saman dimulai dilakukan pembukaan dimana tampil pemuka adat atau seorang tua cerdik pandai yang akan mewakili masyarakat setempat (keketar) dengan nasihat-nasihat yang berguna bagi para penonton dan pemainnya sekaligus.

Syair dan lagu pengungkapannya sendiri dilakukan secara Bersama-sama dan berkesinambungan, penari saman biasanya terdiri dari pria-pria muda yang menggunakan pakaian adat. Penyajian tarian ini juga kemudian dipertandingkan antar grup dan grup tamu. Penilaian pada tari saman akan dititik beratkan pada kemampuan setiap grup dalam mengikuti berbagai gerakan, lagu (syair) dengan bentul tari yang disajikan oleh pihak lawan.

Apa makna yang terkandung dalam Tari Saman Aceh?

Gerakan Tari Saman –

Garakan Pembuka (Persalaman) : tahap ini diawali dengan penari yang berdiri dan mengucapkan salam pembuka. Gerakannya diawali dengan berdiri sembari meletakan kedua tangan di depan dada. Setelah itu dilanjutkan pada posisi bersimpuh. Para penari biasanya akan meletakan ikat kepala mereka. Sebagai tanda dimulainya pertunjukan, penari akan melantunkan kalimat “laa ilaha illallah” dan “Assalamualaikum”. Gerakan Inti: pada tahap ini para penari akan melakukan gerakan berupa menepuk paha, dada, dan tangan yang menciptakan irama. Irama tersebut kemudian dipadukan dengan lantunan syair. Gerakan-gerakan tersebut bakal bertambah cepat. Kemduian, para penari mengkombinasikan gerakan membungkuk (45 derajat) ke depan dan kebelakang (40 derajat). Tidak lupa juga ditambah gerakan setengah berdiri serta gerakan kepala. Gerakan Penutup: sebeleum pementasan berakhir, penari akan melakukan posisi badan setengah berdiri sembari meletakan kedua tangan, ditangkupkan di depan dada. Mata mereka menatap ke depan untuk menghormati setiap penonton yang hadir. Setelah itu, penari akan duduk bersimpuh. Tangan mereka diletakan di atas paha. Kemudian, para penari akan meninggalkan tempat pertunjukan.

Tidak hanya indah dari segi niali estetiknya saja, setiap gerakan tari saman memiliki makna. Umumnya makna gerakan tari saman ini melambangkan nilai-nilai ajaran agama islam. Misalnya gerakan selaku, yang dilakuak penari dengan meletakan satu tangan di dada.

  1. Gerakan tersebut memiliki makna kerendahan sebagai hamba yang taat kepada Allah SWT.
  2. Selain gerakan, lantunan syair yang dibawakan penari mengandung nilai filosofis sangat tinggi.
  3. Dikutip dari jurnal Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung berjudul Analisis Nilai-Nilai Pada Tari Saman, setiap penyajian tari saman mencerminkan nilai keagamaan, nilai sosial, dan nilai etika.
You might be interested:  Pakaian Adat Yang Ada Di Aceh?

Untuk lebih jelasnya berikut uraiannya:

Pada saat apa Tari Saman ditampilkan?

Tari Saman Berasal Dari Aceh – Tari ini berasal dari Aceh tepatnya Suku Gayo. Tarian ini biasa ditampilkan saat perayaan atau acara penting serta pada hari peringatan Maulid Nabi atau Kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dulu, tarian ini hanya dilakukan oleh para lelaki saja karena pada zaman dulu wanita tidak boleh melenggak-lenggokkan badannya.

Baca Juga: Film Begadang Rendang Ajak Penonton Merasakan Budaya Sumatera Barat Sejarah tari ini diawali ketika pada tahun XIV Masehi. Seorang ulama dari Dataran Gayo bernama Syeh Salman menciptakan tari tersebut. Awalnya, tarian ini hanya dianggap sebagai sebuah permainan rakyat bernama Pok Ane. Melihat minat masyarakat yang begitu tinggi terhadap permainan tersebut, maka Syeikh Saman memiliki ide cemerlang di pikirannya.

Ide yang muncul di kepalanya berupa keinginannya untuk menyisipkan syair pujian kepada Tuhan seluruh makhluk, yaitu Allah SWT yang sesuai dengan gerakan dari Pok Ane tersebut. Alhasil, upaya dari Syeikh Saman tersebut berhasil direalisasikan dimana pada tari ini kemudian berkembang pesat dengan tambahan syair-syair berisi pujian kepada Allah SWT dan diiringi tepukan dari para penari.

