Siapa Yang Memimpin Kerajaan Aceh?

0 Comments

Siapa Yang Memimpin Kerajaan Aceh
Sultan Iskandar Muda dalam hal ini merupakan bukti nyata pemimpin yang berhasil membawa Kerajaan Aceh mencapai puncak kejayaannya pada tahun 1604-1637 M. Keberhasilan Sultan Iskandar Muda dalam memimpin, tidak terlepas dari konsep kepemimpinan yang diterapkannya.

Siapakah nama pemimpin Kerajaan Aceh?

Suara.com – Aceh sebelum menjadi sebuah provinsi seperti sekarang dulunya merupakan wilayah kerajaan. Nah, apakah kalian tahu bagaimana sejarah Kerajaan Aceh ? Siapa saja raja Kerajaan Aceh dahulu kala? Dan Apa peninggalan Kerajaan Aceh yang ditemukan? Jawaban pertanyaan itu akan ditemukan dalam artikel berikut.

  1. Erajaan Aceh adalah kerajaan Islam yang didirikan oleh Sultan Ali Mughayat Syah pada 1496 M.
  2. Sebelum akhirnya runtuh di awal abad ke-20, Kesultaan Kerajaan Aceh baru menjadi penguasa di tahun 1524 M usai mengambil alih Samudera Pasai.
  3. Erajaan yang terletak di Kutaraja atau yang lebih dikenal dengan Banda Aceh ini mencapai puncak kejayaannya saat masa kepemimpinan Sultan Iskandar Muda (1607-1636 M).

Berikut sejarah Kerajaan Aceh selengkapnya. Baca Juga: Sejarah Kerajaan Singasari Lengkap dengan Bukti Peninggalannya Sejarah Kerajaan Aceh Kerajaan Aceh berdiri setelah kekuatan Barat tiba di Malaka. Untuk mencegah penguasaan para pendatang itu, Sultan Ali Mughayat Syah menyusun strategi perlawanan dengan menyatukan kerajaan-kerajaan kecil di bawah naungan Kerajaan Aceh Selain itu, Sultan Ali Mughayat Syah juga membentuk angkatan darat dan laut, serta membuat dasar-dasar politik luar negeri, seperti berikut:

Menjalin persahabatan yang lebih erat dengan kerajaan-kerajaan Islam di NusantaraMencukupi kebutuhan sendiri, sehingga tidak bergantung pada pihak luarMenjalankan dakwah Islam ke seluruh nusantaraMenerima bantuan tenaga ahli dari pihak luarBersikap waspada terhadap barat

Puncak Kejayaan Kerajaan Aceh Setelah Sultan Iskandar Muda menggantikan Sultan Ali Riayat Syah (1604-1607 M), kerajaan Aceh mengalami kemajuan yang luar biasa hingga mencapai masa kejayaannya. Di bawah kepemimpinan Sultan Iskandar Muda, Kerajaan Aceh mampu menguasai jalur perdagangan bahkan menjadi bandar transit bagi pedagang-pedagang Islam di Barat.

You might be interested:  Pulau Rondo Di Aceh Merupakan Pulau Yang Menandai Perbatasan Indonesia Dengan?

Baca Juga: Bendera Merah Putih Tertua Milik Kerajaan Siak, Dijahit Permaisuri Sultan Selain itu, Sultan Iskandar Muda juga tetap meneruskan perjuangan Aceh menyerang Portugis dan Kerajaan Johod di Semenanjung Malaya untuk penguasaan jalur perdagangan Selat Malaka dan menguasai daerah-daerah penghasil lada.

Saat itu, Kerajaan Aceh memiliki kekuasaan yang luas. Wilayah kekuasaan Kerajaan Aceh terbentang dari daerah Aru, Indragiri, Kedah, Pahang, dan Perlak. Keruntuhan Kerajaan Aceh Tak berselang lama setelah mundurnya Sultan Iskandar Muda dan digantikan oleh Sultan Iskandar Thani (1636-1641 M), Kerajaan Aceh mulai mengalami keruntuhan.

