Konflik Yang Terjadi Di Aceh Dan Papua?

0 Comments

Konflik Yang Terjadi Di Aceh Dan Papua
Contoh Konflik Ekonomi – Terdapat beberapa contoh konflik ekonomi yang pernah terjadi di Indonesia, antara lain sebagai berikut. Konflik ini berawal dari adanya perizinan yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada PT. Semen Indonesia untuk membangun pabrik dan melakukan penambangan karst di Rembang.

Hal ini dirasa sangat merugikan masyarakat sekitar wilayah penambangan karena akan menganggu kegiatan ekonomi sehari-hari serta dikhawatirkan akan muncul perusakan alam. Akibat dari adanya konflik ini, banyak pengunjuk rasa yang menuntut keadian di depan istana presiden. Tidak hanya itu, karena aksi ini dilakukan dengan bentuk semen kaki maka juga terdapat warga yang terluka bahkan hingga meninggal dunia akibat aksi tersebut.

Konflik buruh dengan pengusaha pada Oktober 2013 karena adanya tuntutan kenaikan upah mengikuti kenaikan harga bahan pokok serta adanya PHK yang sepihak dari pengusaha. Menjelang penetapan besaran upah minimum tahun 2014, para buruh melakukan aksi mogok di seluruh kota di Indonesia.

Mereka menuntut adanya keadilan dari pengusaha dan pemerintah daerah serta pusat. Secara lebih tepatnya, mereka menolak Inpres nomor 9 tahun 2013 mengenai Kebijakan Penetapan Upah Minimum. Akibat adanya konflik ekonomi ini, sejumlah perusahaan berhenti produksi selama buruh mereka melakukan aksi mogok kerja.

Selain itu, sejumlah tempat publik disekitar aksi mengalami kerusakan. Konflik ekonomi Aceh dan Papua pada 2015. Konflik ini dilator belakangi oleh keadaan ekonomi yang belum memuaskan seluruh masyarakat. Mereka menganggap bahwa pemerintah pusat belum memberikan aksi nyata untuk menyamakan perekonomian Aceh dan Papua seperti provinsi lain di Indonesia.

  1. Onflik ini dikatakan bahwa berlatar belakang pula pada adanya perbedaan pendapat sesame GAM.
  2. Akibat konflik tersebut, terjadi aksi penembakan pada 24 Maret 2015 lalu.
  3. Penembakan tersebut mengakibatkan dua anggota TNI tewas karena ditembak orang tak dikenal.
  4. Anggota TNI tersebut merupakan Angkatan Darat Kodim 0103 Aceh Utara yang bernama Sertu Indra dan Hendri.

Menurut seorang pakar di Aceh, dikatakan bahwa penembakan kepada anggota TNI ini adalah untuk menarik perhatian negara lain. Konflik Sampit pada tahun 2001 ternyata tidak hanya disebabkan oleh pandangan etnis yang berbeda tetapi juga karena adanya keinginan menguasai perekonomian.

  • Hal ini berawal dari ketika orang Suku Madura transmigrasi ke Kalimantan (Suku Dayak).
  • Peristiwa ini mengakibatkan terjadinya persaingan dan pemberlakuan hukum control hubungan industrial komersial di Kalimantan Tengah terhadap warga Madura.
  • Akibatnya, terjadi pertumpahan darah dan saling membunuh.
  • Bahkan oleh suku Dayak, 100 warga Madura dipenggal kepalanya.

Hal ini mengakibatkan banyak aktivitas seperti sekolah, kantor dan aktivitas lain terhenti. Konflik terkait ekonomi yang lemah di Cimahi. Konflik ini muncul sebagai akibat adanya kebijakan moneter dari pemerintah yang dianggap tidak tersosialisasi dengan baik dan terkesan tergesa-gesa.

You might be interested:  Motif Batik Yang Berasal Dari Aceh?

Contents

Apa penyebab terjadinya Gerakan Aceh Merdeka?

Kecenderungan sistem sentralistik pemerintahan Soeharto, bersama dengan keluhan lain mendorong tokoh masyarakat Aceh Hasan di Tiro untuk membentuk Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada tanggal 4 Desember 1976 dan mendeklarasikan kemerdekaan Aceh.

Bagaimana penyelesaian pemberontakan GAM brainly?

Konflik aceh antara Pihak GAM dan pemerintah RI di selesaikan melalui perundingan yang dilakukan di Helsinki, Finlandia pada tahun 200, pihak GAM dan pemerintah indonesia menandatangani surat perjanjian untuk menghentikan konflik.

DOM Aceh tahun berapa?

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Operasi militer Indonesia di Aceh 1990–1998
Bagian dari Konflik di Aceh
Lokasi Aceh di Indonesia
Tanggal Awal 1990 – 22 Agustus 1998
Lokasi Aceh, Indonesia
Hasil Penarikan ABRI dari Aceh

/td> Pihak terlibat Indonesia

Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI)

Gerakan Aceh Merdeka

Tentara Nasional Aceh (TNA) Laskar Inöng Balè

Tokoh dan pemimpin Soeharto Hasan Di Tiro Korban 9.000-12.000 orang, sebagian besar warga sipil

Operasi militer Indonesia di Aceh 1990-1998 atau juga disebut Operasi Jaring Merah adalah operasi kontra-pemberontakan yang diluncurkan pada awal 1990-an sampai 22 Agustus 1998 melawan gerakan separatis Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Aceh,

Apa tujuan organisasi papua merdeka?

Organisasi Papua Merdeka (disingkat OPM) adalah sebuah organisasi separatis teroris yang didirikan pada tahun 1963 untuk selalu membuat kekacauan di Provinsi Papua dan Papua Barat yang saat ini di Indonesia, yang sebelumnya dikenal sebagai Irian Jaya, dan untuk memisahkan diri dari Indonesia.

Apakah yang menjadi sumber permasalahan dalam konflik Darul Islam Aceh?

Latar Belakang – Alasan mendasar yang menjadi latar belakang terjadinya Pemberontakan DI/TII di Aceh yaitu kekecewaan yang dirasakan oleh para tokoh pimpinan masyarakat di Aceh. Waktu itu, Provinsi Aceh dilebur ke Provinsi Sumatera Utara yang beribu kota di Medan.

  • Eputusan peleburan dianggap mengabaikan jasa baik dari masyarakat Aceh saat berjuang mempertahankan kedaulatan Negara Republik Indonesia pada masa revolusi.
  • Ekesalan Daud Beureueh semakin membara karena pada 1948 Presiden Soekarno pernah berjanji bahwa Aceh boleh menerapkan syariat Islam dan tetap menjadi salah satu provinsi di Indonesia.

Karena merasa dibohongi, Daud pun memantapkan diri untuk melakukan pemberontakan dengan menyatakan bahwa dirinya bergabung dengan DI/TII yang dipelopori oleh Kartosoewirjo. Saat itu, Kartosoewirjo sudah mendeklarasikan berdirinya Negara Islam Indonesia pada 7 Agustus 1949, sehingga Daud semakin yakin untuk melakukan perlawanan.

Gerakan separatis itu apa?

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Separatisme politis adalah suatu gerakan untuk mendapatkan kedaulatan dan memisahkan suatu wilayah atau kelompok manusia (biasanya kelompok dengan kesadaran nasional yang tajam) dari satu sama lain (atau suatu negara lain).

Istilah ini biasanya tidak diterima para kelompok separatis sendiri karena mereka menganggapnya kasar, dan memilih istilah yang lebih netral seperti determinasi diri, Gerakan separatis sering merupakan gerakan yang politis dan damai. Telah ada gerakan separatis yang damai di Quebec, Kanada selama tiga puluh tahun terakhir, dan gerakan yang damai juga terjadi semasa perpecahan Cekoslowakia dan Uni Soviet,

Singapura juga lepas dari Federasi Malaysia dengan damai. Separatisme juga sering merupakan tindak balas yang kasar dan brutal terhadap suatu pengambilalihan militer yang terjadi dahulu. Di seluruh dunia banyak kelompok teroris menyatakan bahwa separatisme adalah satu-satunya cara untuk meraih tujuan mereka mencapai kemerdekaan.

Apakah peredaman konflik di Aceh dan Papua mampu menekan konflik?

