Musibah Tsunami Yang Menimpa Aceh Pada Tahun 2004 Disebabkan Gempa?

0 Comments

Musibah Tsunami Yang Menimpa Aceh Pada Tahun 2004 Disebabkan Gempa
Jawaban: tektonik lautan Penjelasan: Pada tahun Desember 2004, Aceh mengalami tsunami dan gempa dengan kekuatan 9 SR yang dirasakan hingga 11 negara dan menimbulkan 250 korban jiwa. PBB mengatakan bahwa bencana tsunami aceh merupakan bencana kemanusiaan terbesar.

Tsunami di Aceh disebabkan oleh gempa tektonik dengan kekuatan 9 SR dan merupakan gempa terbesar kedua dalam 100 tahun terakhir Gempa Aceh dengan episentrum gempa terletak di lepas pantai barat Sumatra karena wilayah pantai barat Aceh merupakan bagain dari patahan dan zona subduksi antara lempeng Eurasia dengan Indo-Australia.

Jadi tsunami di Aceh diakibatkan oleh gempa tektonik dengan sumber di laut lepas.

Apa penyebab terjadinya tsunami di Aceh pada tahun 2004?

Liputan6.com, Jakarta Penyebab tsunami Aceh tahun 2004 dan kronologinya selalu menjadi materi yang menarik untuk dipelajari sebagai pengingat akan salah satu bencana alam terparah yang terjadi selama sejarah modern. Hal ini berdasarkan tinjauan dari national Science Foundation (NFS) dengan melihat aspek jumlah korban dan juga aspek geologi.

Penyebab tsunami Aceh tahun 2004 sendiri diketahui dipicu oleh adanya gempa tektonik yang juga merupakan gempa terbesar ketiga yang pernah tercatat di dunia dan memiliki patahan lempeng terpanjang yang pernah diamati oleh para peneliti. Gempa tektonik pada Samudra Hindia ini menyebabkan gempa dengan kekuatan magnitude 9.2 skala richter dan tsunami setinggi 15 meter atau 50 kaki yang kemudian menerjang daratan aceh dan meluluhlantahkannya.

Bencana ini juga meninggalkan bekas luka yang dalam untuk para penduduk yang tinggal di Desa Gampong di Ulee Lheue, Banda Aceh. Dipicu oleh pergerakan dua lempeng bumi yang terletak di Samudra Hindia, berikut ini Liputan6.com tangkum dari berbagai sumber, Senin (15/8/2022) tentang kronologi dan penyebab Tsunami Aceh serta fakta yang menyertainya.

Apa yang menyebabkan terjadinya tsunami?

Longsor bawah laut – Dalam buku Fundamental Oseanografi (2017) karangan Defri Yona, dkk dituliskan bahwa, longsor bawah laut disebabkan oleh pergerakan besar pada kerak Bumi yang kerap terjadi di perbatasan antarlempeng tektonik. Sederhananya, longsor ini terjadi karena adanya tabrakan antara lempeng samudra dengan benua.

Berapa skala Richter gempa di Aceh?

JAKARTA – Gempa bumi dengan magnitudo (M)6,4 terjadi pada 45 km barat daya Meulaboh, Provinsi Aceh, pada Sabtu (24/9), pukul 03.52 WIB. Fenomena ini memicu guncangan kuat yang dirasakan sejumlah warga di wilayah Aceh. Perkembangan terkini pada hari ini, Sabtu (24/9), pukul 08.00 WIB, Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB melaporkan gempa tidak menimbulkan korban maupun kerugian materi, meskipun guncangan gempa tersebut pada kategori kuat.

  • Pusdalops BNPB terus melakukan koordinasi dan pemantauan pada wilayah-wilayah yang melaporkan guncangan kuat.
  • Guncangan kuat dirasakan warga Kabupaten Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Jaya dan Aceh Barat Daya.
  • Masyarakat panik hingga berhamburan ke luar rumah.
  • Sementara itu, warga di Kabupaten Aceh Tengah, Aceh Besar, Aceh Selatan, Pidie Jaya dan Simeulue melaporkan guncangan dengan intensitas sedang dengan durasi waktu berkisar 2 hingga 5 detik.

BPBD Aceh Tengah menyampaikan warganya panik dan ke luar rumah saat guncangan terjadi. Masih di wilayah Provinsi Aceh, guncangan gempa dirasakan lemah 2 hingga 3 detik warga Aceh Tamiang, serta 2 hingga 5 detik dirasakan warga Pidie. Sedangkan di Kabupaten Aceh Singkil, warganya tidak merasakan guncangan gempa.

