Luas Wilayah Banda Aceh?

0 Comments

Luas Wilayah Banda Aceh
Mensen zoeken ook naar Atjeh 58,377K km² Medan 265,1 km² Sabang 122,1 km²

Berapa jumlah penduduk Banda Aceh 2021?

Jumlah Penduduk Aceh Menurut Kelompok Umur (Jun 2021)

A Font Kecil A Font Sedang A Font Besar

Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri mencatat jumlah penduduk Aceh 5,33 juta jiwa pada Juni 2021. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3,52 juta jiwa (66,2%) penduduk di Serambi Mekah tersebut merupakan kelompok usia produktif (15-64 tahun).

  • Terdapat pula 1,8 juta jiwa (33,8%) penduduk Aceh merupakan kelompok usia tidak produktif.
  • Dengan rincian, ada 1,54 juta jiwa (29,4%) merupakan penduduk usia belum produktif (0-14 tahun) dan 255,81 ribu (4,8%) penduduk usia sudah tidak produktif (65 tahun ke atas).
  • Menurut jenis kelamin, sebanyak 2,67juta (50,09%) penduduk Aceh berjenis kelamin laki-laki.

Sementara, 2,66 juta jiwa (49,91%) penduduk provinsi tersebut berjenis kelamin perempuan. Menurut jenis pekerjaanya, sebanyak 680 ribu jiwa (12,77%) penduduk Aceh bekerja di sektor pertanian dan peternakan. Kemudian, 724,2 ribu jiwa (13,6%) penduduk di provinsi tersebut yang berwiraswasta dan ada 1 juta jiwa (18,96%) berkerj di sektor lainnya.

Berapakah kepadatan penduduk kota Aceh?

Jumlah penduduk Kota Banda Aceh saat ini adalah 265.111 jiwa dengan kepadatan 43 jiwa/ Ha. Jumlah penduduk laki-laki dan perempuan cukup berimbang. Penduduk Kota Banda Aceh didominasi oleh penduduk berusia muda. Hal ini merupakan salah satu dampak dari fungsi Banda Aceh sebagai pusat pendidikan di Aceh dan bahkan di Pulau Sumatera. Banyak pemuda juga bermigrasi ke Banda Aceh untuk mencari kerja.

You might be interested:  Pulau Yang Terdapat Di Aceh Sekitar Samudra Hindia Adalah?

Aceh menghasilkan apa?

Aceh Aceh Darussalam

  • Atjeh
  • Daerah Istimewa Aceh
  • Nanggroë Aceh Darussalam
Provinsi otonom
Transkripsi bahasa daerah
• Abjad Jawoë اچيه دارالسلام
Dari atas, kiri ke kanan: Masjid Raya Baiturrahman, Danau Laut Tawar, Pulau Rubiah, Taman Nasional Gunung Leuser, Gunung Seulawah Agam, Museum Tsunami Aceh, Taman Sari Gunongan, Replika Pesawat RI-001 Seulawah,

Apa yang dimaksud dengan Banda Aceh?

Sejarah – Lukisan Kota Banda Aceh pada masa Kesultanan Aceh dari arah laut oleh François Valentijn (1724-1726) Banda Aceh sebagai ibu kota Kesultanan Aceh Darussalam berdiri pada abad ke-14. Kesultanan Aceh Darussalam dibangun di atas puing-puing kerajaan-kerajaan Hindu dan Budha yang pernah ada sebelumnya, seperti Kerajaan Indra Purba, Kerajaan Indra Purwa, Kerajaan Indra Patra, dan Kerajaan Indrapura (Indrapuri).

