Mengapa Terjadi Perlawanan Rakyat Aceh Terhadap Portugis Pada Pertengahan Abad Ke-16?

0 Comments

Mengapa Terjadi Perlawanan Rakyat Aceh Terhadap Portugis Pada Pertengahan Abad Ke-16
Terjadi perlawanan rakyat Aceh terhadap Portugis pertengahan abad ke 16 adalah karena upaya Portugis memonopoli perdagangan rempah-rempah dan upaya Sultan Iskandar Muda untuk membebaskan Malaka dari pendudukan Portugal. Pembahasan : Portugis pertama kali memulai penjajahannya di Nusantara saat menaklukkan kota Malaka, ibukota kesultanan Malaka di Semenanjung Malaya pada tahun 1511, dipimpin oleh Afonso d’Albuquerque,

Emudian pada tahun berikutnya, 1512, Portugis mengirim armada ke Maluku, yang merupakan pusat perdagangan rempah-rempah dan tujuan utama penjelajahan Portugis. Kegiatan Portugis yang melakukan penjajahan dan melakukan upaya monopoli rempah-rempah ini mendapat pertentangan, terutama dari kerajaan Aceh.

Kesultanan Aceh yang berada di pulau Sumatera menjadi kekuatan besar dan pusat perdagangan di Selat Malaka setelah jatuhnya kota Malaka kepada Portugis. Dengan posisinya ini, Aceh berusaha menyerang dan mengusir Portugis dari Malaka. Kesultanan Aceh mengalami masa kejayaannya pada masa Sultan Iskandar Muda, yang memerintah pada tahun 1607 hingga 1636 M.

Mengapa jelaskan mengapa terjadi perlawanan rakyat Aceh terhadap Portugis pada pertengahan abad ke-16?

Mengapa Terjadi Perlawanan Rakyat Aceh Terhadap Portugis Pada Pertengahan Abad Ke-16 RaymondSutanto, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons Cari Jawaban Soal Kelas 5 Tema 7 Subtema 1: Apa Alasan Aceh dan Ternate Melakukan Perlawanan terhadap Portugis serta Siapa Pemimpin Perlawanan Itu? Bobo.id – Teman-teman, pada materi pelajaran kelas 5, tema 7, subtema 1, kita mempelajari tentang peristiwa kebangsaan masa penjajahan.

  1. Di antara berbagai peristiwa penting pada masa penjajahan, ada juga perlawanan bangsa Indonesia terhadap Portugis.
  2. Salah satunya, perlawanan yang dilakukan oleh rakyat Ternate dan Aceh.
  3. Apa alasan rakyat Aceh dan Ternate melakukan perlawanan terhadap Portugis, ya? Kemudian, siapa pemimpin rakyat Aceh dan Ternate saat melakukan perlawanan terhadap Portugis dan bagaimana hasil perlawanan itu? Cari tahu kunci jawabannya, yuk! Baca Juga: Cari Jawaban Soal Kelas 5 Tema 7 Subtema 1: Apa Arti Gold, Glory, dan Gospel yang Menjadi Semboyan Penjelajah Eropa? Apa Alasan rakyat Aceh dan Ternate Melakukan Perlawanan terhadap Portugis? Bangsa Portugis merupakan bangsa Eropa pertama yang datang ke Indonesia.

Bangsa Portugis tiba di Indonesia (Nusantara) pada 1511, tepatnya di wilayah Malaka. Alasan rakyat Aceh melakukan perlawanan terhadap Portugis adalah adanya persaingan dagang antara pedagang Portugis dengan pedagang Nusantara. Saat itu, pedagang dari Portugis ingin selalu menguasai perdagangan. Mengapa Terjadi Perlawanan Rakyat Aceh Terhadap Portugis Pada Pertengahan Abad Ke-16 Designed by macrovector / Freepik Ilustrasi penjelajahan bangsa Eropa abad pertengahan Baca Juga: Cari Jawaban Soal Kelas 5 Tema 7 Subtema 1: Apa Faktor yang Melatarbelakangi Bangsa Eropa Melakukan Penjelajahan Samudra? Pemimpin Rakyat Aceh dan Ternate dalam Perlawanan terhadap Portugis Dalam perlawanan terhadap Portugis, rakyat Aceh dipimpin oleh: – Sultan Ali Mughayat Syah (pemimpin Kerajaan Aceh tahun 1514 – 1528) yang berhasil membebaskan Aceh dari upaya penguasaan bangsa Portugis.

Kenapa terjadi perlawanan antara Portugis dan Aceh?

RINGTIMES BANYUWANGI – Berikut alasan atau penyebab terjadinya perlawanan rakyat Aceh terhadap Portugis pada pertengahan abad ke-16. Penyebabnya adalah karena adanya upaya dari Portugis untuk memonopoli dan menghancurkan perdagangan rempah dan upaya pembebasan Malaka dari Portugis oleh Sultan Iskandar Muda,

  1. Pada tahun 1511 Malaka yang jatuh ke tangan Portugis membuat Aceh tampil sebagai pusat kekuatan ekonomi di wilayah Sumatera.
  2. Hal ini dikarenakan banyak pedagang Islam yang mengalihkan kegiatan perdagangannya dari Malaka ke Aceh sehingga perdagangan di Aceh menjadi ramai.
  3. Baca Juga: Kunci Jawaban Matematika SD Kelas 5 Halaman 50, Lengkapilah Nilai Satuan Panjang Perkembangan Aceh yang sangat pesat ini dipandang sebagai sebuah ancaman baru bagi Portugis,
You might be interested:  Tari Tradisional Dari Daerah Aceh Yang Paling Terkenal Adalah?

Oleh sebab itu Portugis berupaya untuk menghancurkan Aceh. Portugis beberapa kali melakukans erangan ke Aceh namun selalu gagal dan berusaha menghalang-halangi perahu perdagangan milik Aceh. Melihat hal ini, Aceh melakukan beberapa hal agar tetap bisa menguasai perdagangan diwilayah tersebut dengan cara: – Melengkapi kapak-kapal dagang dengan persenjataan beserta prajurit.

Bagaimana jalannya perlawanan rakyat Aceh terhadap Portugis?

Mengapa Terjadi Perlawanan Rakyat Aceh Terhadap Portugis Pada Pertengahan Abad Ke-16 pixabay.com Inilah Tempat-tempat di Indonesia yang Menjadi Sentra Rempah Bobo.id – Sebelum dijajah oleh Belanda, Indonesia mengalami penjajahan oleh bangsa Portugis, Ketika penjajahan oleh Portugis berlangsung di Indonesia, saat itu beberapa wilayah di Indonesia masih dipimpin oleh kerajaan -kerajaan.

Pada awal kedatangan Portugis ke Indonesia, hal ini masih disambut baik oleh kerajaan-kerajaan yang ada di Indonesia. Baca Juga: Simak Penjelasan tentang Arti Perjuangan Masa Sekarang di Video Ini Namun sejak Malaka dikuasai oleh Portugis tahun 1511, terjadi persaingan dagang antara pedagang Portugis dan pedagang Indonesia, yang menyebabkan adanya perlawanan dari rakyat Indonesia.

Perlawanan rakyat Indonesia yang dilakukan oleh berbagai kerajaan ini disebabkan karena keberadaaan Portugis di Indonesia dianggap dapat menjadi ancaman bagi rakyat Indonesia. Yuk, ketahui perlawanan apa saja yang dilakukan oleh berbagai kerajaan di Indonesia untuk membuat Portugis keluar dari wilayah Indonesia! Baca Juga: Mengenal Kerajaan Tarumanegara, Kerajaan Hindu di Jawa Barat Perlawanan Kerajaan Aceh Terhadap Portugis Kerajaan Aceh adalah pihak yang melakukan perlawanan paling gigih di antara kerajaan lain di Indonesia.

Raja dari Kerajaan Aceh yang terkenal paling gigih melakukan perlawanan pada Portugis adalah Sultan Iskandar Muda. Saat itu, Sultan Iskandar Muda bersama Sultan Alu Mughayat Syah bersama-sama melakukan perlawanan terhadap Portugis yang menguasai wilayah Kerajaan Aceh. Perang dan perlawanan yang terjadi di Aceh ini dipicu oleh perebutan jalur perdagangan di Selat Malaka.

Baca Juga: Kebijakan Pemerintah Inggris di Indonesia pada Masa Kolonial di Berbagai Bidang Mengapa Terjadi Perlawanan Rakyat Aceh Terhadap Portugis Pada Pertengahan Abad Ke-16 anoldent from Asheville, NC, USA, CC BY-SA 2.0 via Wikimedia Commons Ilustrasi kapal Nusantara Cara yang digunakan Kerajaan Aceh untuk melawan Portugis adalah dengan melengkapi kapal dagang yang digunakan dengan berbagai persenjataan dan prajurit perang.

