Sumber Daya Alam Yang Dimiliki Aceh Adalah?

0 Comments

Sumber Daya Alam Yang Dimiliki Aceh Adalah
Padahal Aceh dikaruniai kekayaan alam yang bisa dimanfaatkan untuk mengangkat aktivitas ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Dari bidang pertambangan, Aceh adalah penghasil perak, gas alam, minyak bumi, emas, dan batu bara. Gas alam mungkin yang paling terkenal, Aceh memiliki Lapangan Arun yang legendaris.

Lapangan Arun di Aceh telah berproduksi sejak tahun 1970-an untuk memenuhi kebutuhan pabrik Pupuk Iskandar Muda, pembangkit listrik, serta ekspor LNG ke Jepang dan Korea. Pada saat itu, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang beroperasi adalah ExxonMobil Oil Indonesia yang saat ini sudah beralih ke PHE NSO-NSB.

KKKS lain yang beroperasi di Aceh saat ini adalah Medco E&P Malaka, Triangle Pase Inc dan ENI Krueng Mane Ltd, sedangkan di Sumatra Bagian Utara KKKS yang beroperasi adalah Pertamina EP Asset 1 dan EMP Gebang. Per Januari 2017, cadangan gas bumi Region I sebesar 6,60 TSCF yang berupa cadangan terbukti ( proven reserves ) sebesar 1,33 TSCF dan cadangan potensial ( probable and possible reserves ) sebesar 5,27 TSCF.

  1. PT Medco E&P Malaka mendominasi kepemilikan cadangan sebesar 3,68 TSCF disusul PHE NSO-NSB sebesar 1,11 TSCF, Pertamina EP Asset 1 sebesar 0.83 TSCF dan sisanya sebesar 0,98 TSCF dari tiga Wilayah Kerja lainnya yaitu Gebang, Krueng Mane, dan Pase.
  2. Selain pasokan gas bumi dari lapangan yang ada di Region I, saat ini gas bumi juga didatangkan dari Tangguh melalui Terminal Regasifikasi Arun.

Fasilitas ini merupakan fasilitas eks LNG Plant yang dikonversi menjadi fasilitas regasi kasi. Gas bumi tersebut kemudian dialirkan ke Belawan melalui pipa transmisi Arun-Belawan berdiameter 24 inci dengan kapasitas terpasang 200 MMSCFD untuk memenuhi kebutuhan PLN dan industri di Medan dan sekitarnya.

Apa saja sumber daya alam Sumatera?

Contoh sumber daya alam hayati di Sumatera meliputi Kelapa sawit (Riau, Sumatera Utara, Sumatera Selatan), Karet ( Sumatera Utara, Riau, Aceh), Kopi (Aceh dan Sumatera Utara), Cengkeh (Jambi), Kina ( Sumatera Barat), Kayu manis ( Sumatera Barat), Udang (Lampung), Ikan (Riau dan Kepulauan Riau), dan Coklat/Kakao (Lampung).

Sumber daya alam apa saja yang terdapat di Pulau Jawa?

Sumber Daya Alam di Pulau Jawa – Sebelum lanjut ke sumber daya alam yang ada di berbagai Provinsi di pulau Jawa, kamu udah tau belum apa aja yang termasuk dalam sumber daya alam? Yuk lihat daftar sumber daya alam di bawah ini:

AirTanahUdara TumbuhanHewanMatahariMinyak BumiBatu BaruEmas

Udah tau ya contoh-contoh sumber daya alam tuh ada apa aja. Bahasan selanjutnya bakal tentang potensi sumber daya alam di pulau Jawa di berbagai Provinsinya. Seperti yang kamu tau, pulau Jawa memiliki 6 Provinsi yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan DKI Jakarta.

You might be interested:  Pemimpin Perlawanan Terhadap Belanda Yang Berasal Dari Aceh Adalah?

Apa sumber daya alam di Jawa Tengah?