  1. Salah satu faktor terbesar runtuhnya Kerajaan Aceh adalah adanya perebutan kekuasaan di antara pewaris takhta.
  2. Selain itu, kekuasaan Belanda di Pulau Sumatera dan Selat Malaka pun semakin menguat.
  3. Belanda pun turut melancarkan perang di wilayah Aceh.
  4. Sampai akhirnya 40 tahun berlalu, Kerajaan Aceh jatuh di tangan kolonial Belanda.

Kehidupan Politik Kerajaan Aceh Perubahan kehidupan politik di Kerajaan Aceh dimulai ketika Sultan Iskandar Muda mulai memerintahnya. Sebelumnya penguasaan politik Kerajaan Aceh berfokus pada kekuatan militer sebagai upaya mempertahankan keberadaan dari ancaman dari luar demi perluasan wilayah.

Siapa raja pertama dari Kerajaan Aceh?

terjawab • terverifikasi oleh ahli

Sultan Muhammad Daud Syah, sultan Aceh atau Kerajaan Perlak berdiri tahun 840 M dengan rajanya yang pertama, Sultan Alaidin Syed Maulana Abdul Aziz Syah.

Apa nama Kesultanan Aceh?

Struktur Kerajaan Aceh – Pada masa kepemimpinan Sultan Iskandar Muda, Aceh membentuk sistem politik yang sangat rapi dan sistematis. Salah satunya yaitu terkait pembentukan struktur kekuasaan yang dipegang oleh kerajaan. Berikut adalah rincian penjelasannya:

  1. Kekuasaan Aceh berbentuk kerajaan yang dipimpin oleh seorang sultan. Pengangkatan sultan tersebut dilakukan secara turun temurun warisan dari sultan sebelumnya. Namun, dalam kondisi tertentu, boleh diangkat seorang sultan bukan turunan kerajaan dengan memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan.
  2. Nama kerajaan adalah Kerajaan Aceh Darussalam yang memiliki ibukota di Banda Aceh. Adapun struktur pemerintahan terdiri atas, pemerintah pusat (kerajaan), pemerintah daerahh (keulelbalangan), dan pemerintah desa (kampung). Selain itu, juga terdapat daerah federasi yang disebut dengan Sangoe.
  3. Adapun kepala negara memiliki gelar Sultan Imam Adil sebagai orang pertama dalam kerajaan. Dalam menjalankan pemerintahannya, sultan dibantu oleh seorang sekertaris negara yang memiliki gelar Rama Seutia Keureukon Katibul Muluk.
You might be interested:  Peristiwa Tsunami Yang Terjadi Di Aceh Merupakan Pertemuan Antara Lempeng?

Apa nama masjid peninggalan Kesultanan Aceh?

1. Masjid Raya Baiturrahman – Siapa Yang Memimpin Kerajaan Aceh SHUTTERSTOCK/R.A. KARAMULLAH Masjid Baiturrahman di Banda Aceh. Masjid Baiturrahman merupakan simbol agama, budaya, dan perjuangan rakyat Aceh. Masjid Baiturrahman didirikan pada masa kekuasaan Sultan Iskandar Muda pada tahun 1612. Namun, sumber lain menyebutkan masjid dibangun lebih awal, pada tahun 1291, oleh Sultan Alaudin Mahmudsyah.

Pada masa penjajahan Belanda, masjid pernah dibakar saat Agresi Militer yang dipimpin Jenderal Van Swieten pada tahun 1873. Catatan sejarah lain, Masjid Baiturrahman pernah menjadi saksi dasyatnya bencana tsunami pada 26 Desember 2004. Meskipun diterjang gelombang, masjid masih berdiri kokoh. Sejak dulu, Masjid Baiturrahman tidak hanya untuk tempat ibadah saja, tetapi masjid juga sebagai pusat pendidikan dengan peradaban ilmu agama Islam.

Beberapa kali, Masjid Baiturrahman mengalami renovasi dan perluasan. Saat ini, luas Masjid Baiturrahman 31.000 meter persegi dengan luas bangunan 4.000 meter persegi. Masjid diperkirakan dapat menampung sebanyak 13.000 jamaah. Masjid Baiturrahman menjadi salah satu wisata religi yang menarik wisatawan dalam dan luar negeri.

