Musibah Tsunami Yang Menimpa Nanggroe Aceh Darussalam Dan?

0 Comments

Musibah Tsunami Yang Menimpa Nanggroe Aceh Darussalam Dan
Jawaban: tektonik lautan Penjelasan: Pada tahun Desember 2004, Aceh mengalami tsunami dan gempa dengan kekuatan 9 SR yang dirasakan hingga 11 negara dan menimbulkan 250 korban jiwa. PBB mengatakan bahwa bencana tsunami aceh merupakan bencana kemanusiaan terbesar.

Tsunami di Aceh disebabkan oleh gempa tektonik dengan kekuatan 9 SR dan merupakan gempa terbesar kedua dalam 100 tahun terakhir Gempa Aceh dengan episentrum gempa terletak di lepas pantai barat Sumatra karena wilayah pantai barat Aceh merupakan bagain dari patahan dan zona subduksi antara lempeng Eurasia dengan Indo-Australia.

Jadi tsunami di Aceh diakibatkan oleh gempa tektonik dengan sumber di laut lepas.

Musibah tsunami yang menimpa Nanggroe Aceh Darussalam dan pantai barat Sumatera pada akhir 2004 disebabkan gempa apa?

  • Gempa bumi dan tsunami setan
  • Aceh 2004
Aceh di Indonesia, daerah yang paling luluh lantah diterjang tsunami dan gempa bumi
Tampilkan peta Samudera Hindia Tampilkan peta Asia Tenggara Tampilkan semua
Waktu UTC 2004-12-26 07:58:53
ISC 7453151
USGS- ANSS ComCat
Tanggal setempat Minggu, 26 Desember 2004
Waktu setempat

07:58:53 WIB

Kekuatan 9,1–9,3 M w
Kedalaman 30 km (19 mi)
Episentrum 3°18′58″N 95°51′14″E  /  3.316°N 95.854°E Koordinat : 3°18′58″N 95°51′14″E  /  3.316°N 95.854°E
Jenis Megathrust
Wilayah bencana Indonesia, Sri Lanka, India, Thailand, Bangladesh, Maladewa, Malaysia, Myanmar, Madagaskar, Somalia, Kenya, Tanzania, Seychelles, Afrika Selatan, Yaman
Kerusakan total US$ 2,9 miliar
Intensitas maks. IX ( Violent )
Tsunami 15 hingga 30 meter (50 hingga 100 ft) dengan tinggi maksimal 51 m (167,3 kaki) di Lhoknga.

Siapa saja korban tsunami Aceh?

Minggu, 26 Desember 2021 23:57 WIB – Musibah Tsunami Yang Menimpa Nanggroe Aceh Darussalam Dan Anak-anak bermain di salah satu rumah yang rusak akibat bencana gempa dan gelombang tsunami 26 Desember 2004 di Banda Aceh, Aceh, Sabtu, 21 Desember 2019. Peristiwa gempa dengan magnitudo 9,1 yang berpusat di kawasan Samudera Hindia disertai gelombang tsunami pada 26 Desember 2004.

ANTARA TEMPO.CO, Banda Aceh -Gempa bumi disusul tsunami Aceh tepat tanggal ini 26 Desember pada 2004 lalu memberikan dampak yang besar ke masyarakat dunia, khususnya bumi Aceh. Gempa dengan kekuatan 9 magnitudo ini sedikitnya memakan 250 ribu korban jiwa di 11 negara terdampak. Selain Indonesia, negara yang terdampak di antaranya adalah Malaysia, Thailand, Maladewa, Burma, Sri Langka, Bangladesh, India, dan bahkan Tanzania.

Di Aceh, lebih dari 160 ribu orang dinyatakan meninggal. Di dalamnya, ada sekitar 1148 guru yang menjadi korban.289 ribu anak usia sekolah kehilangan kesempatan untuk menimba ilmu karena rusaknya berbagai gedung sekolah. Berdasarkan data dari Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh-Nias (BRR Aceh-Nias), 93.285 orang dinyatakan hilang.

  • Sekitar 500 ribu orang kehilangan tempat tinggal, dan sekitar 750 ribu orang kehilangan pekerjaan dan menjadi tuna karya.
  • Di provinsi Serambi Mekah itu, sebanyak 654 desa rusak oleh tsunami Aceh,
  • Eluarga yang kehilangan atau rusak tempat tinggalnya tercatat 63.977 KK.
  • Erusakan dan kerugian yang diakibatkan oleh bencana gempa dan tsunami Aceh ini secara keseluruhan mencapai lebih dari 97% dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Aceh.M.

IHSAN NURHIDAYAH Baca: 10 Tim Pelajar Lolos Lomba Sains Project 17 Tahun Tsunami Aceh

Apakah tsunami di Aceh termasuk bencana kemanusiaan terbesar?

26 Desember 2004: Pukul 7.59 waktu setempat, gempa berkekuatan 9,1 sampai 9,3 skala Richter mengguncang dasar laut di barat daya Sumatra, sekitar 20 sampai 25 kilometer lepas pantai. Hanya dalam beberapa jam saja, gelombang tsunami dari gempa itu mencapai daratan Afrika.27 Desember: Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan tsunami di Aceh sebagai bencana kemanusiaan terbesar yang pernah terjadi.

  • Bantuan internasional mulai digerakkan menuju kawasan bencana.
  • Awasan terparah yang dilanda tsunami adalah Aceh, Khao Lak di Thailand dan sebagian Sri Lanka dan India.30 Desember: Sekretaris Jendral PBB saat itu, Khofi Annan, menyebut jumlah korban sedikitnya 115.000 orang tewas.
  • Jerman mengirim pesawat militer yang berfungsi sebagai klinik darurat ke kawasan bencana.

