Raja Kesultanan Aceh Yang Memerintah Tahun 1528 Sampai 1537 Ialah?

0 Comments

Raja Kesultanan Aceh Yang Memerintah Tahun 1528 Sampai 1537 Ialah
Menurut sejarah Aceh sebelum abat ke 13 sudah ada kerajaan-kerjaan yang berkembang sangat gemilang dan dikenal negeri yang amat kaya dan makmur. Pada zaman itu kesultanan Aceh telah menjalin hubungan dengan kerajaan –kerajaan barat termasuk Inggris, Ottoman dan Belanda.

Erajaan Aceh berkembang sebagai kerajaan Islam dan mengalami kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda. Perkembangan pesat yang dicapai Kerajaan Aceh tidak lepas dari letak kerajaannya yang strategis, yaitu di Pulau Sumatera bagian utara dan dekat jalur pelayaran perdagangan internasional pada masa itu.a.

Letak Kerajaan Kerajaan Aceh berkembang sebagai kerajaan Islam dan mengalami kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda. Perkembangan pesat yang dicapai Kerajaan Aceh tidak lepas dari letak kerajaannya yang strategis, yaitu di Pulau Sumatera bagian utara dan dekat jalur pelayaran perdagangan internasional pada masa itu.

Ramainya aktivitas pelayaran perdagangan melalui bandar – bandar perdagangan Kerajaan Aceh, mempengaruhi perkembangan kehidupan Kerajaan Aceh dalam segala bidang seperti politik, ekonomi, sosial, budaya.b. Kehidupan Politik Berdasarkan Bustanus salatin ( 1637 M ) karangan Naruddin Ar-Raniri yang berisi silsilah Sultan – Sultan Kerajaan Aceh, dan berita – berita Eropa, Kerjaan Aceh telah berhasil membebaskan diri dari Kerajaan Pedir.

Raja – raja yang pernah memerintah di Kerajaan Aceh :

Sultan Ali Mughayat Syah (1514 – 1528 M)

Sultan Ali Mugayat Syah adalah Raja Kerajaan Aceh yang pertama. yang memerintah tahun 1514 – 1528 M. Di bawah kekuasaannya Kerjaan Aceh melakukan perluasan kekuasaan wilayah ke beberapa daerah antara lain daerah Daya dan Pasai. Bahkan melakukan serangan terhadap bangsa Portugis di Malaka dan juga menyerang Kerajaan Aru.

Sultan Salahuddin

Setelah Sultan Ali Mughayat Wafat, pemerintahan beralih kepada putranya yg bergelar Sultan Salahuddin. Ia memerintah tahun 1528 – 1537 M, selama menduduki tahta kerajaan ia tidak memperdulikan pemerintahaan kerajaannya. Keadaan kerajaan mulai goyah dan mengalami kemerosostan yg tajam. Oelh karena itu, Sultan Salahuddin digantiakan saudaranya yg bernama Alauddin Riayat Syah al-Kahar.

You might be interested:  Tokoh Yang Terlibat Dalam Perang Aceh Dan Belanda?

Sultan Alaudin Riayat Syah al-Kahar

Ia memerintah Aceh dari tahun 1537 – 1568 M. Ia melakukan berbagai bentuk perubahan dan perbaikan dalam segala bentuk pemeintahan Kerajaan Aceh. Pada masa pemeintahannya, Kerajaan Aceh melakukan perluasaan wilayah kekuasaannya seperti melakukan serangan terhadap Kerajaan Malaka ( tetapi gagal ).

Sultan Iskandar Muda

Sultan Iskandar Muda memerintah Kerajaan Aceh tahun 1607 – 16 36 M. Di bawah pemerintahannya, Kerjaan Aceh mengalami kejayaan. Kerajaan Aceh tumbuh menjadi kerjaan besar adn berkuasa atas perdagangan Islam, bahakn menjadi bandar transito yg dapat menghubungkan dgn pedagang Islam di dunia barat.

Berapa lama raja ketiga memerintah di Aceh?

9. Sultan Daud Syah – Raja Kesultanan Aceh Yang Memerintah Tahun 1528 Sampai 1537 Ialah Sumber: Wikimedia Commons Sultan Daud Syah merupakan raja terakhir yang menempati daftar silsilah pewaris Kerajaan Aceh Darussalam. Ia naik tahta pada tahun 1875. Pada waktu itu usianya masih sangat muda, yaitu tujuh tahun. Dirinya diangkat menjadi raja karena menggantikan Sultan Alaiddin Mahmudsyah yang terkena wabah kolera.

Apabila dibandingkan dengan raja-raja yang sebelumnya, kehidupan sang sultan bisa dibilang sangatlah miris. Tidak ada lagi kemewahan yang tersisa untuknya. Bahkan, ia dinobatkan menjadi raja di sebuah masjid. Sebenarnya, ia bisa saja mendapatkan kemewahan apabila bekerja sama dengan Belanda, seperti kebanyakan bangsawan pada waktu itu.

Namun, hal itu tidak dilakukannya. Karena sampai kapan pun, ia tidak akan pernah tunduk kepada Belanda. Seluruh hidupnya dihabiskan untuk mempertahankan kedaulatan Kerajaan Aceh Darussalam. Ia bergerilya di hutan-hutan untuk memimpin perlawanan terhadap penjajah.

Namun kemudian, sekitar tahun 1903, Sultan Daud Syah ditangkap oleh Belanda dan dijadikan tahanan rumah. Penangkapan tersebut berdasarkan sikap sultan yang menolak kooperatif untuk menandatangi perjanjian damai. Menjadi tahanan rumah tak menyurutkan semangatnya untuk melakukan perlawanan. Bersama beberapa tokoh Aceh lainnya, ia bahkan masih mengatur siasat menyerang Belanda.

You might be interested:  Apa Penyebab Terjadinya Gempa Aceh Tahun 2004?

Kemudian pada tahun 1907, Sultan Daud Syah dibuang ke Pulau Jawa. Di tahun 1918, mereka kemudian dipindahkan ke Jakarta. Sang sultan meninggal pada tanggal 6 Februari 1939 dan dimakamkan di Pemakaman Umum, Rawamangun, Jakarta. Tim Sejarah dan Budaya Aceh sebenarnya pernah mengusulkan sang sultan untuk diangkat menjadi pahlawan nasional.

Apa yang terjadi pada masa pemerintahan raja terakhir Kesultanan Aceh?

Peninggalan Kerajaan Aceh –

Masjid Raya Baiturrahman Taman Sari Gunongan Benteng Indra Patra Meriam Kesultanan Aceh Makam Sultan Iskandar Muda Uang emas Kerajaan Aceh

Referensi:

Amarseto, Binuko. (2017). Ensiklopedia Kerajaan Islam di Indonesia. Yogyakarta: Relasi Inti Media. Srinansy dan Rachadian, Harry. (2010). Ensiklopedia Kerajaan- Kerajaan Nusantara, Bandung: Multi Kreasi Satu Delapan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.