Bank Bri Pusat Banda Aceh?

0 Comments

Bank Bri Pusat Banda Aceh
Vragen en antwoorden Een vraag stellen V: (Vertaald door Google) Waar is de conventionele BRI-bank voor het opnemen van geld in Banda Aceh? (Origineel) Dimana letak bank BRI konvensional buat tarik duit di Banda Aceh? A: (Vertaald door Google) (Automatische Google-toegang) Ok zus voor online hulp en meer info, neem contact op met onze WhatsApp +1202:999:1885 Dank je.

Kenapa Bank BRI tidak ada lagi di Aceh?

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI akan menutup operasional di Aceh, dalam rangka menindaklanjuti penerapan Qanun Lembaga Keuangan Syariah nomor 11 tahun 2018. Lantas, bagaimana nasib nasabah BRI di Aceh yang ingin melakukan transaksi di kantor cabang atau outlet bantuan? Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto mengatakan, dengan dihentikannya layanan BRI, seluruh portofolio dan layanan perbankan pelat merah ini dialihkan ke BRISyariah, yang saat ini telah tergabung ke dalam Bank Syariah Indonesia (BSI).

Baca juga: BRI Segera Pamit dari Aceh, Kenapa? “Kami secara bertahap telah mengalihkan portofolio simpanan dan pinjaman serta operasional layanan kepada BRISyariah selama periode Juli 2019 hingga Desember 2020,” kata Aestika kepada Kompas.com, Rabu (14/4/2021). Dengan adanya pengalihan layanan tersebut, maka seluruh kantor cabang dan e-channel BRI, yang terdiri dari 11 kantor cabang, 15 kantor cabang pembantu, 94 BRI unit, dan 444 ATM akan dioperasiokan oleh BSI.

Dengan telah dialihkannya portofolio dan layanan perbankan BRI ke BSI, maka nasabah dari bank dengan aset terbesar di Indonesia itu dapat melakukan transaksi perbankan di BSI. “Nasabah (BRI) dapat bertransaksi di jaringan kerja BSI,” ujar Aestika. Baca juga: BRI Pamit dari Aceh, Begini Hukum Transaksi Keuangan di Serambi Mekah Sebelumnya, Pemimpin Wilayah Bank BRI Provinsi Aceh Wawan Ruswanto menjelaskan, BRI telah menerima Izin Prinsip Penutupan 11 Kantor Cabang dan Kantor Wilayah, tetapi masih menunggu Izin Pelaksanaan Penutupan dari OJK Jakarta.

“Setelah mendapatkan Izin Pelaksanaan Penutupan, BRI diberikan waktu 30 hari kerja untuk melaksanakan penutupan operasional kantor,” kata dia. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join.

Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Apakah di Aceh ada bank BRI?

Jakarta, CNBC Indonesia – Bank BUMN, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) resmi menutup seluruh operasional perbankan di Aceh sebagai tindak lanjut penerapan Qanun Lembaga Keuangan Syariah Nomor 11 tahun 2018. Manajemen BRI mendukung penuh kebijakan pemerintah daerah terkait penerapan Qanun Lembaga Keuangan Syariah.

“Sebagai implementasinya kami secara bertahap telah mengalihkan portofolio simpanan dan pinjaman serta operasional layanan kepada BRIsyariah selama periode Juli 2019 hingga Desember 2020. Saat ini sendiri BRISyariah telah melakukan merger dan menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI),” kata Aestika Oryza Gunarto, Corporate Secretary BRI, dalam keterangan resmi, Rabu (14/4/2021).

Dia menjelaskan, saat ini seluruh Kantor dan E-channel BRI telah dialihkan kepada Bank Syariah Indonesia yaitu 11 Kantor Cabang, 15 Kantor Cabang Pembantu dan 94 BRI Unit. Sementara untuk e-channel, terdapat 444 ATM yang telah digunakan oleh BSI. Ada pun jumlah SDM yang sudah diserap untuk menjalankan Kantor BSI tersebut di atas adalah sekitar 69% termasuk yang ditempatkan di Regional Office dan Branch.

