Gelombang Tsunami Yang Melanda Wilayah Aceh Disebabkan Oleh?

0 Comments

Gelombang Tsunami Yang Melanda Wilayah Aceh Disebabkan Oleh
Gelombang Tsunami Yang Melanda Wilayah Aceh Disebabkan Oleh 65 Korban tsunami Banten berhasil diidentifikasi. ©2018 Merdeka.com Merdeka.com – Penyebab tsunami Aceh 2004 masih kerap menjadi bayang-bayang dan membuat penasaran seseorang untuk mencari tahu meski peristiwa telah berlalu belasan tahun lamanya. Kabar tentang penyebab tsunami Aceh tahun 2004 memang mencuat kembali tatkala sebuah unggahan di Facebook Desember 2020 lalu. Berikut isi narasinya: “Menurut Jerry D gray dan fisikawan Prancis. Tsunami Aceh yang terjadi pada tahun 2004, bukan akibat gempa bumi, melainkan merupakan ledakan bom nuklir bawah laut. Percaya? Simak yaa. Just information!”. Tim pencari fakta telah mencari tahu apakah berita tersebut benar atau palsu, berikut merdeka.com rangkum penyebab tsunami Aceh 2004 yang sesungguhnya: 2 dari 4 halaman

Apa yang menjadi penyebab terjadinya tsunami di Aceh?

Minggu, 26 Desember 2021 19:40 WIB – Gelombang Tsunami Yang Melanda Wilayah Aceh Disebabkan Oleh Pandangan dari udara memperlihatkan kota Banda Aceh yang hancur akibat tsunami Aceh, 28 Januari 2005. BNPB mencatat 166.080 orang tewas dan 6.245 lainnya hilang akibat disapu gelombang tsunami. REUTERS/Kimimasa Mayama TEMPO.CO, Banda Aceh – Tsunami Aceh merupakan bencana alam dahsyat yang tercatat jelas dalam sejarah dunia.

Entah itu tercatat sebagai kajian dalam badan riset, atau tercatat sebagai duka bagi umat masyarakat sedunia. Kejadian ini dimulai oleh gempa tektonik berkekuatan 9,1 skala Ritcher pada pukul 07.59 WIB, 26 Desember 2004. Gempa ini mengingarkan dasar laut di Sumatera bagian barat daya, sekitar 20 sampai 25 kilometer dari pantai.

Tidak lama setelah itu, tsunami menghempas Banda Aceh. Tercatat tinggi ombak mencapai 20 sampai 30 meter dan kecepatan rambat gelombang tsunami mencapai 800 kilometer per jam. Tsunami Aceh memberikan dampak ke wilayah Aceh dan sebagian wilayah Sumatera Utara,

Pada 27 Desember 2004, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa tsunami Aceh merupakan bencana kemanusiaan terbesar yang pernah ada. Tsunami Aceh memberikan dampak ke berbagai tempat di Asia Tenggara dan Selatan. Wilayah yang terdampak paling parah adalah Aceh, Khaolak di Thailand, dan sebagian dari Sri Langka dan India Tsunami Aceh menyibukkan satu dunia untuk mengerahkan bala bantuan, serta melakukan riset lanjutan untuk memitigasi bencana tsunami.M.

IHSAN NURHIDAYAH Baca: Museum Tsunami Aceh Jadi Destinasi Wisata Unik Terpopuler API 2020

Apa itu tsunami dan penyebabnya?

KOMPAS.com – Tsunami berasal dari bahasa Jepang merupakan gelombang pelabuhan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, tsunami diartikan gelombang laut sahsyat yang terjadi karena gempa bumi atau letusan gunung api di dasar laut. Dikutip dari situs Weather.gov, tsunami adalah serangkaian gelombang yang kuat, disebabkan oleh gerakan yang besar dan tiba-tiba di bawah laut seperti gempa bumi, aktivitas vulkanik dan tanah longsor.

Jelaskan apa yang dimaksud dengan gelombang tsunami?

Tsunami adalah rangkaian gelombang laut yang mampu menjalar dengan kecepatan hingga lebih 900 km per jam, terutama diakibatkan oleh gempabumi yang terjadi di dasar laut. Kecepatan gelombang tsunami bergantung pada kedalaman laut.

You might be interested:  Kerajaan Yang Terletak Di Pesisir Timur Laut Aceh?

