Konflik Yang Pernah Terjadi Di Aceh?

0 Comments

Konflik Yang Pernah Terjadi Di Aceh
Konflik gajah dengan manusia terjadi di Aceh Jaya, Bireuen, Bener Meriah, Pidie, Aceh Tengah, dan daerah Aceh lainnya. Banyak pihak menyalahkan gajah yang mengamuk, sehingga merusak rumah penduduk, ada juga yang menghancurkan kebun warga, dan lahan kelapa sawit.

Gerakan Aceh Merdeka termasuk konflik apa?

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Gerakan Aceh Merdeka (1976-2005)
Bendera Gerakan Aceh Merdeka
Presiden Hasan di Tiro (1976-2005)
Wakil Presiden Muchtar Hasbi (1976-1980)
Perdana Menteri Muchtar Hasbi (1976-1980) Ilyas Leube (1980-1982) Malik Mahmud (2002-2005)
Panglima Abdullah Syafi’i (1980-2002) Muzakir Manaf (2002-2005)
Dibentuk 4 Desember 1976 ; 45 tahun lalu ( GAM )
Ideologi Nasionalisme Aceh
Afiliasi internasional UNPO
Warna Merah, Hitam, Putih
Slogan Udép Beusaré, Maté Beusajan Hidup Setara, Mati Bersama
Situs web
http://asnlf.org/

table>

Aceh Merdeka Atjèh Meurdéhka Acheh Sumatra National Liberation Front Coat of arms gerakan Motif Mendirikan kembali negara Aceh di ujung utara pulau Sumatra dengan memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia Wilayah operasi Aceh Ideologi Nasionalisme Aceh Status Penentuan nasib sendiri atau Separatisme

Gerakan Aceh Merdeka, atau GAM ( bahasa Aceh : Geurakan Acèh Meurdèka ) adalah bekas sebuah gerakan separatisme bersenjata yang memiliki tujuan supaya Aceh lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia,

Apa latar belakang konflik di Aceh?

Latar belakang Konflik dan Pemberontakan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) – Secara umum Latar belakang Konflik di aceh yang paling jelas adalah Perbedaan budaya antara Aceh dan banyak daerah lain di Indonesia. Disamping itu, banyak kebijakan sekuler dalam administrasi pada masa Presiden Soeharto (Orde Baru) sangat tidak disukai di Aceh, di mana banyak tokoh Aceh tidak menyukai kebijakan pemerintahan Orde Baru yang mempromosikan satu “budaya Indonesia”.

Konflik Yang Pernah Terjadi Di Aceh
Bendera Gerakan Aceh Merdeka

Selain itu, Kecenderungan sistem sentralistik pemerintahan Soeharto dan berbagai permasalahan lainnya akhirnya mendorong tokoh Aceh Hasan di Tiro (Teungku Hasan Muhammad di Tiro) untuk membentuk Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada tanggal 4 Desember 1976 dan memproklamasikan kemerdekaan Aceh.

You might be interested:  Tari Seudati Berasal Dari Aceh Yang Menggunakan Pola Lantai?

Permasalahan utama yang dianggap melatarbelakangi hal ini adalah budaya pemerintah Indonesia yang dianggap “neo-kolonial”, dan makin banyaknya jumlah transmigran dari pulau Jawa ke provinsi Aceh serta Distribusi pendapatan yang tidak adil dari sumber daya alam yang diambil dari Aceh. Pada awalnya, gerakan ini terdiri dari sekelompok intelektual yang merasa kecewa atas model pembangunan di Aceh.

Hal ini terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan di bawah orang-orang Jawa. Kelompok intelektual ini berpendapat bahwa telah terjadi kolonialisasi Jawa atas masyarakat dan kekayaan alam tanah Aceh. Untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat, kalangan pemuda, serta tokoh-tokoh agama di Aceh, Hasan di Tiro kemudian membuat gagasan anti-kolonialisasi Jawa.

  1. Gagasan Hasan Tiro ini semakin memuncak setelah pemerintah orde baru meng-eksplorasi kekayaan gas alam dan minyak bumi di Aceh Utara pada awal 1970an.
  2. Sebab lain terjadinya gerakan separatisme GAM di Aceh, di perkuat oleh dukungan yang datang dari para tokoh Darul Islam (DI) di Aceh yang belum terselesaikan secara tuntas di zaman orde lama.

beberapaTokoh DI/TII yang gagal melakukan pemberontakan di Aceh, merasa bahwa dengan memberikan dukungan terhadap GAM, nantinya Aceh dapat memperoleh kemerdekaannya.

Apa itu konflik Aceh Singkil?

Ayomi AmindoniBBC News Indonesia

22 November 2019 Empat tahun pascakonflik agama yang terjadi di Aceh Singkil, rekonsiliasi masih belum mencapai titik temu. Konflik Aceh Singkil disebut sebagai potret buruk intoleransi di Indonesia, di tengah menjamurnya ‘konservatisme yang terobsesi melakukan politik penyeragaman atas nama mayoritas’.

  1. Sumber gambar, BBC News Indonesia Keterangan gambar, Yang tersisa dari Gereja HKI Suka Makmur, empat tahun setelah dibakar massa Pembakaran Gereja HKI Suka Makmur di Aceh Singil pada 2015, menjadi awal apa yang disebut sebagai Konfik Aceh Singkil.
  2. Saat itu sejumlah gereja dibakar dan dibongkar lantaran dianggap tak memiliki izin.
You might be interested:  Apa Peninggalan Kerajaan Aceh?