Kerajaan Aceh juga melakukan kerjasama dengan Kerajaan Demak, serta meminta persenjataan ke Turki, Inggris, hingga Gujarat. Namun perang ini tidak menghasilkan kemenangan bagi siapapun, karena Pelabuhan Malaka pada akhirnya diambil oleh Belanda. Baca Juga: Kenalan dengan Kerajaan Kutai, Kerajaan Hindu Tertua di Indonesia Perlawanan Kerajaan Ternate Kerajaan Ternate juga melakukan perlawanan terhadap Portugis, yang dipimpin oleh Sultan Baabullah.

Kedatangan Portugis ke Maluku pada awalnya disambut baik dan Portugis membangun pos dagang di Ternate dan berharap Portugis bisa menjadi pembeli rempah-rempah dengan harga tinggi dari Ternate.

You might be interested:  Bangunan Dari Aceh Yang Berkaitan Dengan Masjid Disebut Dengan?

Bagaimana cara rakyat Aceh bisa melakukan perlawanan terhadap Portugis?

Kedatangan bangsa Portugis ke Indonesia sangatlah ditentang keras oleh penguasa dan rakyat Indonesia pada waktu itu, terutama masyarakat Malaka dan juga masyarakat Aceh. Bahkan pada waktu, Sultan Aceh menganggap bahwa Portugis merupakan saingan dalam berpolitik, ekonomi dan atau bahkan dalam hal penyebaran agama.

  1. Anggapan Sultan Aceh terhadap bangsa Portugis tersebut didasarkan pada informasi yang telah ia dapatkan dari Sultan di Malaka, yang telah dijajah sebelumnya.
  2. Perlawanan rakyat Aceh terhadap bangsa Portugis mencapai puncaknya pada waktu Aceh dipimpin oleh kesultanan Aceh, Sultan Iskandar Muda (1607- 1636).

Ada berbagai cara yang telah dilakukan oleh Kesultanan Aceh tersebut untuk melumpuhkan kekuatan bangsa Portugis, salah satunya yaitu dengan cara memblokade perdagangan. Pemblokadean perdagangan yang dimaksud adalah dengan cara melarang rakyat Aceh untuk menjual lada dan timah kepada Bangsa Portugis.

  1. Dengan cara yang telah kesultanan Aceh, Sultan Iskandar Muda, lakukan ternyata membuahkan hasil yang mana kekuatan bangsa Portugis bisa dilumpuhkan.
  2. Namun hasil tersebut tidaklah begitu sempurna.
  3. Hal tersebut dikarenakan, penguasa- penguasa kecil Malaka secara sembunyi- sembunyi menjual lada dan timah mereka ke bangsa Portugis.

Adapun alasan kenapa penguasa- penguasa kecil Malaka menjual dagangannya ke Portugis yaitu karena mereka membutuhkan uang. Kesultanan Aceh, Sultan Iskandar Muda, merasa taktik pemblokadean perdagangan di wilayahnya sebagai cara untuk melumpuhkan Portugis ternyata tidaklah sempurna hasilnya.

Maka Sultan Iskandar Muda pun menyerang kedudukan Portugis yang pada saat itu masih berpusat di Malaka pada tahun 1629. Sultan Iskandar Muda tersebut kemudian mengerahkan seluruh kekuatan tentara Aceh untuk mengalahkan Portugis. Namun sayangnya, usaha yang di lakukan oleh kesultanan Aceh tersebut mengalami kegagalan, bahkan pasukan tentara yang telah dikerahkan oleh Sultan Iskandar Muda dapat dipukul mundur oleh pasukan Portugis.

Dari uraian penjelasan di atas dapat diketahui dan disimpulkan bahwa ada dua sebab mengenai mengapa rakyat Aceh melakukan perlawanan kepada Portugis. Adapun sebab pertama yaitu Portugis oleh rakyat Aceh dianggap sebagai saingan mereka khususnya di dalam perihal perdagangan di kawasan sekitar Selat Malaka.

  1. Alasan selanjutnya yaitu Portugis ingin menyebarkan agama Katholik di wilayah Aceh.
  2. Ingin menyebarkan agama Katholik di wilayah Aceh sangat tidak bisa diterima oleh masyarakat Aceh.
  3. Hal tersebut dikarenakan Aceh merupakan sebuah kerajaan Islam.
  4. Dan Alasan terakhir yaitu rakyat Aceh ingin sekali mematahkan kekuatan Portugis di daerah Asia Tenggara.

Adapun raja- raja Aceh yang memimpin masyarakat untuk melakukan perlawanan kepada Portugis yaitu Sultan Ali Mughayat Syah, Sultan Alaudin Riayat Syah, dan tak lupa pula sultan Iskandar Muda. Raja- Raja tersebutlah yang memberikan semangat juang kepada rakyatnya, agar tidak di jajah atau dikuasai oleh pihak luar, termasuk Portugis.