Bagaimana proses terjadinya tsunami menurut brainly?

Kategori Soal : Bab Proses Terjadinya Tsunami. Kelas : 8 SMP/ VIII SMP Mapel : IPS Pembahasan : Tsunami itu Bisa terjadi Karena 2 Hal. Yaitu : 1.) Akibat Patahan Lempeng Bumi di Dasar laut.2.) Akibat Adanya Letusan Gunung Berapi di tengah laut. Kali Ini Kita Akan membahas Dari No.1 Yaitu : Tsunami Akibat Patahan Lempeng Bumi di Dasar Laut. Indonesia terletak antara Pertemuan 3 lempeng bumi. Yaitu : -> Lempeng Pasifik -> Lempeng Indo-Australia -> Lempeng Eurasia Urutan Terjadinya Tsunami : 1} Adanya Patahan Lempeng 2} Air Laut pun seketika langsung surut 3} Air Laut pun surut 4} Seketika Air naik ke laut sampai daratan dengan kecepatan yang sangat kuat dan menghantam pembatas laut.5} Dan Tsunami pun hingga daratan dan membawa bangunan yang di laluinya dan menewaskan banyak korban jiwa Kali ini Kita akan membahas No.2 Yaitu : Tsunami akibat adanya Letusan Gunung Berapi di dasar laut. Urutan Terjadinya Tsunami : 1} Adanya Gempa di dasar laut.2} Air laut pun keluar dari lautan hingga ke daratan.3} Seketika Air naik ke laut sampai daratan dengan kecepatan yang sangat kuat dan menghantam pembatas laut.4} Dan Tsunami pun hingga daratan dan membawa bangunan yang di laluinya dan menewaskan banyak korban jiwa Semoga membantu yah 🙂 Selamat Belajar ^_^ Semangat !!

Apakah gempa dapat menyebabkan tsunami?

Penyebab terjadinya tsunami – Tsunami adalah rangkaian gelombang air laut yang mampu menjalar dengan kecepatan hingga lebih dari 900 kilometer per jam. Penyebab utama terjadinya adalah gempa bumi atau getaran yang terjadi di bawah laut. Namun, tidak semua gempa bisa menyebabkan tsunami.

Pusat gempa terjadi di dasar laut Kedalaman pusat gempa kurang dari 60 kilometer Magnitudo lebih dari 7,6

Gempa dengan magnitudo 6,5 sampai 7,5 biasanya tidak langsung menyebabkan tsunami, namun berpotensi menimbulkan efek sekunder seperti longsor bawah laut yang bisa menyebabkan tsunami. Baca juga: Kenapa Indonesia Sering Terjadi Gempa Bumi? Ahli Jelaskan

Gelombang tsunami termasuk gelombang apa?

Tsunami adalah kata berbahasa Jepang yang berarti gelombang ombak lautan ( tsu artinya lautan, nami berarti gelombang ombak). Tsunami adalah serangkaian gelombang ombak raksasa yang timbul karena adanya pergeseran di dasar laut akibat gempa bumi. Gempa yang terjadi di Aceh dan Sumut mencapai 9,3 skala Richter.

Jadi, tsunami memang identik dengan gempa yang terjadi di dasar laut, bukan di daratan. Gelombang ombak yang ditimbulkan memiliki kecepatan 600 mil per jam (hampir 1.000 km per jam) atau sama dengan kecepatan rata-rata pesawat udara. Tinggi gelombang bisa mencapai 6 sampai 14 meter untuk ukuran rata-rata, tapi bisa juga mencapai 30 eter,

Gelombang tsunami bisa menghantam daratan selama 5 sampai 30 menit. Kalau gelombang ombak datang, kita nyaris tidak sempat melarikan diri. Sedemikian besar dan cepatnya, gelombang ombak ini dapat melintasi lautan luas, termasuk Lautan Pasifik. Jadi, gelombang tsunami yang terjadi di Pulau Sumatra mencapai India, Sri Lanka, Thailand, dan beberapa negara di Asia Timur dengan kekuatan yangsama.

  1. mengurangi resiko bencana alam tsunami :
  2. Membuat system peringatan dini.
  3. Relokasi daerah pemukiman yang rawan tinggi terhadap ancaman tsunami.
  4. Edukasi kepada masyarakat tentang berbagai hal yang berkaitan dengan tsunami,misalnya tanda-tanda kedatangan tsunami dan cara-cara penyelamatan diri,sehingga masyarakat siap dan tanggap apabila suatu saat tsunami dating secara tiba-tiba.
  5. Membuat jalan atau lintasan untuk menyelamatkan diri dari tsunami.
  6. Menanami daerah pantai dengan tanaman yang secara efektif dapat menyerap energy gelombang (mangrove)
  7. Membiarkan lapangan terbuka untuk menyerap energy tsunami.
  8. Membuat dike ataupun breakwater di daerah yang memungkinkan.
You might be interested:  Mengapa Tsunami Di Aceh Bisa Terjadi?

Tips menghadapi Tsunami di daratan

  • Jika berada di pantai atau di dekat lautan dan merasakan adanya gempa bumi yang besar,segera,menyelamatkan diri ke daerah/tempat yang lebih tinggi,tidak perlu menunggu sampai peringatan tsunami diumumkan.
  • Tetap tenang dan tidak panic,ikuti petunjuk jalur penyelamatan / evakuasi.
  • Mengikuti instruksi/petunjuk dari pejabat/petugas yang berwenang.
  • Jika berada di rumah,pastikan seluruh anggota keluarga mengetahui adanya ancaman bahaya ini dan segera pergi menuju ke tempat yang aman.
  • Jika berada di hotel atau gedung tinggi yang terletak di tempat yang rendah,segera berlari ke bagian atas hotel/gedung

Apa akibat dari tsunami Aceh 2004?

1. Sektor Sosial dan Budaya – Dampak gempa dan tsunami telah mempengaruhi sektor sosial secara masif. Penilaian kerusakan dan kerugian untuk sektor sosial dan budaya meliputi perumahan, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan. Kerusakan perumahan adalah kerusakan terbesar akibat dari tsunami melebihi sektor lainnya.

Dampak kerugiannya mencapai Rp.13,4 triliun, merupakan 32% dari semua kerusakan dan kerugian yang diakibatkan bencana tersebut. Sektor pendidikan diperkirakan sebanyak 45.000 siswa dan 1.870 guru hilang. Sekitar 1.962 sekolah rusak dan hancur sehingga kerugian diperkirakan mencapai Rp 1,041 triliun. Kemudian, sektor kesehatan juga terdampak dengan hancurnya 5 rumah sakit dan 11 puskesmas.

Untuk sektor keagamaan, data Survei Desa (Podes) menunjukkan bahwa ada sekitar 2.000 masjid, 5,500 meunasah (masjid kecil), 2.150 musala, dan 91 tempat ibadah yang terdampak. Podes dan Menteri Dalam Negeri memperkirakan, butuh sekitar Rp 776 juta untuk membangun kembali tempat ibadah di Aceh dan Sumatera.

Bagaimana karakteristik gelombang tsunami?

Kompas TV video sinau Senin, 7 Juni 2021 | 19:45 WIB Penulis : Gempita Surya KOMPAS.TV – Tsunami adalah rangkaian gelombang laut yang mampu menjalar dengan kecepatan mencapai 900 km/jam atau lebih di tengah laut. Tsunami disebabkan oleh berbagai faktor, seperti gempa bumi di dasar laut, runtuhan di dasar laut, atau letusan gunung api di laut.

Berikut beberapa karakteristik tsunami: – Tinggi gelombang tsunami di tengah lautan mencapai kurang lebih 5 meter. – Secara bersamaan gelombang tsunami akan mencapai pantai dengan tinggi hingga 30 meter. – Panjang gelombang tsunami (50-200 km) lebih besar dari gelombang pasang laut (50-150 m). – Gelombang tsunami berlangsung sekitar 10-60 menit.

Tanda-tanda tsunami: – Tsunami umumnya didahului gempa besar dan air laut yang tiba-tiba surut. – Kemudian ada selang waktu antara terjadinya gempa bumi dengan waktu tiba tsunami di pantai. – Gelombang air laut datang secara mendadak dengan energi yang sangat kuat.

  1. Di Indonesia, tsunami terjadi dalam waktu kurang dari 40 menit setelah terjadi gempa besar di bawah laut.
  2. InaTEWS, Sistem Peringatan Dini Tsunami Indonesia di BMKG, akan mengeluarkan peringatan dini tsunami dalam waktu kurang dari 5 menit.
  3. Informasi dikirimkan melalui SMS, e-mail, Warning Reviever System (WRS), website, media sosial, dan aplikasi.
You might be interested:  Biaya Pembuatan Sim Di Banda Aceh?

Penting untuk mengetahui langkah mitigasi tsunami agar bisa melakukan evakuasi mandiri sebelum tsunami terjadi, salah satunya adalah mengingat rumus 20-20-20. Penjelasannya adalah, jika terjadi gempa terasa selama 20 detik, tanpa perlu menunggu air surut, segera menuju ke tempat dengan ketinggian minimal 20 meter, karena waktu yang ada hanya sekitar 20 menit.

Bagaimana proses terjadinya bencana alam tsunami?

KOMPAS.com – Gelombang pasang tsunami disebabkan oleh adanya perubahan vertikal dasar laut karena terjadinya gempa bumi di dekat atau di dasar laut. Gempa bumi mengakibatkan air laut yang luar biasa banyaknya berpindah tempat secara mendadak. Gelombang tsunami bergerak keluar dari sumbernya ke segala arah.

Gelombanya bisa sangat panjang hingga menyebrangi lautan. Di laut dalam, gelombang tsunami dapat bergerak dengan kecepatan 1.000 km per jam, sedangkan di kawasan pantai, tsunami akan melambat. Di Indonesia maupun negara-negara lain, gempa bumi bawah laut yang menyebabkan pergeseran vertikal secara mendadak di dasar laut merupakan penyebab utama tsunami.

Baca juga: Penjelasan Ahli ITB dan BMKG soal Tsunami Selat Sunda yang Dapat Menerjang Jakarta Indonesia terletak di kawasan yang memiliki aktivitas seismik yang tertinggi sehingga gempa bumi sering terjadi. Hal ini diakibatkan oleh wilayah Indonesia yang dikelilingi oleh area pertemuan lempeng tektonik dan gempa bumi terjadi pada area pertemuan kedua lempeng tersebut.

  1. Dilansir dari buku Pengantar Pengetahuan tentang Risiko, di Indonesia, terdapat tiga kawasan lempeng utama yang dapat mengakibatkan tsunami, yakni: 1.
  2. Lempeng Indo-Australia bertemu dengan lempeng Eurasia 2.
  3. Lempeng Indo-Australia bertemu dengan lempeng Pasifik 3.
  4. Lempeng Pasifik bertemu dengan lempeng Filipina Baca juga: Indonesia Berisiko Terkena Tsunami, Pahami Cara Mengantisipasi Tsunami Area pertemuan lempeng ini disebut zona subduksi,

Saat lempeng tektonik yang membentuk kulit luar Bumi tiba-tiba bergerak di wilayah yang biasanya stabil, gempa bumi bisa terjadi. Selain itu, zona subduksi juga dapat membentuk deretan gunung api. Gempa bumi pada zona subduksi terjadi ketika ujung dari lapisan yang berada di atas patah dan bergerak vertikal hingga mengangkat dasar laut dan air di atasnya.

Perlu diketahui bahwa tidak semua gempa bumi menyebabkan tsunami, namun sebagian besar tsunami disebabkan oleh gempa bumi. Tsunami dapat memberikan dampak yang sangat besar bagi manusia. Ia dapat memakan korban jiwa, menghancurkan berbagai bangunan, menghapus pantai, mengubah garis pantai, dan lain-lain.

Tidak ada yang bisa memprediksi terjadinya gempa bumi dan tsunami. Namun, masyarakat bisa melakukan upaya-upaya mitigasi untuk meminimalisasi risiko saat gempa bumi dan tsunami terjadi. Baca juga: Cara Kerja Tsunami Early Warning System Salah satu cara untuk mengurangi dampak tsunami di antaranya adalah mengetahui bahaya tsunami, termasuk tanda-tanda alam.

  1. Penting pula untuk memiliki rencana respons sehingga dapat bereaksi dengan cepat dan tepat saat terjadi gempa bumi yang diikuti peringatan tsunami.
  2. Ini berarti masyarakat harus memahami evakuasi tsunami, tujuan evakuasi, dan mengetahui cara mendapatkan informasi seputar tsunami.
  3. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com.

Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.