Empat tahun berselang, Martina Berutu, warga Desa Suka Makmur di Kecamatan Gunung Meriah, Aceh Singkil, yang juga menjadi salah satu pengurus gereja, mengaku kewalahan dengan banyaknya persyaratan untuk mengurus izin mendirikan bangunan (IMB) gereja di provinsi yang mayoritas penduduknya beragama Islam itu.

Keterangan video, Umat Kristen di Aceh Singkil masih beribadah di ‘gereja tenda’ “Rasa resah, nggak bisa lagi aku ngomong, Apalagi pengurusan IMB sejak 2016 disuruh diurus, sampai sekarang nggak ada muncul-muncul. Padahal berkas kami bolak-balik, udah semua. Sementara kami sudah dapat tujuh rekomendasi,” jelas Masarani.

Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil sebelumnya memberlakukan persyaratan yang ketat untuk IMB gereja, yakni harus memiliki setidaknya 150 pengguna dan mendapat dukungan masyarakat setempat paling sedikit 120 orang, sesuai Peraturan Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam Nomor 25 Tahun 2007 tentang Pedoman Pendirian Rumah Ibadah.

Pemerintah daerah Aceh yang menganut hukum syariah kemudian mengeluarkan Qanun Aceh Nomor 4 Tahun 2016 tentang pedoman pemeliharaan umat beragama dan pendirian tempat ibadah. Qanun itu menyebut bahwa pendirian tempat ibadah harus memenuhi syarat memiliki setidaknya 140 jemaat dan dukungan masyarakat setempat paling sedikit 110 orang yang bukan pengguna tempat ibadah tersebut.

Persyaratan ini lebih ketat dari yang ditetapkan pemerintah pusat lewat Surat Keputusan Bersama (SKB) Dua Menteri No.8 dan 9 tahun 2006. Salah satu klausul SKB yang ditetapkan Kementerian Agama dan Kementerian Dalam Negeri tersebut menyebutkan bahwa pendirian tempat ibadah harus memiliki jemaat sebanyak 90 orang dan mendapat sedikitnya dukungan 60 orang masyarakat setempat.

  • Sumber gambar, BBC News Indonesia Keterangan gambar, “Hancur kami memang, hancur sehancur-hancurnya,” ujar Masarani Berutu.
  • Selain mengatur jumlah minimum jemaat dan dukungan masyarakat agar izin pembangunan gereja bisa diajukan, Qanun Aceh Nomor 4 Tahun 2016 mengharuskan pendirian tempat ibadah mendapat rekomendasi tertulis dari beberapa badan, mulai dari Keuchik (kepala desa), Imuem Mukim (kepala pemerintahan adat), Camat, Kepala Kantor Kementeran Agama, dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB); serta surat keterangan status tanah dan rencana gambar bangunan.
You might be interested:  Apa Isi Hikayat Prang Sabi Pada Zaman Kerajaan Aceh?

“Dalam hati kecilku, itu terik juga, kenapa harus diturunkan ke kepala Mukim kembali, kenapa tidak diajukan sama bupati.

Apa yang dimaksud dengan pemberontakan di Aceh?

Konflik Aceh – Setelah Perang Dingin kita banyak menyaksikan berbagai konflik yang terjadi di dalam sebuah Negara, seperti halnya pada Yugolslavia, Kroasia, Macedonia, Bosnia dan Indonesia. Konflik yang terjadi di Indonesia salah satunya adalah konflik Aceh dimana dalam konflik tersebut telah memakan banyak korban, baik korban jiwa maupun korban materi.

  • Onflik atau Pemberontakan di Aceh antara tahun 1976 hingga tahun 2005 dikobarkan oleh Gerakan Aceh Merdeka (GAM) hal tersebut untuk mendapatkan kemerdekaan dari Indonesia.
  • Gerakan Aceh Merdeka atau yang sering disebut dengan GAM, merupakan organisasi separatisme yang telah berdiri di Aceh sejak tahun 1976.

Tujuan didirikannya GAM adalah untuk mengupayakan Aceh dapat lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan membuat negara kesatuan sendiri. Gerakan ini juga dikenal dengan nama Aceh Sumatera National Liberation Front (ASNLF).

Apa saja konflik yang terjadi di Indonesia?

Konflik Aceh – Setelah Perang Dingin kita banyak menyaksikan berbagai konflik yang terjadi di dalam sebuah Negara, seperti halnya pada Yugolslavia, Kroasia, Macedonia, Bosnia dan Indonesia. Konflik yang terjadi di Indonesia salah satunya adalah konflik Aceh dimana dalam konflik tersebut telah memakan banyak korban, baik korban jiwa maupun korban materi.

  • Onflik atau Pemberontakan di Aceh antara tahun 1976 hingga tahun 2005 dikobarkan oleh Gerakan Aceh Merdeka (GAM) hal tersebut untuk mendapatkan kemerdekaan dari Indonesia.
  • Gerakan Aceh Merdeka atau yang sering disebut dengan GAM, merupakan organisasi separatisme yang telah berdiri di Aceh sejak tahun 1976.

Tujuan didirikannya GAM adalah untuk mengupayakan Aceh dapat lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan membuat negara kesatuan sendiri. Gerakan ini juga dikenal dengan nama Aceh Sumatera National Liberation Front (ASNLF).