  • Berkat syair pujian yang disisipkan, tarian tersebut juga mengalami perkembangan dari permainan rakyat menjadi media dakwah saat itu.
  • Tarian ini sering ditampilkan di bawah sebuah kolong Meunasah yaitu sejenis surau panggung.
  • Seiring berkembangnya waktu, tarian ini juga ditampilkan di acara-acara umum selain perayaan adat (acara hajatan, ulang tahun, konser, bahkan acara kenegaraan).

Untuk tempat pelaksanaannya juga lebih beragam, bisa di rumah, gedung maupun panggung. Namun tari ini juga masih menjadi sarana dakwah. Baca Juga: Pemerintah Siap Kembangkan Infrastruktur Pariwisata dan Cagar Budaya

Apakah Tari Saman dikembangkan sebagai media penyebaran agama Islam?

Tarian Saman dibuat sebagai cara untuk menyebarkan agama islam. Tarian Saman dikenal sebagai tarian seribi tangan. Karena tarian ini ditarikan oleh orang banyak dengan jumlah penari ganjil. Syair pada tarian Saman berisi pantun nasihat dan tuntunan agar berbuat kebajikan.

Apa keunikan dari Tari Saman dari Aceh?

Berikut ini adalah keunikan tari Saman: 1.) Makna dan Fungsi Tari saman merupakan salah satu media dakwah. Tarian ini mencerminkan pendidikan, keagamaan, sopan santun, kepahlawanan, kekompakan, dan kebersamaan. Sebelum saman dimulai, sebagai mukaddimah atau pembukaan tampil seorang tua cerdik pandai atau pemuka adat untuk mewakili masyarakat setempat (keketar) atau nasihat-nasihat yang berguna kepada para pemain dan penonton.

  1. Pada zaman dahulu, tarian ini dipertunjukkan dalam acara adat tertentu, di antaranya dalam upacara peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.
  2. Selain itu, khususnya dalam konteks masa kini, tarian ini dipertunjukkan pula pada acara-acara yang bersifat resmi, seperti kunjungan tamu-tamu antar kabupaten dan negara, atau dalam pembukaan sebuah festival dan acara lainnya.2.) Paduan Suara Tari Saman biasanya ditampilkan tidak menggunakan iringan alat musik, akan tetapi menggunakan suara dari para penari dan tepuk tangan mereka yang biasanya dikombinasikan dengan memukul dada dan paha mereka sebagai sinkronisasi dan menghempaskan badan ke berbagai arah.

Tarian ini dipandu oleh seorang pemimpin yang lazimnya disebut Syech. Karena keseragaman formasi dan ketepatan waktu adalah suatu keharusan dalam menampilkan tarian ini, maka para penari dituntut untuk memiliki konsentrasi yang tinggi dan latihan yang serius agar dapat tampil dengan sempurna.3.) Nyanyian Bahasa syair atau lagu yang digunakan dalam Tari Saman adalah bahasa Arab dan Aceh yang memuat pesan-pesan dakwah, sindiran, dan pantun nasihat.

  • Awalnya, tarian ini hanyalah berupa permainan rakyat yang dinamakan Pok Ane.
  • Namun, kemudian ditambahkan iringan syair-syair yang berisi puji-pujian kepada Allah SWT.
  • Cara menyanyikan lagu-lagu dalam tari saman dibagi dalam 5 macam, yaitu: a.
  • Rengum: auman yang diawali oleh pengangkat.b.
  • Dering: regnum yang segera diikuti oleh semua penari.c.
You might be interested:  Pelabuhan Banda Aceh Berkembang Menjadi Pelabuhan Transito Yang Ramai Karena?

Redet: lagu singkat dengan suara pendek yang dinyanyikan oleh seorang penari pada bagian tengah tari.d. Syek: lagu yang dinyanyikan oleh seorang penari dengan suara panjang tinggi melengking, biasanya sebagai tanda perubahan gerak e. Saur: lagu yang diulang bersama oleh seluruh penari setelah dinyanyikan oleh penari solo.4.) Gerakan Tarian saman menggunakan dua unsur gerak yang menjadi unsur dasar dalam tarian saman, yaitu tepuk tangan dan tepuk dada.