Dari batu nisan Sultan Firman Syah, salah seorang sultan yang pernah memerintah Kesultanan Aceh, didapat keterangan bahwa Kesultanan Aceh beribu kota di Kutaraja (Banda Aceh). (H. Mohammad Said a, 1981:157). Kemunculan Kesultanan Aceh Darussalam yang beribu kota di Banda Aceh tidak lepas dari eksistensi Kerajaan Islam Lamuri,

Pada akhir abad ke-15, dengan terjalinnya suatu hubungan baik dengan kerajaan tetangganya, maka pusat singgasana Kerajaan Lamuri dipindahkan ke Meukuta Alam. Lokasi istana Meukuta Alam berada di wilayah Banda Aceh, Sultan Ali Mughayat Syah memerintah Kesultanan Aceh Darussalam yang beribu kota di Banda Aceh, hanya selama 10 tahun.

  1. Menurut prasasti yang ditemukan dari batu nisan Sultan Ali Mughayat Syah, pemimpin pertama Kesultanan Aceh Darussalam ini meninggal dunia pada 12 Dzulhijah Tahun 936 Hijriah atau bertepatan dengan tanggal 7 Agustus 1530 Masehi.
  2. Endati masa pemerintahan Sultan Mughayat Syah relatif singkat, namun ia berhasil membangun Banda Aceh sebagai pusat peradaban Islam di Asia Tenggara.

Pada masa ini, Banda Aceh telah berevolusi menjadi salah satu kota pusat pertahanan yang ikut mengamankan jalur perdagangan maritim dan lalu lintas jemaah haji dari perompakan yang dilakukan armada Portugis, Pada masa Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh tumbuh kembali sebagai pusat perdagangan maritim, khususnya untuk komoditas lada yang saat itu sangat tinggi permintaannya dari Eropa.

  1. Iskandar Muda menjadikan Banda Aceh sebagai taman dunia, yang dimulai dari komplek istana.
  2. Omplek istana Kesultanan Aceh juga dinamai Darud Dunya (Taman Dunia).
  3. Pada masa agresi kedua Belanda, terjadi evakuasi besar-besaran pasukan Aceh keluar dari Banda Aceh yang kemudian dirayakan oleh Van Swieten dengan memproklamasikan jatuhnya kesultanan Aceh dan mengubah nama Banda Aceh menjadi Kuta Raja.

Setelah masuk dalam pangkuan Pemerintah Republik Indonesia baru sejak 28 Desember 1962 nama kota ini kembali diganti menjadi Banda Aceh berdasarkan Keputusan Menteri Pemerintahan Umum dan Otonomi Daerah bertanggal 9 Mei 1963 No. Des 52/1/43-43. Pada tanggal 26 Desember 2004, kota ini dilanda gelombang pasang tsunami yang diakibatkan oleh gempa 9,2 Skala Richter di Samudra Hindia,

Berapa jumlah Wakil Ketua DPRK Banda Aceh?

Dewan Perwakilan – DPRK Banda Aceh memiliki 30 orang anggota yang dipilih secara langsung dalam pemilihan umum legislatif lima tahun sekali. Anggota DPRK Banda Aceh yang saat ini menjabat adalah hasil Pemilu 2019 yang menjabat untuk periode 2019-2024 sejak 11 September 2019,

DPRK Banda Aceh dipimpin oleh satu ketua dan dua wakil ketua yang berasal dari partai politik pemilik kursi dan suara terbanyak. Pimpinan DPRK Banda Aceh periode 2019-2024 dijabat oleh Farid Nyak Umar dari Partai Keadilan Sejahtera sebagai Ketua, Usman dari Partai Amanat Nasional sebagai Wakil Ketua I, dan Isnaini Husda dari Partai Demokrat sebagai Wakil Ketua II.

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRK Kota Banda Aceh dalam dua periode terakhir.

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
Gerindra 2 4
Golkar 3 3
NasDem 4 3
PKS 4 5
PPP 3 2
PAN 3 5
Demokrat 5 5
Partai Aceh 4 2
PDA 1 0
PNA 0 1
PKPI 1 0
Jumlah Anggota 30 30
Jumlah Partai 10 9