Seni Tari Bercorak Islam Yang Berasal Dari Aceh Adalah?

0 Comments

Seni Tari Bercorak Islam Yang Berasal Dari Aceh Adalah
1. Tari Saman (Aceh) – Tari Saman merupakan tarian khas dari Aceh. Tarian ini mulanya adalah sebuah permainan masyarakat Gayo bernama Pok Ane. Setelah masuk Islam di kalangan masyarakat setempat, syair dalam permainan Pok Ane berubah menjadi berisi puji-pujian kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW.

Dari manakah asal tari seudati?

Jakarta – Indonesia memiliki beragam tari daerah, salah satunya tari Seudati, Tarian asal Aceh ini memiliki suatu keunikan yaitu dibawakan tanpa iringan alat musik apapun. Tari Seudati berasal dari daerah Pidie, Aceh. Namun ada juga sumber yang mengatakan kalau tari ini berkembang di daerah Aceh Utara.

Apa filosofi dalam tarian Saman khas daerah Aceh?

Gerakan Tari Saman –

Garakan Pembuka (Persalaman) : tahap ini diawali dengan penari yang berdiri dan mengucapkan salam pembuka. Gerakannya diawali dengan berdiri sembari meletakan kedua tangan di depan dada. Setelah itu dilanjutkan pada posisi bersimpuh. Para penari biasanya akan meletakan ikat kepala mereka. Sebagai tanda dimulainya pertunjukan, penari akan melantunkan kalimat “laa ilaha illallah” dan “Assalamualaikum”. Gerakan Inti: pada tahap ini para penari akan melakukan gerakan berupa menepuk paha, dada, dan tangan yang menciptakan irama. Irama tersebut kemudian dipadukan dengan lantunan syair. Gerakan-gerakan tersebut bakal bertambah cepat. Kemduian, para penari mengkombinasikan gerakan membungkuk (45 derajat) ke depan dan kebelakang (40 derajat). Tidak lupa juga ditambah gerakan setengah berdiri serta gerakan kepala. Gerakan Penutup: sebeleum pementasan berakhir, penari akan melakukan posisi badan setengah berdiri sembari meletakan kedua tangan, ditangkupkan di depan dada. Mata mereka menatap ke depan untuk menghormati setiap penonton yang hadir. Setelah itu, penari akan duduk bersimpuh. Tangan mereka diletakan di atas paha. Kemudian, para penari akan meninggalkan tempat pertunjukan.

Tidak hanya indah dari segi niali estetiknya saja, setiap gerakan tari saman memiliki makna. Umumnya makna gerakan tari saman ini melambangkan nilai-nilai ajaran agama islam. Misalnya gerakan selaku, yang dilakuak penari dengan meletakan satu tangan di dada.

  • Gerakan tersebut memiliki makna kerendahan sebagai hamba yang taat kepada Allah SWT.
  • Selain gerakan, lantunan syair yang dibawakan penari mengandung nilai filosofis sangat tinggi.
  • Dikutip dari jurnal Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung berjudul Analisis Nilai-Nilai Pada Tari Saman, setiap penyajian tari saman mencerminkan nilai keagamaan, nilai sosial, dan nilai etika.
You might be interested:  Apa Nama Baju Atasan Untuk Wanita Dari Aceh?

Untuk lebih jelasnya berikut uraiannya:

Tari Zapin apakah bernuansa Islam?

EXPRESI.co, BONTANG – Indonesia sangat kaya akan kesenian, tradisi, dan budaya yang dipengaruhi peradaban Islam. Pengaruh Islam dalam kesenian dapat dilihat dalam wujud seni tari. Seperti Tari Saman yang merupakan perpaduan unsur-unsur Islam dan budaya lokal Aceh.

Berikut lima tarian tradisional Indonesia yang bercorak unsur-unsur Islam.1. Tari Saman (Aceh) Tari Saman merupakan tarian khas dari Aceh. Tarian ini mulanya adalah sebuah permainan masyarakat Gayo bernama Pok Ane. Setelah masuk Islam di kalangan masyarakat setempat, syair dalam permainan Pok Ane berubah menjadi berisi puji-pujian kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW.

Dari sebuah permainan, Pok Ane berubah nama menjadi Tari Saman dan mulai ditampilkan pada acara peringatan acara keagamaan di masa Kesultanan Aceh. Pada perkembangannya, Tari Saman ditampilkan pada acara adat ataupun pada acara penyambutan tamu kehormatan.2.

  • Tari Rabbani Wahed (Bireuen, Aceh) Selain terkenal dengan Tari Saman, Provinsi Aceh juga memiliki seni tari lain yang mengandung nafas-nafas keislaman yaitu Tari Rabbani Wahed.
  • Tarian ini berkembang di daerah Bireuen.
  • Tarian ini mulanya berasal dari Tari Meugrob yaitu tarian budaya Aceh yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu.

Gerak pada Tari Meugrob kemudian yang dimodifikasi oleh T Muhammad Daud Gede pada 1990-an. Tak hanya itu, syair lagunya juga berganti dengan puji-pujian kepada Allah SWT hingga kini populer dikenal sebagai Tari Rabbani Wahed. Tarian pun tak hanya dimainkan pada malam takbiran Idul Fitri, tapi juga saat proses penyambutan mempelai pengantin pria.3.