Sementara 31% SDM lainnya tetap bekerja di BRI di luar Aceh dan di Kantor Fungsional Aceh. “BRI mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh masyarakat Aceh yang telah mendukung keberadaan BRI selama ini dalam menjalankan berbagai program kaitannya dengan pemberdayaan UMKM dan agent of development.” Sebelumnya, manajemen BRI dan anak usaha PT Bank BRIsyariah Tbk (BRIS) yang kini menjadi Bank Syariah Indonesia menyatakan akan mengakselerasi implementasi Qanun Lembaga Keuangan Syariah di Provinsi Aceh dengan menetapkan target bahwa konversi tuntas di tahun 2020.

You might be interested:  Sultan Pertama Aceh Yang Mendirikan Kerajaan Aceh Adalah?

BRISyariah memang sudah merger dengan dua bank syariah BUMN lainnya yakni PT Bank BNI Syariah dan PT Bank Syariah Mandiri dengan menjadi PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Manajemen BRI menyatakan tahun 2020 memang merupakan fase implementasi dengan program yang akan dilakukan di antaranya konversi program pemerintah seperti KUR, bantuan sosial non tunai, Rumah Kreatif BUMN, konversi pinjaman dengan kolektibilitas tertentu, audiensi dengan Pemerintah dan otoritas serta regulator serta pengalihan aset tetap dan perangkat elektronik (ATM, CRM, EDC).

Strategi utama BRI dan BRISyariah dalam Implementasi Qanun LKS adalah menerapkan Sinergi Perbankan dalam bentuk LSBU dan Colocation di seluruh Unit Kerja BRI. LSBU atau Layanan Syariah Bank Umum adalah layanan syariah yang dilakukan oleh Pekerja dan di Unit Kerja konvensional, sesuai Izin OJK. Sementara Colocation adalah BRISyariah mendirikan unit kerja di lokasi existing kantor BRI, dengan sekat dan tanda yang jelas dapat membedakan antara layanan syariah dari layanan konvensional.

Saat ini di Provinsi Aceh terdapat 6 Kantor Cabang Pembantu BRI yang telah mendapat izin regulator dan beroperasi secara syariah penuh serta 11 Kantor Cabang BRI, 6 Kantor Cabang Pembantu dan 141 BRI Unit yang sedang menunggu izin regulator baik Colocation dan LSBU,

Apakah di Aceh ada bank mandiri?

Jakarta, CNBC Indonesia – Perbankan BUMN, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) akan menutup operasional tiga kantor cabang terakhirnya di Aceh per Jumat 30 Juli 2021 pekan ini. Ketiga cabang tersebut berlokasi di Banda Aceh, Lhokseumawe dan Langsa. Direktur Jaringan dan Retail Banking Bank Mandiri Aquarius Rudianto mengatakan penutupan tiga kantor cabang terakhir ini merupakan tahap terakhir dari rangkaian penutupan seluruh 52 kantor cabang di Provinsi Aceh yang dilakukan sejak awal proses sosialisasi Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS).

“Atas penghentian operasional cabang terakhir ini, kami ingin mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Aceh atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepada Bank Mandiri. Kami optimis Provinsi Aceh dapat terus tumbuh dan berkembang menjadi provinsi yang makmur dan sejahtera,” kata Aquarius dalam siaran persnya, Rabu (28/7/2021).

Sejalan dengan penutupan ini, di tiga wilayah tersebut akan didirikan kantor fungsional yang akan melayani transisi penyelesaian hak dan kewajiban para nasabah. Bank Mandiri telah menyerahkan asetnya kepada PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI yang nantinya akan menjadi representasi Mandiri Group di Provinsi Aceh.