  1. Tarian saman termasuk salah satu tarian yang cukup unik, kerena hanya menampilkan gerak tepuk tangan dan gerakan-gerakan lainnya, seperti gerak guncang, kirep, lingang, surang-saring.
  2. Ada 2 baris orang yang menyanyi sambil bertepuk tangan dan semua penari harus menari dengan harmonis.
  3. Dalam Tari Saman biasanya temponya semakin lama akan semakin cepat agar terlihat menarik.5.) Penari Tari ini biasanya dimainkan oleh belasan atau puluhan laki-laki, tetapi jumlahnya harus ganjil.

Namun, dalam perkembangan selanjutnya, tarian ini dimainkan pula oleh kaum perempuan atau campuran antara laki-laki dan perempuan dengan modifikasi gerak lainnya. Dalam penampilan yang biasa saja (bukan pertandingan) dimana adanya keterbatasan waktu, Saman bisa saja dimainkan oleh 10-12 penari, akan tetapi keutuhan Saman setidaknya didukung 15-17 penari

Apa latar belakang Tari Saman?

Sejarah Tari Saman – Tarian adat asal Aceh ini diciptakan oleh seorang ulama pada abad XIV Masehi, yakni Syekh Saman. Tari Saman berasal dari daerah dataran tinggi Gayo, yang secara administratif meliputi daerah kabupaten Aceh Tengah. Pada awal perkembangannya, tarian ini dijadikan sebagai media dakwah kepada masyarakat setempat.

Di mana kala itu sebelum tarian dipertunjukkan, maka pemuka adat akan melakukan pemberian nasihat untuk para penonton sekaligus para pemainnya sendiri. Di samping itu, pertunjukan dari tari adat Aceh ini juga begitu kental dengan dakwah dan syair petuah, yang menggunakan bahasa Gayo dan Arab. Tari Saman pada awal perkembangannya merupakan tari yang sakral, sehingga tidak bisa dipertunjukkan sembarangan.

Biasanya tarian adat satu ini dipertontonkan saat peringatan Maulid Nabi. Untuk saat ini, tari adat tersebut juga biasa ditarikan untuk menyambut tamu kehormatan maupun berbagai acara kebudayaan lainnya.

Ada berapakah fungsi tari secara umum?

Abstract – Fungsi tari dalam kehidupan manusia, dapat dibedakan menjadi empat,yaitu tari sebagai sarana upacara, sebagai hiburan, seni pertunjukan, dansebagai media pendidikan. Antara keempat jenis tari yang berbeda-bedafungsinya tersebut, masing-masing mempunyai ciri atau kekhasantersendiri.

Namun pada saat ini dari keempat jenis tari tersebut secarasepintas perbedaannya semakin kabur. Banyak seniman tari yangmengambil inspirasi dari tari-tarian upacara magis menjadi sebuah taripertunjukan. Banyak aspek yang harus diperhatikan, diantaranya adalah:faktor tari sebagai seni (obyek Apresiasi), yaitu bagaimana kita menyajikansuatu tarian yang bernilai estetis, tentu saja hal ini didukung dengan mediabantu lain seperti iringan, rias dan busana, dekorasi dan tata pentas yangbaik dan komunikatif.

Kedua adalah faktor penonton (Apresiator), yangperlu diperhatikan adalah tari yang kita sajikan untuk dokomunikasikankepada penonton. Kedua faktor tersebut harus betul-betul diperhatikankarena keduanya saling mendukung satu sama lain. Kata Kunci : Fungsi, Tari, Pertunjukan.

Mengapa Tari Saman tergolong tarian yang istimewa?

Unsur tari Saman – Dikutip dari buku Lanskap Negeri Saman (2017) karya Rismawati, tari Saman adalah sebuah tarian suku Gayo yang biasa ditampilkan untuk merayakan peristiwa-peristiwa penting dalam adat. Nyanyian tari Saman menggunakan bahasa Gayo. Biasanya nyanyian tersebut diawali dengan puji-pujian kepada Allah.

Apakah Tari Saman boleh dilakukan oleh laki-laki?

‘ Saman di Tarikan oleh laki – laki. Tidak boleh di campur antara laki – laki dan perempuan. Tidak boleh pula di Mainkan oleh Perempun’ tegas Bupati Amru. Senada dengan itu Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gayo Lues dalam kesempatan lain mengatakan bahwa tidak layak wanita menepuk dada dalam tari karena hal tersebut tabu.

You might be interested:  Apa Nama Bahasa Aceh?

Sejarah Tari Saman Apakah ada hubungannya dengan agama penyebaran agama Islam di Aceh?

