Sultan Aceh Yang Mengadakan Hubungan Diplomatik Dengan Kerajaan Istanbul?

0 Comments

Sultan Aceh Yang Mengadakan Hubungan Diplomatik Dengan Kerajaan Istanbul
OLEH HASANUL RIZQA Kesultanan Aceh Darussalam berdaulat sejak awal abad ke-16. Dalam sejarahnya, Tanah Rencong membangun relasi erat dengan Turki Utsmaniyah. Kekhalifahan itu mendukungnya dalam mengusir penjajah dari Nusantara. Kesultanan Aceh Darussalam tidak pernah mampu membebaskan Melaka dari tangan Portugis.

  • Prof Amirul Hadi dalam Aceh: Sejarah, Budaya dan Tradisi (2010) mengatakan, penyebabnya cenderung pada kelemahan armada laut kerajaan Islam itu, alih-alih keunggulan strategi tempur Portugis.
  • Harus diakui, kualitas dan efektivitas artileri Aceh jauh tertinggal dari kemajuan industri persenjataan Eropa yang dipakai Portugis.

Bala bantuan yang diterima Tanah Rencong dari Kekhalifahan Turki Utsmaniyah saat itu ternyata belumlah mencukupi. John Davis menyaksikan bagaimana tak seimbangnya kekuatan militer antara Aceh dan Portugis di Melaka. Menurut pelaut Inggris dari abad ke-16 itu, Aceh memiliki stok artileri yang banyak, tetapi persenjataan tersebut digunakan tanpa kereta pembawa.

  1. Betapapun banyaknya artileri yang dimiliki Aceh, hasilnya tidak akan efektif karena tidak adanya kereta pembawa senjata.
  2. Sementara itu, Portugal juga tak dapat berbuat banyak.
  3. Jangankan berencana menginvasi Aceh, mempertahankan Melaka pun susah-payah dilakukan.
  4. Sebab, jumlah personel Portugis yang tinggal di Melaka sangat kecil, diperkirakan tak sampai 600 orang.

Hadi menjelasakan, keadaan itu didasari berbagai kendala. Misalnya, jarak antara Lisbon dan Melaka yang sangat jauh sehingga menyulitkan pengiriman personel dalam jumlah besar. Apalagi, pada faktanya Portugal saat itu “hanya” berpenduduk sekitar 1,5 juta orang.

  1. Sementara, koloni Portugis tersebar di Afrika Barat, Amerika Selatan, dan India.
  2. Pemerintahnya mesti membagi seluruh personelnya yang terbatas ke tiap kawasan tersebut.
  3. Menguasai Melaka juga tidak otomatis mendatangkan keuntungan yang besar bagi Portugis.
  4. Sebab, lanjut Hadi, bangsa Eropa tersebut sedari awal salah dalam mengelola bandar strategis di pesisir Selat Malaka itu.

Mungkin Lisbon piawai dalam bidang militer, tetapi cukup teledor dalam manajemen perdagangan. Menguasai Melaka juga tidak otomatis mendatangkan keuntungan yang besar bagi Portugis. Ambil contoh, pemberlakuan kebijakan pajak yang justru berdampak pada sepinya Melaka.

  • Secara diskriminatif, Portugis menetapkan pajak yang lebih tinggi untuk kapal-kapal dari Pegu, Sumatra, Temasek, Sabah, dan Asia Selatan.
  • Alhasil, sedikit sekali pedagang yang sudi berlabuh ke entrepot tersebut.
  • Untuk mendapatkan pasokan rempah-rempah dari Maluku, mereka lebih suka singgah ke Aceh atau Banten.
You might be interested:  Raja Yang Terkenal Dari Aceh Membangun Masjid Baiturrahman Adalah?

Selain itu, birokrasi selama masa pendudukan juga tidak berjalan efektif. Laksamana Portugis yang menaklukkan Melaka pada 1511, Afonso de Albuquerque, menunjuk seorang Hindu Ninachatu sebagai bendahara kota pelabuhan itu. Bukannya semakin baik, kendali atas bandar tersebut justru dimonopoli kelompok hierarkis.

Bagaimana hubungan diplomatik antara Kerajaan Aceh dengan Kesultanan Turki?

Kesultanan Aceh memiliki hubungan diplomatik dengan Turki Usmani terutama sejak abad ke-16. Aceh beberapa kali mengirim utusan ke Istanbul untuk meminta bantuan militer. Mereka mengangkut komoditas dagang terutama lada untuk dipersembahkan kepada sultan.

Pada tahun berapakah Kesultanan Aceh memiliki hubungan diplomatik dengan Kesultanan Turki Khilafah?

JURNAL MEDAN – Kesultanan Islam Turki Utsmani atau Ottoman merupakan kerajaan Islam terakhir yang berkuasa 1299 hingga 1924. Kesultanan yang berpusat di Eropa ini memiliki hubungan diplomatik dengan Kesultanan Islam Aceh sejak tahun 1565. Hubungan kedua kerajaan semakin erat ketika Kesultanan Utsmaniah mendukung kesultanan Aceh dalam melawan penjajah Kristen Portugis.

Baca Juga: Sinopsis Hercai Senin 15 Februari 2021 di NET TV: Miran Temukan Bukti Pembunuh Nasuh, Aslan Lamar Reyyan Ekspedisi antara kedua kerajaan semakin lancar ketika Sultan Alauddin al-Qahhar (1539-1571 ) – Sultan ke-19 dari kerajaan Islam Aceh – meminta dukungan Turki dengan bantuan militer untuk melawan Portugis.