KONFLIK DAN KEKERASAN DALAM TINJAUAN TEORI – Konflik dan kekerasan adalah dua hal yang berbeda. Seringkali defenisi dan pemahaman terkait konflik dan kekerasan dipertukarkan atau disamakan. Konflik adalah hubungan antara dua pihak atau lebih (individu atau kelompok) yang memiliki atau yang merasa memiliki, sasaran-sasaran yang tidak sejalan,

Sementara, kekerasan meliputi tindakan, perkataan, sikap, berbagai struktur atau sistem yang menyebabkan kerusakan fisik, mental, sosial, atau lingkungan, dan/ atau menghalangi seseorang untuk meraih potensinya secara penuh, Berdasarkan pengertian konflik di atas, ada dua sumbu mendasar dari konflik yaitu unsur perilaku dan sasaran.

Sehingga konflik bisa digambarkan sebagai berikut :

SASARAN
PERILAKU PERILAKU YANG SELARAS TANPA KONFLIK KONFLIK LATEN
PERILAKU YANG TIDAK SELARAS KONFLIK DI PERMUKAAN KONFLIK TERBUKA

Setiap tipe konflik di atas memiliki potensi dan tantangannya sendiri sebagai berikut :

Tanpa konflik, kesan umumnya adalah lebih baik, namun setiap kelompok atau masyarakat yang hidup damai, jika mereka ingin keadaan ini terus berlangsung, mereka harus bersemangat dan dinamis, memanfaatkan konflik, perilaku dan tujuan, serta mengelola konflik secara kreatif Konflik laten, sifatnya tersembunyi dan perlu di angkat ke permukaan sehingga dapat ditangani secara efektif Konflik terbuka, adalah konflik yang berakar dalam dan sangat nyata dan memerlukan berbagai tindakanuntuk mengatasi akar penyebab dan berbagai efeknya Konflik di permukaan, memiliki akar yang dangkal atau tidak berakar dan muncul hanya karna kesalahpahaman mengenai sasaran yang dapat diatasi dengan meningkatkan komunikasi.

Berdasarkan tipe-tipe konflik di atas, kita dapat mengidentifikasikan konflik yang terjadi di sebuah kelompok masyarakat, daerah atau negara. Selain tipe-tipe konflik seperti yang disebutkan diatas, Thung ju lan mengidentifikasikan konflik yang terjadi di Indonesia menjadi beberapa jenis yaitu :

Konflik separatis, antara pemerintah pusat dengan sekelompok orang yang memperjuangkan kemerdekaannya, yang disebut juga oleh beberapa orang konflik vertikal (tim peneliti LIPI, 2001) Konflik komunal, konflik yang pecah antara dua atau tiga kelompok masyarakat karena antagonism atau perseteruan primordial atau warisan sejarah, kadang-kadang berdasarkan ideology atau agama (tim peneliti LIPI, 2001) Konflik yang memperebutkan sumberdaya alam (Polkinghorn 2000). Konflik jenis ini biasanya berkaitan dengan kontrol atas sumberdaya hutan atau mineral.

Contoh konflik separatis di Indonesia dapat kita lihat di berbagai tempat seperti Aceh, Maluku, Papua ataupun yang lebih kongkrit adalah kasus separatisme di Timor Timur yang pada akhirnya lepas dari pangkuan Indonesia. Sementara contoh konflik komunal dapat kita lihat pada kasus Ambon, Sampit, Poso dan lain sebagainya.

Apa saja konflik yang terjadi di Papua Hari ini?

Konflik yang terjadi di papua hari ini tidak hanya konflik vertical, yaitu konflik antara pemerintah pusat dan masyarakat papua. Namun, konflik yang terjadi di papua hari ini juga meluas menjadi konflik horizontal seperti konflik antar agama, konflik antar suku, dan konflik yang terjadi antara masyarakat asli dan pendatang.

Mengapa konflik yang terjadi di Papua memiliki akar yang jauh jika kita tarik kebelakang?

Hal ini dikarenakan konflik yang terjadi di papua bukan sekedar konflik yang muncul tiba-tiba namun memiliki akar yang jauh jika kita tarik kebelakang, yaitu pada proses integrasi papua ke indonesia atau pada janji masyarakat belanda untuk kemerdekaan bagi rakyat papua.