Mineral – Harta kekayaan Provinsi Jateng lainnya adalah hutan yang berfungsi sebagai daerah resapan air, peternakan, serta perikanan. Selain itu ada juga sumber day non-alam yang dimiliki Jateng, yaitu batu bara, minyak bumi, pasir besi, mangan, emas, belerang, batu andesit, tanah urug, batu sabak, dan mineral lainnya.

Apa saja potensi Aceh?

UPT_TIK 01.02.2018 0 10921 Cakrawala

Provinsi Aceh dengan luas wilayah 5.677.081 hektar memiliki potensi sumberdaya alam yang berlimpah mulai dari sumberdaya hutan, perkebunan, pertanian, peternakan, perikanan, pertambangan dan sebagainya. Pada saat Prof. Dr. Ibrahim Hasan menjabat sebagai Gubernur Aceh, beliau membagi wilayah Aceh ini menjadi dua zona, yaitu zona industri wilayah pantai utara dan timur, dan zona pertanian terdiri dari wilayah pantai barat, selatan dan tengah.

  • Menurut penulis, pembagian zona ini sangat tepat untuk pengembangan wilayah sesuai dengan kondisi dan potensi wilayah yang ada.
  • Ini zona tersebut telah pudar dan tidak digunakan lagi sebagai pedoman dalam pengembangan wilayah berbasis zonasi dan potensi daerah.
  • Oleh sebab itu kita perlu menggali kembali potensi wilayah dan permasahalaan yang terjadi ditengah masyarakat dan mencoba menyelesaikannya sendiri berdasarkan kekuatan dan kearifan lokal masyarakat.

Sementara wilayah barat selatan aceh (barsela) sejak zaman kolonial sesungguhnya kaya akan sumberdaya tanaman pertanian pangan, peternakan dan perkebunan. Berdasarkan data Aceh dalam angka tahun 2013, luas areal dan produksi komoditi perkebunan dapat dilihat pada tabel-1 berikut ini.

Sawit Perkebunan Rakyat 126.550 224.320 Sawit Perkebunan Besar 110.065 845.426 Karet 63.160 36.533 Nilam 830 1.722 Kakao 16.202 2.969 Kelapa 33.210 12.178 Pala 20.262 6.290 Cengkeh 15.149 2.821

Data diatas menunjukkan bahwa komoditi unggulan Wilayah Barsela adalah sawit dan karet, namun komoditi perkebunan lainnya tidak kalah pentingnya seperti nilam dan pala. Khusus minyak nilam, komoditi ini merupakan komoditi ekspor Indonesia yang memiliki nilai tinggi dan 70 persen dari ekspor tersebut berasal dari wilayah Barsela, begitu juga dengan minyak pala.

  1. Namun pemerintah daerah harus penuh perhatian dan berusaha keras mengembangkan minyak atsiri tersebut sebagai komoditi ekspor, terlebih nilam dan pala saat ini banyak terserang hama dan penyakit, sehingga produksi komoditi ini menurun drastis.
  2. Penyakit yang sering menyerang nilam adalah penyakit budok, dengan gejala daun berubah warna menjadi khlorosis, mengeriting, rapuh, kalau diremas mudah hancur seperti kerupuk.

Penyebab penyakit ini adalah sejenis virus yang dibawa dan disebarkan oleh serangga vektor, seperti kutu daun. Sedangkan tanaman pala banyak terserang oleh penggerek batang pala (Batocera hercules), sejenis serangga, jenis coleoptera (kumbang). Kumbang aktif pada malam hari (nokturnal), namun stadia yang merusak tanaman pala adalah stadia larva (ulat).

Apa saja keunggulan hasil sumber daya alam dari wilayah Provinsi Aceh?

Sumber Daya Alam Yang Dimiliki Aceh Adalah Aceh atau secara resmi, Nanggroe Aceh Darussalam adalah sebuah Daerah Istimewa yang terletak di Pulau Sumatra. Secara administratif, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam terbagi menjadi 17 kabupaten dan 4 kota dengan Banda Aceh sebagai ibukota provinsi. Daerah Aceh memiliki potensi besar di bidang pertanian dan perkebunan.