Prof. Dr. Taufik Sejarah Abdullah di dalam buku Ensiklopedia Dunia Islam mengatakan kerajaan Islam Aceh pernah mengajukan diri sebagai vasal atau negeri di bawah perlindungan Turki yang ketika itu menjadi kerajaan terkuat di dunia. Jadi, perlu dicatat bahwa hubungan Turki dengan Aceh sudah dibangun sejak abad ke-16.

You might be interested:  Plakat Pendek Yang Terpaksa Ditandatangani Sultan Aceh Berisi?

Apa nama kerajaan yang dipimpin oleh Sultan Iskandar Muda?

Bacaan lanjutan –

  1. LOMBARD, Denys. Kerajaan Aceh : Zaman Sultan Iskandar Muda (1607-1636), Jakarta : Kepustakan Populer Gramedia, 2006, ulasan di ruangbaca.com Diarsipkan 2007-09-28 di Wayback Machine, ulasan di pdat.co.id Diarsipkan 2007-08-27 di Wayback Machine,
  2. REID, Anthony. Asal Usul Konflik Aceh : Dari Perebutan Pantai Timur Sumatra hingga Akhir Kerajaan Aceh Abad ke-19, Jakarta : Yayasan Obor Indonesia, 2005, ISBN 979-461-534-X

Apa hubungan Aceh dengan Turki Usmani?

Tentara Turki Usmani dalam sebuah pertempuran pada 1526. (Wikimedia Commons). Kesultanan Aceh memiliki hubungan diplomatik dengan Turki Usmani terutama sejak abad ke-16. Aceh beberapa kali mengirim utusan ke Istanbul untuk meminta bantuan militer. Mereka mengangkut komoditas dagang terutama lada untuk dipersembahkan kepada sultan Turki.

Bahkan, ada bukti kalau Aceh pernah mengajukan diri menjadi vasal atau negeri di bawah perlindungan Turki yang ketika itu merupakan imperium terkuat di dunia. “Bahwa ada kontak diplomatik dengan Turki Usmaini, termasuk Jawa, mungkin saja. Kalau Melayu ada buktinya banyak, saya punya, khususnya Aceh,” kata Oman Fathurahman, Guru Besar Filologi UIN Syarif Hidayatullah, dalam dialog sejarah “Khilafah di Nusantara, Benarkah Ada Jejaknya?” live di kanal Youtube Historia.id, Selasa, 25 Agustus 2020.

Sultan Selim II merespons permintaan bantuan dari Aceh. Turki mengirimkan instruktur, prajurit, dan senjata ke Aceh untuk melawan Portugis. Baca juga: Pasukan Turki dalam Serangan Aceh ke Kerajaan Batak dan Aru Pasukan Turki pertama yang tercatat diupayakan pada 1537 dan 1538.

Namun, mereka kemungkinan tentara bayaran karena menerima imbalan sebanyak empat kapal lada. Pasukan Turki juga terlihat dalam serangan Aceh ke Malaka pada 1547. Bantuan resmi pertama dari Turki yang diusahakan oleh utusan Aceh datang pada 1564 kemudian tahun 1568 untuk melawan Portugis. “Turki negara super power waktu itu apalagi ada ikatan emosional, jadi Aceh minta bantuan ke sana,” kata Oman.

You might be interested:  Jelaskan Apa Yang Mendorong Munculnya Perlawanan Rakyat Aceh?

“Ada respons dan bantuan atas nama solidaritas keagamaan melawan Portugis.” Pada abad ke-19, berdasarkan hubungan yang pernah terjalin, Aceh menginginkan kembali sebagai vasal. “Ditagih lagi, Aceh meminta ditegaskan sebagai bagian dari Turki,” kata Oman.

Namun, menurut Ismail Hakki Kadi, peneliti arsip Turki Usmani, meskipun pernah ada hubungan baik antara dua negara, itu tak cukup meyakinkan untuk mengabulkan permintaan Aceh. Maka, permintaan Aceh ditolak setelah melalui rapat Dewan Menteri ( Majlis-i Vukela ). Dengan demikian, sampai masa Sultan Daud Syah pada akhir abad ke-19, Turki tidak pernah menyetujui permintaan Aceh untuk menjadi salah satu wilayah atau vasalnya.

Alasannya, berdasarkan arsip Turki, jarak Turki dan Aceh yang jauh. Selain itu, Turki menilai tak ada keuntungan langsung yang bisa diraih jika mengabulkan permintaan Aceh. “Terlalu jauh kalau secara politik harus mengurusi, tapi kalau atas nama solidaritas, kepada Aceh (bantuan, red.) dikirim juga.

  1. Ini sampai didiskusikan dengan gubernur Yaman,” kata Oman.
  2. Seandainya pun Turki mengabulkan permintaan Aceh menjadi vasal, dikhawatirkan banyak kerajaan lain yang menginginkan hal serupa.
  3. Artinya, Turki memang tak berkeinginan untuk menjadikan wilayah Nusantara sebagai bagian dari sistem pemerintahannya.

“Kalau sebagai saudara seagama, iya, Turki membantu. Ini bisa dibaca dalam surat-surat yang dikaji oleh Ismail Hakki Kadi,” kata Oman.

Apakah Aceh Khilafah?

Tidak ada sistem khilafah di Aceh. Yg ada hanya penerapan hukum syariah Islam secara terbatas.

Pada masa pemerintahan siapa Kesultanan Aceh mencapai puncak kejayaan?

Diketahui, Kerajaan Aceh merupakan kerajaan Islam yang didirikan oleh Sultan Ali Mughayat Syah pada 1496 Masehi. Wilayah kekuasaan Kerajaan Aceh meliputi Provinsi Aceh, Pesisir Sumatera Utara, dan Semenanjung Melayu. Kerajaan Aceh mencapai puncak kejayaan di bawah kepemimpinan Sultan Iskandar Muda (1607-1636).