Siapa nama raja pas jaya jayanya di Kerajaan Aceh?

Raja-raja paling berpengaruh – 1. Sultan Ali Mughayat Syah (1496-1528 M) Sultan Ali Mughayat Syah adalah raja Kerajaan Aceh yang pertama. Di bawah kekuasaannya, Kesultanan Aceh melakukan perluasan ke beberapa daerah di wilayah Sumatera Utara, seperti Daya dan Pasai.

  • Sultan Ali Mughayat Syah juga melakukan serangan terhadap kedudukan Bangsa Portugis di Malaka dan menyerang Kerajaan Aru.2.
  • Sultan Salahudin (1528-1537 M) Setelah Sultan Ali Mughayat wafat, pemerintahan beralih kepada putranya yang bergelar Sultan Salahuddin.
  • Selama menduduki takhta, Sultan Salahudin tidak memedulikan pemerintahaan kerajaannya.

Hal ini membuat keadaan kerajaan goyah dan mengalami kemerosotan tajam. Karenanya, Sultan Salahuddin mundur dan digantikan saudaranya yang bernama Sultan Alauddin Riayat Syah al-Kahar.3. Sultan Alaudin Riayat Syah al-Kahar (1537-1568 M) Setelah resmi menjabat sebagai raja, Sultan Alaudin Riayat Syah al-Kahar melaksanakan berbagai bentuk perubahan dan perbaikan untuk kerajaannya.

  • Sultan Alauddin Ri’ayat Syah al-Kahar merupakan Sultan Aceh pertama yang melakukan penyerangan terhadap kerajaan-kerajaan yang ada di Semenanjung Melayu.
  • Baca juga: Raja-Raja Kerajaan Kutai Kesultanan Aceh juga melakukan perluasaan ke wilayah pantai timur Sumatera hingga berhasil menduduki daerah Kerajaan Aru kemudian mengerahkan pasukannya ke daerah pedalaman Batak, yang saat itu didominasi oleh pemeluk Agama Hindu.
You might be interested:  Makanan Khas Aceh Yang Paling Terkenal?

Meskipun Sultan Alauddin Ri’ayat Syah al-Kahar sebenarnya tidak berhasil secara militer melawan Portugis di Melaka, pemerintahannya berhasil membuat nama Aceh menjadi sangat disegani. Namanya bahkan dikenal sebagai Sultan Aceh yang berhasil menjalin hubungan diplomatik dengan Kesultanan Turki Ottoman.4.

  • Sultan Iskandar Muda (1607-1636 M) Setelah pemerintahan Sultan Alaudin Riayat Syah al-Kahar, Kerajaan Aceh mengalami masa suram dalam waktu yang lama.
  • Pemberontakan dan perebutan kekuasaan sering terjadi.
  • Barulah setelah Sultan Iskandar Muda naik takhta, Kesultanan Aceh mengalami perkembangan pesat hingga mencapai puncak kejayaannya.

Di bawah pemerintahan Sultan Iskandar Muda, Kerajaan Aceh tumbuh menjadi kerajaan besar dan berkuasa atas perdagangan Islam, bahkan menjadi bandar transit yang menghubungkan dengan pedagang Islam di Barat. Sultan Iskandar Muda juga meneruskan perjuangan Aceh dengan menyerang Portugis dan Kerajaan Johor di Semenanjung Malaya supaya bisa menguasai jalur perdagangan di Selat Malaka dan menguasai daerah-daerah penghasil lada.

  1. Di samping itu, Kerajaan Aceh memiliki kekuasaan yang sangat luas, meliputi daerah Aru, Pahang, Kedah, Perlak, dan Indragiri.5.
  2. Sultan Iskandar Thani (1636-1641 M) Dalam menjalankan kekuasaan Sultan Iskandar Thani meneruskan tradisi Sultan Iskandar Muda.
  3. Pada masa pemerintahannya, muncul seorang ulama besar bernama Nuruddin ar-Raniri yang menulis buku sejarah Aceh berjudul Bustanu’ssalatin.

Sebagai ulama besar, Nuruddin ar-Raniri sangat dihormati oleh Sultan Iskandar Thani dan keluarganya serta oleh rakyat Aceh. Referensi: