Kapan Berdirinya Kerajaan Aceh Darussalam?

0 Comments

Kapan Berdirinya Kerajaan Aceh Darussalam
Mensen zoeken ook naar Sultanaat Mataram 1587 Sultanaat Bantam 1526 Sultanaat Demak 1475

Kapan Kerajaan Aceh berdiri dan siapa pendirinya?

Jakarta – Traveler tahu Kerajaan Aceh? Disebut juga sebagai Kesultanan Aceh, Kerajaan Aceh merupakan Kerajaan Islam di Indonesia yang ada di Provinsi Aceh. Kerajaan Aceh didirikan pada tahun 1496 oleh Ali Mughayat. Menurut Sumatra and the Malay Peninsula, 16 th Century dalam Digital Atlas of Indonesian History, kerajaan ini didirikan di wilayah Kerajaan Lamuri dan mengalami ekspansi, hingga menyatukan kawasan Daya, Pedir, Lidie sampai Nakur.

Kapankah berdirinya Kerajaan Aceh dan apa bukti adanya kerajaan tersebut?

Suara.com – Aceh sebelum menjadi sebuah provinsi seperti sekarang dulunya merupakan wilayah kerajaan. Nah, apakah kalian tahu bagaimana sejarah Kerajaan Aceh ? Siapa saja raja Kerajaan Aceh dahulu kala? Dan Apa peninggalan Kerajaan Aceh yang ditemukan? Jawaban pertanyaan itu akan ditemukan dalam artikel berikut.

Erajaan Aceh adalah kerajaan Islam yang didirikan oleh Sultan Ali Mughayat Syah pada 1496 M. Sebelum akhirnya runtuh di awal abad ke-20, Kesultaan Kerajaan Aceh baru menjadi penguasa di tahun 1524 M usai mengambil alih Samudera Pasai. Kerajaan yang terletak di Kutaraja atau yang lebih dikenal dengan Banda Aceh ini mencapai puncak kejayaannya saat masa kepemimpinan Sultan Iskandar Muda (1607-1636 M).

Berikut sejarah Kerajaan Aceh selengkapnya. Baca Juga: Sejarah Kerajaan Singasari Lengkap dengan Bukti Peninggalannya Sejarah Kerajaan Aceh Kerajaan Aceh berdiri setelah kekuatan Barat tiba di Malaka. Untuk mencegah penguasaan para pendatang itu, Sultan Ali Mughayat Syah menyusun strategi perlawanan dengan menyatukan kerajaan-kerajaan kecil di bawah naungan Kerajaan Aceh Selain itu, Sultan Ali Mughayat Syah juga membentuk angkatan darat dan laut, serta membuat dasar-dasar politik luar negeri, seperti berikut:

You might be interested:  Bpum Tahap 2 Banda Aceh?

Menjalin persahabatan yang lebih erat dengan kerajaan-kerajaan Islam di NusantaraMencukupi kebutuhan sendiri, sehingga tidak bergantung pada pihak luarMenjalankan dakwah Islam ke seluruh nusantaraMenerima bantuan tenaga ahli dari pihak luarBersikap waspada terhadap barat

Puncak Kejayaan Kerajaan Aceh Setelah Sultan Iskandar Muda menggantikan Sultan Ali Riayat Syah (1604-1607 M), kerajaan Aceh mengalami kemajuan yang luar biasa hingga mencapai masa kejayaannya. Di bawah kepemimpinan Sultan Iskandar Muda, Kerajaan Aceh mampu menguasai jalur perdagangan bahkan menjadi bandar transit bagi pedagang-pedagang Islam di Barat.

Apa yang melatarbelakangi berdirinya Kerajaan Aceh?

Awal mula keberadaan Kerajaan Aceh Darussalam merupakan daerah taklukan dari Kerajaan Pedir. Wilayah Darussalam mulai menunjukkan perkembangan yang cukup pesat saat Malaka jatuh kepada Portugis di tahun 1511. Setelah Malaka jatuh dan mengalami keruntuhan akibat serangan Portugis.

Kapan awal berdirinya kerajaan kerajaan Islam di Indonesia?

Kerajaan Samudera Pasai terletak di Aceh, dan merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia. Kerajaan ini didirikan oleh Meurah Silu pada tahun 1267 M. Bukti-bukti arkeologis keberadaan kerajaan ini adalah ditemukannya makam raja-raja Pasai di kampung Geudong, Aceh Utara.

Kapan Kerajaan Aceh Darussalam mengalami puncak kejayaan?

Kerajaan Aceh atau lebih dikenal sebagai Kesultanan Aceh Darussalam adalah kesultanan yang terletak di Pantai Timur Aceh. Kerajaan ini didirikan oleh Sultan Ali Mughayat Syah pada tahun 1513 M. Perkembangan Aceh sangat erat hubungannya dengan jatuhnya Malaka ke tangan Portugis karena banyaknya pedagang muslim yang menghidari Selat Malaka.

