Sultan Yang Memerintah Kesultanan Aceh Darussalam Adalah?

0 Comments

Sultan Yang Memerintah Kesultanan Aceh Darussalam Adalah
Hampir dalam seluruh aspek kehidupan menunjukkan bahwa zaman Sultan Iskandar muda merupakan masa kegemilangan Aceh.

Bagaimana sejarah Kesultanan Aceh Darussalam?

Keruntuhan & Peninggalan Kesultanan Aceh Darussalam – Sepeninggal Sultan Iskandar Muda yang wafat pada 27 Desember 1636, seperti dikutip dari laman Pemprov Aceh, Kesultanan Aceh melemah di tangan penerus-penerusnya. Kesultanan Aceh perlahan merosot wibawanya dan mulai terpengaruh oleh bangsa lain.

Bangsa Barat mulai menguasai Aceh dengan penandatanganan Traktat London dan Traktat Sumatera. Pada 26 Maret 1873, Belanda menyatakan perang dengan Kesultanan Aceh dan terjadilah Perang Sabi selama 30 tahun. Banyak jiwa yang menjadi korban. Akhirnya Sultan Aceh terahir, Sultan Muhammad Daud Syah, mengakui kedaulatan Belanda di Aceh.

Sejak saat itu, wilayah Aceh masuk secara administratif ke dalam Hindia Timur Belanda (Nederlansch Oost-Indie) yang kemudian menjelma sebagai Hindia Belanda, cikal-bakal Indonesia Sisa-sisa peninggalan Kesultanan Aceh Darussalam masih ada yang bertahan hingga sekarang.

Beberapa di antaranya adalah Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh, Taman Sari Gunongan, Benteng Indra Patra, dan meriam Kesultanan Aceh. Di samping itu ada pula Masjid Tua Indrapuri, makam Sultan Iskandar Muda, uang emas Kerajaan Aceh, stempel cap Sikureung, kerkhof, pedang Aman Nyerang, dan berbagai naskah karya sastra.

(tirto.id – Sosial Budaya ) Kontributor: Ilham Choirul Anwar Penulis: Ilham Choirul Anwar Editor: Iswara N Raditya

Apa yang dimaksud dengan Kesultanan Aceh?

KOMPAS.com – Kerajaan Aceh atau Kesultanan Aceh Darussalam adalah salah satu kerajaan Islam yang terletak di ujung Pulau Sumatera. Kerajaan ini didirikan oleh Sultan Ali Mughayat Syah pada 1496 masehi. Namun, Kesultanan Aceh baru menjadi penguasa setelah mengambil alih Samudera Pasai pada 1524 masehi.

  1. Erajaan Aceh berkuasa mulai akhir abad ke-15 hingga awal abad ke-20.
  2. Dalam rentang empat abad tersebut, telah berkuasa 35 orang sultan dan sultanah.
  3. Esultanan Aceh mencapai puncak kejayaannya pada masa kepemimpinan Sultan Iskandar Muda (1607-1636 M).
  4. Pada masa kepemimpinannya, Aceh menaklukkan Pahang yang merupakan sumber timah utama dan melakukan penyerangan terhadap Portugis di Melaka dengan armada yang terdiri dari 500 kapal perang dan 60.000 tentara laut.
You might be interested:  Siapa Saja Tokoh Pahlawan Aceh?

Sistem pergantian takhta di Kerajaan Aceh tidak selalu kepada putra laki-laki, akan tetapi bisa juga putri, kemenakan, ataupun istri raja yang wafat. Oleh karena itu, seorang putri pun memungkinkan untuk memegang jabatan raja atau disebut sultanah. Baca juga: Raja-Raja Kerajaan Demak Berikut ini 35 sultan dan sultanah yang berkuasa menjadi raja Kerajaan Aceh.

Sultan Ali Mughayat Syah (1496-1528 M) Sultan Salahudin (1528-1537 M) Sultan Alaudin Riayat Syah al-Kahar (1537-1568 M) Sultan Husein Ali Riayat Syah (1568-1575 M) Sultan Muda (1575 M) Sultan Sri Alam (1575 – 1576 M) Sultan Zain al-Abidin (1576-1577 M) Sultan Ala‘ al-Din Mansur Syah (1577-1589 M) Sultan Buyong (1589-1596 M) Sultan Ala‘ al-Din Riayat Syah Sayyid al-Mukammil (1596-1604 M) Sultan Ali Riayat Syah (1604-1607 M) Sultan Iskandar Muda Johan Pahlawan Meukuta Alam (1607-1636 M) Sultan Iskandar Thani (1636-1641 M) Sri Ratu Safi al-Din Taj al-Alam (1641-1675 M) Sri Ratu Naqi al-Din Nur al-Alam (1675-1678 M) Sri Ratu Zaqi al-Din Inayat Syah (1678-1688 M) Sri Ratu Kamalat Syah Zinat al-Din (1688-1699 M) Sultan Badr al-Alam Syarif Hashim Jamal al-Din (1699-1702 M) Sultan Perkasa Alam Syarif Lamtui (1702-1703 M) Sultan Jamal al-Alam Badr al-Munir (1703-1726 M) Sultan Jauhar al-Alam Amin al-Din (1726 M) Sultan Syams al-Alam (1726-1727 M) Sultan Ala‘ al-Din Ahmad Syah (1727-1735 M) Sultan Ala‘ al-Din Johan Syah (1735-1760 M) Sultan Mahmud Syah (1760-1781 M) Sultan Badr al-Din (1781-1785 M) Sultan Sulaiman Syah (1785-) Alauddin Muhammad Daud Syah Sultan Ala‘ al-Din Jauhar al-Alam (1795-1815 M) dan (1818-1824 M) Sultan Syarif Saif al-Alam (1815-1818 M) Sultan Muhammad Syah (1824-1838 M) Sultan Sulaiman Syah (1838-1857 M) Sultan Mansur Syah (1857-1870 M) Sultan Mahmud Syah (1870-1874 M) Sultan Muhammad Daud Syah (1874-1903 M)

You might be interested:  Tari Saman Dari Aceh Termasuk Tari Yang Gerakannya?

Baca juga: Alauddin Riayat Syah al-Kahar