Berdasarkan parameter BMKG, pusat gempa berada di laut dan berdasarkan pemodelan tidak memicu terjadinya tsunami. Gempa M6,4 berada pada kedalaman 22 km. Melihat intensitas kekuatan gempa dengan skala MMI atau Modified Mercalli Intensity, teridentifikasi wilayah Meulaboh, Aceh Selatan dan Nagan Raya pada IV MMI, Aceh Besar, Banda Aceh, Takengon, Bener Meriah dan Simeulue III MMI, serta Pidie, Idi, Bireuen, Aceh Tamiang dan Langsa II MMI.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeskripsikan IV MMI yaitu warga di dalam rumah dan beberapa di luar rumah merasakan guncangan gempa, gerabah pecah, jendela atau pintu berderik dan dinding berbunyi. Semakin besar MMI, dampak gempak yang dirasakan juga semakin besar.

  • BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk tetap waspada dan siap siaga.
  • Gempa tidak dapat diprediksi kapan dan di mana akan terjadinya.
  • Apabila gempa terjadi, warga jangan panik dan lakukan evakuasi dengan aman.
  • Perhatikan jika warga ingin kembali ke rumah, antisipasi gempa susulan maupun kondisi bangunan pascagempa.
You might be interested:  Raja Kerajaan Aceh Yang Melakukan Perlawanan Terhadap Portugis Adalah?

Data mencatat korban meninggal bukan akibat gempa tetapi bangunan rusak atau pun roboh. Abdul Muhari, Ph.D. Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB

Bagaimana gempa bumi dapat menyebabkan tsunami?

Musibah Tsunami Yang Menimpa Aceh Pada Tahun 2004 Disebabkan Gempa RF._.studio/Pexels Bagaimana tsunami dapat terjadi? Bobo.id – Saat kita membaca berita dan peringatan gempa bumi dari laman resmi BMKG, terdapat keterangan ‘berpotensi tsunami’. Tahukah kamu, mengapa gempa bumi dapat memicu terjadinya gelombang tsunami? Sebelum mencari tahu jawabannya, mari kita simak penjelasan tentang tsunami terlebih dahulu.

  • Apa Itu Tsunami? Dilansir dari Livescience, Wayne Presnell, seorang ahli meteorologi National Oceanic and Atmospheric Administration’s National Weather Service Marine and Coastal Services Branch menjelaskan tentang bagaimana ombak terjadi.
  • Presnell mengatakan pembentuk utama terjadinya ombak adalah angin.

Kecepatan dan durasi angin membantu memengaruhi ukuran dan frekuensi gelombang laut, atau ombak. Ombak atau gelombang laut sebenarnya bergerak dengan kecepatan mencapai 805 kilometer per jam. Lalu, masih bersumber dari Livescience, tsunami adalah serangkaian gelombang ombak besar, yang keluar karena gempa bumi, letusan gunung berapi, tanah longsor, atau ledakan di bawah laut.

  • Sementara menurut National Geographic, tsunami yaitu serangkaian gelombang laut yang mengirimkan gelombang air, yang rata-rata ketinggiannya mencapai lebih dari 30,5 meter.
  • Nah, gelombang tsunami ini dapat terjadi jika secara alami terjadi gempa bumi besar di bawah laut, yang pusatnya terletak di batas lempeng tektonik.

Baca Juga: Mengapa Langit di Siang Hari Berwarna Biru? Ini Penjelasannya Ketika dasar laut di batas lempeng mengalami naik-turun akibat gempa, maka air di atasnya akan membentuk gelombang-gelombang besar. Faktanya, sekitar 80 persen tsunami terjadi di ‘Cincin Api’ Samudra Pasifik.

  1. Cincin Api adalah sebuah jalur berbentuk tapal atau sepatu kuda yang terdiri dari lebih dari 450 gunung berapi di tepi Samudra Pasifik.
  2. Di wilayah Cincin Api ini, aktivitas geologisnya termasuk tinggi, sehingga pergeseran tektonik sering mengakibatkan gempa dan aktivitas gunung berapi.
  3. Jadi, alasan mengapa gempa bumi dapat memicu terjadinya gelombang tsunami adalah karena pergerakan lempeng di bawah laut menyebabkan gelombang laut besar terbentuk.

Ini seperti saat kamu menuangkan air di dalam gelas, kemudian goyangkan dasar gelasnya, maka air di dalam gelas bisa ikut bergoyang. Gelombang Laut Terbesar dalam Sejarah Gelombang laut yang kuat diketahui juga terjadi karena adanya gempa bumi bawah laut hingga tanah longsor.