Kerajaan atau Kesultanan Aceh mencapai pucak kejayaan pada masa Sultan Iskandar Muda yang memerintah pada tahun 1607-1636 M. Kejayaan Kesultanan Aceh dibuktikan dengan berhasilnya Sultan Iskandar Muda menguasai daerah-daerah di pesisir timur dan barat Sumatra, serta pesisir barat Semenanjung Melayu, seperti Johor dan Pahang.

Sultan Iskandar digantikan oleh Sultan Iskandar Thani yang memerintah pada 1636-1641 M. Pada masa pemerintahannya, kejayaan Kesultanan Aceh semakin meningkat dalam perkembangan di dalam negeri, terutama dalam bidang keagamaan. Perkembangan di bidang agama ini didukung oleh Nuruddin ar-Raniri.

You might be interested:  Pemimpin Rakyat Aceh Dan Ternate Yang Melakukan Perlawanan Brainly?

Siapa pemimpin Kesultanan Aceh Darussalam?

Iskandar Muda (1607-1636) Sultan Iskandar Muda memerintah Kerajaan Aceh tahun 1607–1636 M. Di bawah pemerintahannya, Kerajaan Aceh mengalami kejayaan. Iskandar Muda membawa kejayaan pada bidang perdagangan, diplomasi, bahkan politik.

Di mana letak Kerajaan Aceh?

Daerah Aceh yang terletak di bagian paling barat gugusan kepulauan Nusantara, menduduki posisi strategis sebagai pintu gerbang lalu lintas perniagaan dan kebudayaan yang menghubungkan Timur dan Barat sejak berabad-abad lampau. Aceh sering disebut-sebut sebagai tempat persinggahan para pedagang Cina, Eropa, India dan Arab, sehingga menjadikan daerah Aceh pertama masuknya budaya dan agama di Nusantara.

  1. Pada abad ke-7 para pedagang India memperkenalkan agama Hindu dan Budha.
  2. Namun peran Aceh menonjol sejalan dengan masuk dan berkembangnya agama Islam di daerah ini, yang diperkenalkan oleh pedagang Gujarat dari jajaran Arab menjelang abad ke-9.
  3. Menurut catatan sejarah, Aceh adalah tempat pertama masuknya agama Islam di Indonesia dan sebagai tempat timbulnya kerajaan Islam pertama di Indonesia, yaitu Peureulak dan Pasai.

Kerajaan yang dibangun oleh Sultan Ali Mughayatsyah dengan ibukotanya di Bandar Aceh Darussalam (Banda Aceh sekarang) lambat laun bertambah luas wilayahnya yang meliputi sebagaian besar pantai Barat dan Timur Sumatra hingga ke Semenanjung Malaka. Kehadiran daerah ini semakin bertambah kokoh dengan terbentuknya Kesultanan Aceh yang mempersatukan seluruh kerajaan-kerajaan kecil yang terdapat di daerah itu.

Dengan demikian kesultanan Aceh mencapai puncak kejayaannya pada permulaan abad ke-17, pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda. Pada masa itu pengaruh agama dan kebudayaan Islam begitu besar dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Aceh, sehingga daerah ini mendapat julukan ” Seuramo Mekkah” (Serambi Mekkah).

You might be interested:  Salah Satu Hal Yang Dilarang Di Aceh Adalah?

Keadaan ini tidak berlangsung lama, karena sepeninggal Sultan Iskandar Muda para penggantinya tidak mampu mempertahankan kebesaran kerajaan tersebut. Sehingga kedudukan daerah ini sebagai salah satu kerajaan besar di Asia Tenggara melemah. Hal ini menyebabkan wibawa kerajaan semakin merosot dan mulai dimasuki pengaruh dari luar.

Kesultanan Aceh menjadi incaran bangsa Barat yang ditandai dengan penandatanganan Traktat London dan Traktat Sumatera antara Inggris dan Belanda mengenai pengaturan kepentingan mereka di Sumatera. Sikap bangsa Barat untuk menguasai wilayah Aceh menjadi kenyataan pada tanggal 26 Maret 1873, ketika Belanda menyatakan perang kepada Sultan Aceh.

Tantangan yang disebut ‘Perang Sabi’ ini berlangsung selama 30 tahun dengan menelan jiwa yang cukup besar tersebut memaksa Sultan Aceh terakhir, Twk. Muhd. Daud untuk mengakui kedaulatan Belanda di tanah Aceh. Dengan pengakuan kedaulatan tersebut, daerah Aceh secara resmi dimasukkan secara administratif ke dalam Hindia Timur Belanda (Nederlansch Oost-Indie) dalam bentuk propinsi yang sejak tahun 1937 berubah menjadi karesidenan hingga kekuasaan kolonial Belanda di Indonesia berakhir.