  • Pertanian di daerah Aceh meng-hasilkan beras, kedelai, ubi kayu, ubi jalar, jagung, kacang kedelai, sayur-sayuran, dan buah-buahan.
  • Se-dangkan di bidang perkebunan, daerah Aceh meng-hasilkan coklat, kemiri, karet, kelapa sawit, kelapa, ko-pi, cengkeh, pala, nilam, lada, pinang, tebu, temba-kau, dan randu.
You might be interested:  Pt Bank Bni Syariah Banda Aceh?

Daerah Aceh juga banyak menghasilkan sayur-sayuran dan buah-buahan, seperti bawang merah, cabe, kubis, kentang, kacang panjang, tomat, ketimun, pisang, mangga, rambutan, nangka, durian, jambu biji, pepaya, dan melinjo. Hasil perikanan di Aceh terdiri dari perikanan darat dan laut.

  • Potensi perikanan laut di daerah Aceh cukup potensial, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal.
  • Sektor perikanan di Aceh akan lebih banyak lagi jika dikembangkan dengan menggunakan peralatan yang modern dan canggih.
  • Potensi perikanan, termasuk perikanan laut di kawasan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE); belum dimanfaatkan secara optimal.

Pada sektor peternakan, daerah ini menghasilkan ternak sapi potong, kerbau, kuda, kambing, domba, ayam buras, ayam pedaging, ayam petelur dan itik.

Apa saja sumber daya alam di Papua?

Provinsi Papua : Wilayah Kaya Sumber Daya Alam di Ujung Timur Indonesia. Terletak di ujung timur Indonesia, Provinsi Papua terkenal kaya akan sumber daya mineral logam seperti tembaga, emas, dan perak. Di sisi lain, provinsi berjuluk ‘Bumi Cenderawasih’ ini masih bergulat dengan tantangan mengentaskan kemiskinan.

Sumber daya alam apa yang ada di Kalimantan?

Kalimantan Timur adalah sebuah provinsi Indonesia di Pulau Kalimantan bagian ujung timur yang berbatasan dengan malaysia, Kalimantan Utara Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat dan Sulawesi. Luas total Kalimantan Timur adalah 127, 446,92 k dengan populasi sebesar 3.575.449 Jiwa pada tahun 2017.

  1. Alimantan Timur merupakan wilayah dengan kepadatan penduduk terendah keempat di Indonesia.
  2. Ibu Kota Provinsi ini adalah Kota Samarinda.
  3. Provinsi Kalimantan Timur sebelum proses pemekaran menjadi Kalimantan Utara merupakan provinsi terluas kedua di Indonesia setelah Papua dengan luas 194, 489 Km yang hampir sama dengan ruas Pulau Jawa.

Provinsi Kalimantan Timur terbagi menjadi 7 Kabupaten dan 3 Kota dengan 107 kecamatan dan 1.032. Tujuh Kabupaten antara lain adalah Penajam Paser, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara, Berau dan Mahakam Ulu. Sedangkan Kota besar ada pada Kota Samarinda, Kota Balikpapan dan Kota Bontang.

  • Alimantan Timur merupakan pintu gerbang utama Wilayah Indonesia Timur.
  • Daerah yang terkenal sebagai gudang kayu dan hasil tambang ini mempunyai ratusan sungai yang tersebar pada hampir seluruh kabupaten atau kota dan merupakan sarana angkutan Utama selain angkatan darat, dengan sungai yang terpanjang adalah Sungai Mahakam.

Kalimantan Timur memiliki beberapa tujuan wisata seperti kepulauan Derawan Berau, Taman Nasional Kayan Mentarang dan Batu Lamampu, Nunukan. Peternakan buaya di balikpapan, peternakan Rusa di Penajam, Kampung Dayak Samarinda dan lain-lain. Hasil utama provinsi Kalimantan adalah Minyak, Gas, Alam dan Batu Bara.