Militer Jerman Bundeswehr dikerahkan untuk membantu korban bencana.31 Desember: Indonesia dinyatakan sebagai kawasan bencana tsunami terparah. Pemerintah Indonesia menyebut korban tewas akan melebihi 100.000 orang.1 Januari 2005: Kapal induk Amerika Serikat “USS Abraham Lincoln” tiba di perairan Sumatra untuk membantu evakuasi korban dan penyaluran bahan bantuan.

  1. Helikopter Amerika Serikat dikerahkan dari kapal induk untuk membagikan bahan bantuan terpenting ke kawasan bencana di Aceh.2.
  2. Januari 2005: Masyarakat internasional menjanjikan bantuan untuk kawasan bencana tsunami senilai 2 miliar US$.4 Januari 2005: PBB menyatakan jumlah korban lebih banyak dari perkiraan semula, sedikitnya 200.000 orang tewas.5 Januari 2005: Eropa memperingati korban tsunami dengan aksi mengheningkan cipta di berbagai kota besar dan dalam sidang parlemen.

Jerman menyatakan sekitar 1.000 warganya yang sedang berwisata di Asia Tenggara hilang. Pemerintah Jerman memutuskan bantuan senilai 500 juta Euro untuk bantuan kemanusaiaan dan pembangunan kembali di kawasan bencana.14 Maret 2005: Indonesia dan Jerman mulai membangun sistem peringatan dini tsunami.

Perangkat teknisnya merupakan sumbangan Jerman kepada Indonesia, senilai 40 juta Euro. Sistem itu dikenal sebagai GITEWS (German Indonesian Tsunami Early Warning System). Tahun 2008 dikembangkan menjadi InaTews (Indonesia Tsunami Early Warning System).19 Maret 2005: Sekitar 380 tentara Jerman yang bertugas di kawasan bencana kembali ke pangkalannya.

Selama bertugas, mereka merawat sekitar 3.000 pasien korban bencana. Masyarakat Jerman mengumpulkan sumbangan bencana Tsunami senilai 670 juta Euro. hp/ml (dpa)

Apa Itu bencana gempa dan tsunami?

Bencana gempa dan tsunami juga diikuti bencana atom, akibat meledaknya pembangkit listrik tenaga nuklir Daiichi di Fukushima. Lebih dari 20.000 tewas akibat gempa berkekuatan 7,9 pada skala Richter, yang mengguncang negara bagian Gujarat di India, 26 Januari 2001, bertepatan dengan peringatan Republic Day ke-52.

Bagaimana kronologi bencana tsunami 2004 di Aceh?

26 Desember 2004: Pukul 7.59 waktu setempat, gempa berkekuatan 9,1 sampai 9,3 skala Richter mengguncang dasar laut di barat daya Sumatra, sekitar 20 sampai 25 kilometer lepas pantai. Hanya dalam beberapa jam saja, gelombang tsunami dari gempa itu mencapai daratan Afrika.27 Desember: Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan tsunami di Aceh sebagai bencana kemanusiaan terbesar yang pernah terjadi.

  1. Bantuan internasional mulai digerakkan menuju kawasan bencana.
  2. Awasan terparah yang dilanda tsunami adalah Aceh, Khao Lak di Thailand dan sebagian Sri Lanka dan India.30 Desember: Sekretaris Jendral PBB saat itu, Khofi Annan, menyebut jumlah korban sedikitnya 115.000 orang tewas.
  3. Jerman mengirim pesawat militer yang berfungsi sebagai klinik darurat ke kawasan bencana.

Militer Jerman Bundeswehr dikerahkan untuk membantu korban bencana.31 Desember: Indonesia dinyatakan sebagai kawasan bencana tsunami terparah. Pemerintah Indonesia menyebut korban tewas akan melebihi 100.000 orang.1 Januari 2005: Kapal induk Amerika Serikat “USS Abraham Lincoln” tiba di perairan Sumatra untuk membantu evakuasi korban dan penyaluran bahan bantuan.

Helikopter Amerika Serikat dikerahkan dari kapal induk untuk membagikan bahan bantuan terpenting ke kawasan bencana di Aceh.2. Januari 2005: Masyarakat internasional menjanjikan bantuan untuk kawasan bencana tsunami senilai 2 miliar US$.4 Januari 2005: PBB menyatakan jumlah korban lebih banyak dari perkiraan semula, sedikitnya 200.000 orang tewas.5 Januari 2005: Eropa memperingati korban tsunami dengan aksi mengheningkan cipta di berbagai kota besar dan dalam sidang parlemen.

Jerman menyatakan sekitar 1.000 warganya yang sedang berwisata di Asia Tenggara hilang. Pemerintah Jerman memutuskan bantuan senilai 500 juta Euro untuk bantuan kemanusaiaan dan pembangunan kembali di kawasan bencana.14 Maret 2005: Indonesia dan Jerman mulai membangun sistem peringatan dini tsunami.

  • Perangkat teknisnya merupakan sumbangan Jerman kepada Indonesia, senilai 40 juta Euro.
  • Sistem itu dikenal sebagai GITEWS (German Indonesian Tsunami Early Warning System).
  • Tahun 2008 dikembangkan menjadi InaTews (Indonesia Tsunami Early Warning System).19 Maret 2005: Sekitar 380 tentara Jerman yang bertugas di kawasan bencana kembali ke pangkalannya.

Selama bertugas, mereka merawat sekitar 3.000 pasien korban bencana. Masyarakat Jerman mengumpulkan sumbangan bencana Tsunami senilai 670 juta Euro. hp/ml (dpa)