Jika sudah terjadi gelombang laut yang jauh lebih besar dari ukuran umunya, ombak akan berbahaya. Baca Juga: Mengapa Hewan Bisa Punah karena Pemanasan Global? Ini Hubungan Keduanya Berikut ini contoh dari gelombang laut terbesar yang pernah dicatat oleh sejarah.1. Tsunami Jepang Pada tahun 1700, tsunami misterius menyapu wilayah beberapa desa di pantai timur Jepang.

Gelombang air yang tingginya mencapai 12 kaki atau 3,6 meter ini bisa menyebabkan kehancuran di berbagai aspek.

Jelaskan apa yang menyebabkan terjadinya tsunami brainly?

Jawaban: Sebab tsunami yang paling umum adalah gempa bumi bawah laut, terutama yang terjadi di zona penunjaman dengan kekuatan 7,0 skala magnitudo momen atau lebih. Penyebab lainnya adalah longsor, letusan gunung, dan jatuhnya benda besar seperti meteor ke dalam air.

Bagaimana proses terjadinya tsunami brainly?

Kategori Soal : Bab Proses Terjadinya Tsunami. Kelas : 8 SMP/ VIII SMP Mapel : IPS Pembahasan : Tsunami itu Bisa terjadi Karena 2 Hal. Yaitu : 1.) Akibat Patahan Lempeng Bumi di Dasar laut.2.) Akibat Adanya Letusan Gunung Berapi di tengah laut. Kali Ini Kita Akan membahas Dari No.1 Yaitu : Tsunami Akibat Patahan Lempeng Bumi di Dasar Laut. Indonesia terletak antara Pertemuan 3 lempeng bumi. Yaitu : -> Lempeng Pasifik -> Lempeng Indo-Australia -> Lempeng Eurasia Urutan Terjadinya Tsunami : 1} Adanya Patahan Lempeng 2} Air Laut pun seketika langsung surut 3} Air Laut pun surut 4} Seketika Air naik ke laut sampai daratan dengan kecepatan yang sangat kuat dan menghantam pembatas laut.5} Dan Tsunami pun hingga daratan dan membawa bangunan yang di laluinya dan menewaskan banyak korban jiwa Kali ini Kita akan membahas No.2 Yaitu : Tsunami akibat adanya Letusan Gunung Berapi di dasar laut. Urutan Terjadinya Tsunami : 1} Adanya Gempa di dasar laut.2} Air laut pun keluar dari lautan hingga ke daratan.3} Seketika Air naik ke laut sampai daratan dengan kecepatan yang sangat kuat dan menghantam pembatas laut.4} Dan Tsunami pun hingga daratan dan membawa bangunan yang di laluinya dan menewaskan banyak korban jiwa Semoga membantu yah 🙂 Selamat Belajar ^_^ Semangat !!

You might be interested:  Jarak Medan Banda Aceh?

Gempa di Aceh termasuk gempa apa?

Gempa Aceh malam ini dipicu aktivitas lempeng. ‘Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalamannya, gempa ini merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng,’ terang Daryono.

Apa yang terjadi 2004 di Aceh?

Minggu, 26 Desember 2021 23:57 WIB – Musibah Tsunami Yang Menimpa Aceh Pada Tahun 2004 Disebabkan Gempa Anak-anak bermain di salah satu rumah yang rusak akibat bencana gempa dan gelombang tsunami 26 Desember 2004 di Banda Aceh, Aceh, Sabtu, 21 Desember 2019. Peristiwa gempa dengan magnitudo 9,1 yang berpusat di kawasan Samudera Hindia disertai gelombang tsunami pada 26 Desember 2004.

ANTARA TEMPO.CO, Banda Aceh -Gempa bumi disusul tsunami Aceh tepat tanggal ini 26 Desember pada 2004 lalu memberikan dampak yang besar ke masyarakat dunia, khususnya bumi Aceh. Gempa dengan kekuatan 9 magnitudo ini sedikitnya memakan 250 ribu korban jiwa di 11 negara terdampak. Selain Indonesia, negara yang terdampak di antaranya adalah Malaysia, Thailand, Maladewa, Burma, Sri Langka, Bangladesh, India, dan bahkan Tanzania.

Di Aceh, lebih dari 160 ribu orang dinyatakan meninggal. Di dalamnya, ada sekitar 1148 guru yang menjadi korban.289 ribu anak usia sekolah kehilangan kesempatan untuk menimba ilmu karena rusaknya berbagai gedung sekolah. Berdasarkan data dari Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh-Nias (BRR Aceh-Nias), 93.285 orang dinyatakan hilang.