Abstract – Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis Pertunjukan Tari Saman pada masyarakat Aceh, yang memfokuskan pada kajian Fungsi Tari Saman yang menjadi identitas masyarakat Aceh Gayo. Identitas dan aktualisasi tari Saman pada masyarakat Gayo berdasarkan agama dan adat istiadat yang menyertakan aspek-aspek yang membentuk tari pada masyarakat Aceh, seperti: kehidupan sosio-religi, filosofis, lambang, norma dan etika.

Dalam penyajiannya, syarat dengan nilai-nilai yang akhirnya menjadikan sebagai identitas bagi masyarakat Aceh secara keseluruhan, dan arahnya kemasa depan. Tari saman merupakan sebuah tarian yang mengungkapkan semangat untuk mengajarkan dan menanamkan akidah dan syariah Islam kepada masyarakat, yang diekspresikan melalui gerak dan syair-syair yang indah.

Tari ini selain bertujuan sebagai media dakwah, juga bertujuan untuk menghindari kejenuhan dalam belajar. Tari Saman merupakan santapan estetis yang menjelaskan kehidupan sosio-agama, filosofis, norma dan etika dalam kehidupan masyarakat Aceh. Keindahannya hadir untuk kepuasan, kebahagiaan, harapan batin manusia baik sebagai peraga maupun penikmat.

  1. Tari Saman ada berkembang dengan masuknya Islam di Aceh pada abad ke-13, Saman ini kemudian berkembang menjadi kesenian yang mempunyai fungsi sosial budaya dan merupakan hasil akulturasi budaya Islam, dibawa oleh para ulama dan saudagar Islam dari Timur Tengah melalui jalur perdagangan dunia.
  2. Emudian menjadi alat penyebaran agama Islam di seluruh Aceh.

Latar belakang terciptanya tari Saman, dapat diamati dari proses penyusunan gerak tari berikut tata aturan pelaksanaannya, keselarasan hubungan bentuk dan gaya tari yang sekaligus menyertakan aspek-aspek yang melatarbelakanginya seperti: kehidupan sosio-agama, filosofis dlm kehidupan, norma dan etika dilingkungannya.

Item Type: Monograph (Research Report)
Call Number: 793.3 Yus t
Keywords: Semiotik; Pola pertunjukkan; Aspek visual; Aspek auditif; Budaya; Identitas
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology > GN301 Ethnology. Social and cultural anthropology G Geography. Anthropology. Recreation > GV Recreation Leisure > GV1580 Dancing
Divisions: Fakultas Bahasa dan Seni > Pendidikan Seni Tari
Depositing User: Mrs Harly Christy Siagian
Date Deposited: 31 Mar 2016 07:52
URI: http://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/1478

Kapan Tari Piring digunakan?

Saat ini, tari piring dipertunjukkan untuk penyambutan tamu terhormat atau pembukaan upacara adat. Bersama dengan tari saman, pendet, dan jaipong, tari ini menjadi tarian populer Indonesia yang kerap ditampilkan di ajang promosi pariwisata dan kebudayaan Indonesia.

Apa fungsi dari tari seudati Aceh?

Fungsi Tari Seudati – Seudati banyak dikatakan sebagai tari yang dibawa ketika Islam masuk ke Aceh. Maka, tarian ini memiliki fungsi dipentaskan sebagai media dakwah bagi masyarakat agar terhibur sekaligus memahami agama Islam. Kemudian, fungsinya untuk membangkitkan semangat dari syair-syair yang dilantunkan selama tarian berlangsung.

Dipentaskan pada saat apa Tari Kipas Pakarena?

Setiap daerah di nusantara pasti memiliki adat budaya yang menjadi ciri khas. Budaya tersebut meliputi lagu daerah, baju adat, bahasa daerah hingga tari tradisional. Misalnya tari daerah yang sangat terkenal dari daerah Gowa, Sulawesi Selatan, yaitu Tari Kipas Pakarena.

Tarian adat ini menjadi kebanggaan masyarakat Gowa karena memiliki konsep unik, salah satunya dari epitimologi namanya. Dalam bahasa setempat, kata pakarena memiliki arti main. Tarian ini menggunakan kipas sebagai properti, bentuknya adalah kipas lipat asli dari Gowa, Sulawesi Selatan. Jika diartikan, Tari Kipas Pakarena bermakna tarian yang dilakukan dengan memainkan kipas.

Tari kipas ini dimainkan oleh penari wanita dengan memakai busana adat. Gerakan penari begitu untuk dengan gaya khas menggunakan kipas sebagai atribut yang menjadi cirinya. Biasanya tarian tradisional Gowa ini dipentaskan pada acara adat serta menjadi tari hiburan.