Mengapa Perang Aceh terjadi dalam waktu yang lama?

1. Perang Aceh berlangsung lama dan berlarut-larut disebabkan karena faktor agama (Islam) yang telah lama tertanam dalam hati sanubari rakyat Aceh dengan Al-Qur’an dan Hadist sebagai landasan hukumnya. Snouck Hurgronje berpandangan bahwa salah satu faktor sulitnya menaklukan Aceh dikarenakan kokohnya sendi agama Islam dalam kehidupan masyarakat di ” Tanah Rencong”.

You might be interested:  Tsunami Yang Melanda Aceh Terjadi Pada Tanggal?

Oleh karena itu tindakan kapal-kapal Portugis telah mendorong munculnya perlawanan rakyat Aceh sebagai persiapan Aceh melakukan langkah langkah antara lain?

1. Aceh Melawan Portugis dan VOC Setelah Malaka jatuh ke tangan Portugis pada tahun 1511, justru membawa hikmah bagi Aceh. Banyak para pedagang Islam yang menyingkir dari Malaka menuju ke Aceh. Dengan demikian perdagangan di Aceh semakin ramai. Hal ini telah mendorong Aceh berkembang menjadi bandar dan pusat perdagangan.

Perkembangan Aceh yang begitu pesat ini dipandang oleh Portugis sebagai ancaman, oleh karena itu, Portugis berkehendak untuk menghancurkan Aceh. Pada tahun 1523 Portugis melancarkan serangan ke Aceh di bawah pimpinan Henrigues, dan menyusul pada tahun 1524 dipimpin oleh de Sauza. Beberapa serangan Portugis ini mengalami kegagalan.

Portugis terus mencari cara untuk melemahkan posisi Aceh sebagai pusat perdagangan. Kapal-kapal Portugis selalu mengganggu kapal-kapal dagang Aceh di manapun berada. Misalnya, pada saat kapal-kapal dagang Aceh sedang berlayar di Laut Merah pada tahun 1524/1525 diburu oleh kapal-kapal Portugis untuk ditangkap.

Sudah barang tentu tindakan Portugis telah merampas kedaulatan Aceh yang ingin bebas dan berdaulat berdagang dengan siapa saja, mengadakan hubungan dengan bangsa manapun atas dasar persamaan. Oleh karena itu, tindakan kapal-kapal Potugis telah mendorong munculnya perlawanan rakyat Aceh. Sebagai persiapan Aceh melakukan langkah-langkah antara lain: 1.

Melengkapi kapal-kapal dagang Aceh dengan persenjataan, meriam dan prajurit 2. Mendatangkan bantuan persenjataan, sejumlah tentara dan beberapa ahli dari Turki pada tahun 1567.3. Mendatangkan bantuan persenjataan dari Kalikut dan Jepara. Setelah berbagai bantuan berdatangan, Aceh segera melancarkan serangan terhadap Portugis di Malaka.

  • Portugis harus bertahan mati-matian di Formosa/Benteng.
  • Portugis harus mengerahkan semua kekuatannya sehingga serangan Aceh ini dapat digagalkan.
  • Sebagai tindakan balasan pada tahun 1569 Portugis balik menyerang Aceh, tetapi serangan Portugis di Aceh ini juga dapat digagalkan oleh pasukan Aceh.Rakyat Aceh dan para pemimpinnya selalu ingin memerangi kekuatan dan dominasi asing, oleh karena itu, jiwa dan semangat juang untuk mengusir Portugis dari Malaka tidak pernah padam.

Pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607-1639), semangat juang mempertahankan tanah air dan mengusir penjajahan asing semakin meningkat. Iskandar Muda adalah raja yang gagah berani dan bercita-cita untuk mengenyahkan penjajahan asing, termasuk mengusir Portugis dari Malaka.

  • Iskandar Muda berusaha untuk melipatgandakan kekuatan pasukannya.
  • Angkatan lautnya diperkuat dengan kapal-kapal besar yang dapat mengangkut 600-800 prajurit.
  • Pasukan kavaleri dilengkapi dengan kuda-kuda dari Persia, bahkan Aceh juga menyiapkan pasukan gajah dan milisi infanteri.
  • Sementara itu untuk mengamankan wilayahnya yang semakin luas meliputi Sumatera Timur dan Sumatera Barat, ditempatkan para pengawas di jalur-jalur perdagangan.

Para pengawas itu ditempatkan di pelabuhan-pelabuhan penting seperti di Pariaman. Para pengawas itu umumnya terdiri para panglima perang. Setelah mempersiapkan pasukannya, pada tahun 1629 Iskandar Muda melancarkan serangan ke Malaka.