Kesultanan Aceh Darussalam Mengalami Kemajuan Yang Pesat Setelah Dipimpin Oleh?

0 Comments

Kesultanan Aceh Darussalam Mengalami Kemajuan Yang Pesat Setelah Dipimpin Oleh
Kesultanan Aceh mencapai puncak kejayaannya pada permulaan abad ke-17, pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda.

Siapakah pemimpin yang pertama kali menjadikan Aceh berhasil menguasai perdagangan pantai barat Sumatera?

Ilustrasi Kesultanan Aceh (Foto: Wikimedia Commons) Kesultanan Aceh Darussalam merupakan kerajaan Islam terbesar di wilayah Aceh, setelah Samudera Pasai hancur. Kesultanan Aceh muncul ketika Samudera Pasai sedang kesulitan mempertahankan kekuasaannya di wilayah Aceh dan Selat Malaka, terutama ketika mereka mendapatkan serangan dari Majapahit, Portugis, serta munculnya Kesultanan Malaka yang berhasil mengambil alih jalur perdagangan di Nusantara.

Raja pertama Kesultanan Aceh Darussalam adalah Sultan Ali Mughayat Syah, yang diangkat pada 8 September 1507. Kesultanan Aceh sebenarnya sudah ada sejak tahun 1496, namun ketika itu statusnya masih berada di bawah Samudera Pasai. Setelah mengambil alih wilayah Samudera Pasai pada 1524, Kesultanan Aceh berubah menjadi penguasa baru di wilayah Aceh.

Kompleks istana Kesultanan Aceh dibangun di atas tanah bekas pemerintahan beberapa kerajaan Hindu Budha yang pernah berkembang di Aceh, seperti Kerajaan Indra Purba, Kerajaan Indra Purwa, Kerajaan Indra Patra, dan Kerajaan Indrapura. Selain itu, juga ada kerajaan Islam yang pernah memerintah di sana sebelum kesultanan Aceh Darussalam, yaitu Kesultanan Lamuri.

Pusat pemerintahan Kesultanan Aceh berada di Kutaraja, atau yang sekarang dikenal dengan Banda Aceh. Kesultanan Aceh Darussalam mencapai puncak kejayaannya di bawah pimpinan Sultan Iskandar Muda, yang memerintah pada 1607 sampai 1636. Nama aslinya adalah Pangeran Perkasa Alam. Ketika diangkat menjadi raja yang ke-14, ia mendapat gelar Sultan Iskandar Muda Johan Pahlawan Meukuta Alam.

Sultan Iskandar Muda memimpin Aceh ketika kerajaan berada dalam situasi yang sulit, karena banyak muncul konflik di dalam pemerintahan. Tetapi dalam waktu yang cukup singkat, ia berhasil mengendalikan keadaan dan mengembalikan Aceh pada kondisi yang baik.

  1. Pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda, wilayah kekuasaan Kesultanan Aceh Darussalam mencakup hampir seluruh wilayah Aceh, termasuk Tamiang, Pedir, Meureudu, Samalanga, Peusangan, Lhokseumawe, Kuala Pase, dan Jambu Aye.
  2. Selain itu, ia dapat menguasai seluruh negeri yang berada di sekitar Selat Malaka, dan menguasai jalur perdagangannya.
You might be interested:  Sultan Aceh Yang Terkenal Sangat Gigih Melawan Portugis Adalah Sultan?

Berkat pencapaian itu, perekonomian Kesultanan Aceh berkembang pesat. Mereka semakin dikenal oleh dunia setelah menjadikan Aceh sebagai pusat perdagangan di Selat Malaka. Semua pelabuhan penting di pantai barat dan pantai timur Sumatera berada di bawah kekuasaan Kesultanan Aceh Darussalam.

  • Esultanan Aceh Darussalam tercatat pernah dipimpin oleh Sultanah atau ratu, selama 4 periode berturut-turut.
  • Ratu pertama Kesultanan Aceh adalah Sultanah Safi al-Din Taj al-Alam, memerintah sejak 1641 sampai 1675.
  • Pemerintahan Sultanah Safi al-Din dipenuhi dengan berbagai konflik internal Istana, seperti beberapa upaya pemberontakan dari pejabat Istana yang tidak setuju dengan kepemimpinan Sultanah Safi al-Din.

Mereka menganggap Kesultanan Aceh Darussalam tidak boleh dimpimpin oleh seorang perempuan. Meskipun mendapat banyak pertentangan dan rintangan ketika memimpin, Sultanah Safi al-Din terbilang sukses membangun kerajaan Aceh.

Apa yang membuat Kerajaan Aceh mencapai kejayaan pada masa Sultan Iskandar Muda?

Kerajaan Aceh atau Kesultanan Aceh Darussalam adalah salah satu kerajaan Islam yang terletak di ujung Pulau Sumatera. Kerajaan ini didirikan oleh Sultan Ali Mughayat Syah pada 1496 Masehi. Kesultanan Aceh baru menjadi penguasa setelah mengambil alih Samudera Pasai pada 1524 Masehi.

Esultanan ini mencapai puncak kejayaannya pada masa kepemimpinan Sultan Iskandar Muda (1607-1636 M). Pada masa kepemimpinannya, Aceh menaklukkan Pahang yang merupakan sumber timah utama dan melakukan penyerangan terhadap Portugis di Melaka dengan armada yang terdiri dari 500 kapal perang dan 60.000 tentara laut.

Dengan demikian, Kerajaan Aceh mencapai puncak pada masa kekuasaan Sultan Iskandar Muda.

Apa perjuangan Sultan Iskandar?

Perjuangan yang dilakukannya adalah memperkuat armada dan angkatan perang, melakukan penaklukkan wilayah, penyerangan terhadap Portugis dan menjalin kerjasama perdagangan.