You might be interested:  Bagaimana Perlawanan Rakyat Aceh Terhadap Portugis?

Sektor lainnya bergerak dalam bidang Agrikultur, Pariwisata dan Industri pengolahan. Daerah Balikpapan dan Bontang mulai mengembangkan kawasan industri dalam bermacam bidang dengan tujuan untuk mempercepat roda pertumbuhan ekonomi. Sementara kabupaten kini membuka wilayahnya untuk digunakan sebagai perkebunan seperti kelapa sawit dan lain-lain.

Hasil sumber daya alam sebagian besar telah diekspor keluar negeri, sehingga kaltim merupakan penghasil devisa utama bagi Indonesia khususnya dari sektor pertambangan dan kehutanan. Berikut adalah Potensi Sumber Daya yang terdapat di Kalimantan Timur.

Apa saja sumber daya alam di Sulawesi?

Iklim investasi di Sultra sangat menggembirakan. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Sultra mencatat realisasi investasi di Sultra mencapai Rp 11 triliun tahun 2017. Ini sebuah capaian besar karena melampaui target secara nasional yang hanya berada pada level Rp 10 triliun.

  1. Eberhasilan tersebut diungkapkan Kepala DPM PTSP Sultra, Masmuddin.
  2. Capaian nilai investasi hingga Rp 11 triliun itu tak lepas dari potensi Sultra dari berbagai sektor.
  3. Diantaranya, sumber daya alam (SDA) yang begitu melimpah di Bumi Anoa ini baik nikel, aspal, emas dan hasil tambang lainnya.
  4. Bidang lainnya adalah sektor pertanian, industri jasa, peternakan, perikanan, pariwisata dan budaya.

Potensi itu tersebar di 16 kabupaten dan kota di Sultra. “Rp 11 triliun kita peroleh. Dan itu belum dengan hasil investasi triwulan keempat tahun ini sehingga bisa lebih lagi,” ujar Masmuddin di ruang kerjanya, Selasa (19/12). Capaian itu, kata Masmuddin mengindikasikan bahwa investasi atau penanaman modal sangat membantu pertumbuhan ekonomi Sultra.

Laju pertumbuhan ekonomi suatu daerah ditentukan dari empat poin yakni belanja pemerintah daerah, belanja konsumsi masyarakat atau rumah tangga, ekspor dan impor serta pertumbuhan investasi. “Nah, bidang keempat ini bisa memberikan sumbangsih perekonomian daerah,” ungkap mantan Wakil Bupati Konawe itu.

Melihat prestasi itu, pemerintah pusat kembali menargetkan nilai investasi yang harus dicapai Pemporv Sultra tahun 2018. Angka targetnya cukup fantastis, yakni sebesar Rp 27 triliun atau sekira 170 persen dari target tahun 2017. DPM PTSP Sultra menerima tantangan pemerintah pusat itu dan berkomitmen akan merealisasikan target tersebut.

  1. Untuk mencapai target investasi Rp 27 triliun itu, Masmuddin mengaku sudah menyiapkan berbagai langkah-langkah strategis.
  2. Diantaranya, menggiatkan promosi akan potensi daerah kepada pemilik modal agar tertarik berinvestasi di Sultra.
  3. Selain itu, membenahi pelayanan perizinan untuk kemudahan dalam berinvestasi sesuai peraturan dari pemerintah pusat yang harus diterapkan pemda.

“Memberikan iklim kenyamanan kepada pemilik modal yang sudah berinvestasi saat ini untuk selalu nyaman dalam investasi. Terakhir, masyarakat yang berada diwilayah potensi investasi agar bisa welcome kepada investor. Sehingga, kita sangat optimis bisa meraih target Rp 27 triliun tahun 2018 nanti,” jelas Masmuddin.