Tari Seudati (Pidie, Aceh) Aceh juga masih memiliki satu tarian lain yang mengandung ajaran Islam yakni Tari Seudati. Tarian ini berasal dari Desa Gigieng, Kecamatan Simpang, Kabupaten Pidie, Aceh. Awalnya tarian ini dikenal sebagai tarian pesisir atau ratoh yang dimainkan untuk mengawali permainan sabung ayam atau pada saat musim panen tiba pada malam bulan purnama.

You might be interested:  Tarian Yang Berasal Dari Aceh?

Setelah penyebaran Islam, tarian ini beralih fungsi menjadi media dakwah ulama Islam lewat syair-syair dan pantun berisi pujian kepada Allah SWT. Lalu tarian ini bernama Seudati berasal dari kata seurasi artinya harmonis atau kompak. Selain itu, kata seudati juga memiliki makna syahadati atau syahadatain yang artinya kesaksian atau pengakuan.

Tari Seudati dibawakan tanpa musik pengiring dan hanya menggunakan iringan dari suara hentakan kaki, pukulan telapak tangan di dada dan pinggul serta suara petikan jari dari para penari. Biasanya tari seudati ditarikan oleh delapan orang laki-laki sebagai penari utama.4. Tari Zapin (Riau) Tari Zapin mulanya dibawa dari oleh pedagang Arab dari Yaman yang kemudian masuk ke Indonesia tepatnya di kawasan wilayah Kepulauan Riau hingga sekitar pesisir Kalimantan.

Pada awalnya, Tari Zapin dipertunjukkan sebagai hiburan di Istana. Tarian ini dibawakan dengan iringan musik petik gambus, rebana, dan gendang. Syair-syair yang dilantunkan juga mengandung syiar Islam. Saat ini, Tari Zapin dipertunjukkan pada acara-acara tertentu seperti pernikahan, khitanan dan hari raya Islam.

Manakah yang termasuk contoh akulturasi budaya Islam?

Seni bangunan – Bangunan yang dapat dijadikan contoh wujud akulturasi budaya lokal dengan Islam di Indonesia adalah masjid, makam, dan keraton. Di berbagai daerah, bangunan masjid mempunyai berbagai bentuk arsitektur sesuai dengan pengaruh budaya masing-masing.

  1. Sebagai bentuk akulturasi, bangunan masjid selain menjadi tempat beribadah juga mempunyai fungsi sebagai pusat kegiatan sosial, politik dan pendidikan Islam.
  2. Selain masjid, wujud akulturasi kebudayaan lokal dan Islam adalah makam.
  3. Makam biasanya dibuat dengan membangun cungkup atau kijing di atasnya.
  4. Dalam Islam, tidak ada ajaran yang mengharuskan menggunakan dua hal tersebut, karena kijing dan cungkup adalah pengaruh dari kebudayaan Hindu-Buddha yang lebih dulu masuk di nusantara.
You might be interested:  Tari Saman Yang Berasal Dari Aceh Dalam Penyajiaanya Dipimpimpin Oleh?

Tempat tinggal sultan atau keraton juga salah satu perwujudan akulturasi kebudayaan Islam dengan kebudayaan lokal. Hal ini dapat dilihat pada bangunan keraton kesultanan Islam di Jawa dan beberapa di Sumatera yang merupakan perpaduan arsitektur budaya setempat dengan kebudayaan Islam.

Apakah fungsi tari pada zaman Indonesia Islam?

Fungsi Tari Kerajaan Islam – Pada awal mula masa ini, seni tari banyak dilakukan dan dikembangkan oleh orang asing yang masuk ke nusantara seperti dari sudan, eithophia dan sebagainya. Saat itu FUNGSI TARI ADALAH UNTUK MENYAMBUT HARI RAYA ATAU MERAYAKAN HARI BAHAGIA lainnya.

Apa itu tari prasejarah?

Pengertian Tari Primitif – Masa primitif merupakan zaman prasejarah, yakni masa sebelum kerajaan sehingga belum memiliki pemimpin formal. Tari primitif adalah tari yang berkembang pada masa masyarakat primitif yang belum memiliki peradaban. Salah satu perkembangan periodesisasi seni tari yaitu sekitar 20.000 SM hingga 400 M, masa tersebut disebut periodisasi primitif.

Pada zaman masyarakat primitif terbagi menjadi dua zaman, yaitu zaman batu dan zaman logam. Pada zaman batu tarian hanya diiringi dengan sorak sorai dan tepuk tangan. Sedangkan pada zaman logam sudah ditemukan instrumen musik berupa nekara. Baca juga: Tari Tor-Tor Massal, Daya Tarik Festival Danau Toba Nekara adalah suatu alat seperti tambur besar yang bentuknya seperti dandang terbalik atau ditelungkupkan.

Nekara banyak terdapat di Jawa, Sumatera, Bali, Pulau Sumbawa, Pulau Roti, Pulau Leti, serta Pulau Slear. Dalam lukisan-lukisan yang terdapat dalam nekara terdapat gambar penari yang di bagian atasnya dihiasi bulu-bulu burung dan daun-daunan. Saat itu, seni muncul sebagai ungkapan perasaan ekspresi manusia atas suasana tertentu.

Lonjakan kegembiraan maupun lompatan manusia purba saat berburu binatang merupakan ekspresi yang disusun dalam bentuk tarian. Tari primitif merupakan tarian yang berkembang di daerah yang menganut kepercayaan animisme dan dinamisme. Tarian ini lebih menekankan pada pemujaan roh leluhur dan estetika tari.

Baca juga: Kepercayaan Animisme: Pengertian, Sejarah, dan Contohnya