  1. Sekitar 500 ribu orang kehilangan tempat tinggal, dan sekitar 750 ribu orang kehilangan pekerjaan dan menjadi tuna karya.
  2. Di provinsi Serambi Mekah itu, sebanyak 654 desa rusak oleh tsunami Aceh,
  3. Eluarga yang kehilangan atau rusak tempat tinggalnya tercatat 63.977 KK.
  4. Erusakan dan kerugian yang diakibatkan oleh bencana gempa dan tsunami Aceh ini secara keseluruhan mencapai lebih dari 97% dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Aceh.M.

IHSAN NURHIDAYAH Baca: 10 Tim Pelajar Lolos Lomba Sains Project 17 Tahun Tsunami Aceh

Apa yang dimaksud gempa Mayor?

Klasifikasi besarnya kekuatan gempa – Berdasarkan kekuatannya atau magnitude (M), USGS membedakan gempabumi dapat dibedakan atas :

0.0-3.0 : gempa micro 3.0-3.9 : gempa minor 4.0-4.9 : gempa ringan 5.0-5.9 : gempa sedang 6.0-6.9 : gempa kuat 7.0-7.9 : gempa mayor 8.0 and greater : gempa kuat

Sesuai dengan namanya gempa vulkanik atau gempa gunung api merupakan peristiwa gempa bumi yang disebabkan oleh gerakan atau aktifitas magma dalam gunung berapi. Gempa ini dapat terjadi sebelum dan saat letusan gunung api. Getarannya kadang-kadang dapat dirasakan oleh manusia dan hewan sekitar gunung berapi itu berada. Gunung berapi atau gunung api secara umum adalah istilah yang dapat didefinisikan sebagai suatu sistem saluran fluida panas (batuan dalam wujud cair atau lava ) yang memanjang dari kedalaman sekitar 10 km di bawah permukaan bumi sampai ke permukaan bumi, termasuk endapan hasil akumulasi material yang dikeluarkan pada saat meletus.

Lebih lanjut, istilah gunung api ini juga dipakai untuk menamai fenomena pembentukan ice volcanoes atau gunung api es dan mud volcanoes atau gunung api lumpur. Gunung api es biasa terjadi di daerah yang mempunyai musim dingin bersalju, sedangkan gunung api lumpur dapat kita lihat di daerah Kuwu, Grobogan, Jawa Tengah yang populer sebagai Bledug Kuwu,

Gunung berapi terdapat di seluruh dunia, tetapi lokasi gunung berapi yang paling dikenali adalah gunung berapi yang berada di sepanjang busur Cincin Api Pasifik ( Pacific Ring of Fire ). Busur Cincin Api Pasifik merupakan garis bergeseknya antara dua lempengan tektonik,

Gunung berapi terdapat dalam beberapa bentuk sepanjang masa hidupnya. Gunung berapi yang aktif mungkin berubah menjadi separuh aktif, istirahat, sebelum akhirnya menjadi tidak aktif atau mati. Bagaimanapun gunung berapi mampu istirahat dalam waktu 610 tahun sebelum berubah menjadi aktif kembali. Oleh itu, sulit untuk menentukan keadaan sebenarnya dari suatu gunung berapi itu, apakah gunung berapi itu berada dalam keadaan istirahat atau telah mati.

Apabila gunung berapi meletus, magma yang terkandung di dalam kamar magmar di bawah gunung berapi meletus keluar sebagai lahar atau lava. Selain daripada aliran lava, kehancuran oleh gunung berapi disebabkan melalui berbagai cara seperti berikut: Aliran lava, Letusan gunung berapi, Aliran lumpur, Abu, Kebakaran hutan, Gas beracun, Gelombang tsunami, Gempa bumi, Vulkanisme merupakan proses keluarnya magma ke permukaan bumi. Keluarnya magma ke permukaan bumi umumnya melalui retakan batuan, patahan, dan pipa kepundan pada gunung api. Jika magma yang berusaha keluar tidak mencapai permukaan bumi, proses ini disebut intrusi magma. Jika magma sampai di permukaan bumi, proses ini disebut ekstrusi magma.

You might be interested:  Apa Yang Menjadi Penyebab Kemunduran Kesultanan Aceh Darussalam?

Apa akibat dari tsunami Aceh?

1. Sektor Sosial dan Budaya – Dampak gempa dan tsunami telah mempengaruhi sektor sosial secara masif. Penilaian kerusakan dan kerugian untuk sektor sosial dan budaya meliputi perumahan, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan. Kerusakan perumahan adalah kerusakan terbesar akibat dari tsunami melebihi sektor lainnya.

Dampak kerugiannya mencapai Rp.13,4 triliun, merupakan 32% dari semua kerusakan dan kerugian yang diakibatkan bencana tersebut. Sektor pendidikan diperkirakan sebanyak 45.000 siswa dan 1.870 guru hilang. Sekitar 1.962 sekolah rusak dan hancur sehingga kerugian diperkirakan mencapai Rp 1,041 triliun. Kemudian, sektor kesehatan juga terdampak dengan hancurnya 5 rumah sakit dan 11 puskesmas.

Untuk sektor keagamaan, data Survei Desa (Podes) menunjukkan bahwa ada sekitar 2.000 masjid, 5,500 meunasah (masjid kecil), 2.150 musala, dan 91 tempat ibadah yang terdampak. Podes dan Menteri Dalam Negeri memperkirakan, butuh sekitar Rp 776 juta untuk membangun kembali tempat ibadah di Aceh dan Sumatera.

Apa faktor penyebab terjadinya perubahan sosial yang terjadi di Aceh?

Perubahan Sosial – Selo Sumardjan, mengemukakan “perubahan sosial adalah perubahan lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang berpengaruh pada sistem sosialnya”. Perubahan ini mencakup nilai-nilai, sikap, dan pola perilaku. Terdapat beberapa faktor yang dapat mempercepat terjadinya perubahan sosial diantaranya adalah, terjadinya perang atau konflik, pengaruh kemajuan teknologi dan globalisasi, dan terjadinya bencana alam.

  • Merujuk kepada faktor yang ke-3 (tiga) ini yaitu, terjadinya bencana alam, kini sangat dirasakan masyarakat Nanggroe Aceh Darussalam.
  • Perilaku, tatanan nilai, dan pola pergaulan masyarakat terutama di daerah terdampak Tsunami seperti Kota Banda Aceh telah banyak mengalami perubahan karena banyaknya arus urbanisasi secara lokal, antar daerah dan dari luar daerah Aceh, sementara penduduk yang kokoh mempertahankan tatanan nilai kearifan lokal Aceh pada masa sebelumnya, sebagian besar menjadi korban Tsunami.

Sebelum peristiwa Gempa dan Tsunami menerpa Nanggroe Aceh, masih mudah kita jumpai rumah-rumah penduduk dihiasi alunan suara merdu anak-anak melantunkan asma Allah melalui bacaan ayat suci Al-Qur’an manakala usai shalat magrib, kini banyak yang tergantikan oleh suara televisi, alunan musik dan canda melalui Handphone.

  • Etika azan berkumandang di masjid atau meunasah, aktivitas masyarakat terhenti tanpa komando dan secara spontan mereka bersama-sama menuju tempat ibadah untuk menunaikan shalat berjamaah terutama pada waktu mag’rib.
  • Muda-mudi terutama di perdesaan yang dulunya lekat dengan pakaian yang bercirikan Islam, kini banyak berubah dengan gaun dan celana yang serba transparan.

Musik-musik Aceh yang dulunya berkumandang menghiasi pesta perkawinan atau pada acara-acara tertentu dengan musik rebana, musik nasyid, rafa’i, kini telah banyak tergantikan oleh keyboard. Konon, pada beberapa pesta pernikahan ada yang tertunda karena keterlambatan personil keyboard terlambat tiba di tempat pesta.

Kehidupan sosial masyarakat yang dahulunya santun dalam ikatan pergaulan Islami, kini sudah jauh berubah. Kebiasaan turun temurun masa lalu masyarakat Aceh salah satunya adalah, apabila mengetahui seorang pendatang seakidah dengannya, akan dianggap sebagai saudara kandung dan tidak perlu takut kelaparan karena mereka akan disambut dengan baik.

Kini hanya tinggal kenangan, karena yang terjadi sekarang adalah orang asing yang belum dikenal apabila masuk kampung perlu dicurigai. Hal ini mungkin dampak dari pemberlakuan Daerah Operasi Militer (DOM) tempo dulu, yang mana pria dewasa Aceh sering dicurigai aparat militer terlibat pasukan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

  • Pascagempa bumi dan tsunami tahun 2004, menyebabkan mobilitas penduduk luar Aceh yang besar ke daerah ini, karenanya banyaknya tenaga kerja yang dibutuhkan untuk relokasi Aceh.
  • Dengan mobilitas penduduk tersebut banyak mempengaruhi prilaku sosial masyarakat Aceh yang dibawa oleh kaum pendatang tersebut.

Kehidupan modern dengan menggunakan HP, wifi, televisi, pola pergaulan bebas, tumbuh suburnya tempat hiburan seperti cafe, disinyalir menjadi faktor penyebab masjid dan meunasah kian sepi dari jamaahnya.