  • Selain itu, bank ini juga telah mengkonversi 35 cabangnya ke dalam jaringan kantor BSI dan mengalihkan rekening dana pihak ketiga (DPK) maupun kredit ke BSI.
  • Adapun penutupan kantor cabang bank konvensional di Aceh ini dilakukan untuk menaati aturan dari Pemerintah Provinsi Aceh.
  • Tertuang dalam Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah yang berlaku sejak diundangkan pada 4 Januari 2019.

“Lembaga keuangan yang beroperasi di Aceh berdasarkan prinsip syariah. Aqad keuangan di Aceh menggunakan prinsip syariah,” tulis aturan tersebut. Artinya, seluruh layanan bank dan produk keuangan yang boleh diakses di Aceh hanyalah yang berskema syariah.

  1. Dengan begitu, aktivitas keuangan konvensional atau nonsyariah harus ditutup dan tidak boleh diberlakukan.
  2. Aturan tersebut akan mulai diberlakukan di Aceh mulai awal Januari 2022 mendatang.
  3. Pada saat Qanun ini mulai berlaku, lembaga keuangan yang beroperasi di Aceh wajib menyesuaikan dengan Qanun ini paling lama tiga tahun sejak Qanun ini diundangkan,” terang Pasal 65.

Sebelum Bank Mandiri, bank BUMN lainnya yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) juga sudah resmi menutup seluruh operasional perbankan di Aceh sebagai tindak lanjut penerapan Qanun Lembaga Keuangan Syariah Nomor 11 tahun 2018. Adapun seluruh Kantor dan E-channel BRI juga telah dialihkan kepada BSI yaitu 11 Kantor Cabang, 15 Kantor Cabang Pembantu dan 94 BRI Unit.

Apakah BRI konvensional masih bisa digunakan di Aceh?

Berlakunya Qanun nomor 11 tahun 2018 mendorong bank-bank konvensional pergi dan mengucapkan selamat tinggal ke masyarakat Aceh. Sistem syariah akan menjadi satu-satunya pilihan, meski masih mengundang kontroversi. Safarudin SH, pada 3 Desember 2020 melayangkan gugatan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat kepada Bank Mandiri, Bank Central Asia (BCA) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Direktur Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) yang juga nasabah ini tidak menerima keputusan manajemen ketiga bank itu menutup layanan di Aceh. Alasan Safarudin, jika dia bertahan menggunakan layanan konvensional seperti sekarang, akunnya akan dipindahkan ke luar Aceh. Konsekuensinya, jika nasabah memerlukan layanan di kantor, mereka harus menempuh jarak cukup jauh.

Dari bank yang mengelola dananya, Safarudin diberi batas waktu pemindahan sampai Juli 2021. Seorang perempuan memegang uang kertas rupiah di salah satu bank keliling Bank Negara Indonesia (BNI) di Jakarta, 15 Juli 2013. (Foto: Reuters/Beawiharta) “Kalau tidak mengalihkan ke syariah enggak apa-apa, tetapi rekeningnya dipindahkan dari Aceh ke kantor area Medan. Direktur Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Safarudin SH. (Foto: Dok Pribadi) Tidak hanya itu, Safarudin juga khawatir akan mengalami kendala ketika melakukan transaksi melalui bank syariah, terutama dalam pembayaran belanja online, Nasabah di Aceh kemungkinan juga akan dikenai biaya tambahan biaya ketika melakukan transaksi dengan akun bank konvensional di luar Aceh.

Gugatan Safarudin masih berlangsung di PN Jakarta Pusat, dan saat ini sedang memasuki replik-duplik untuk kemudian akan ada putusan sela beberapa waktu ke depan. Ada Salah Kaprah Pemahaman Namun, ada alasan lebih kuat yang mendasari gugatan Safarudin ke bank-bank itu. Dia meyakini, penutupan layanan bank konvensional di Aceh tidak memiliki dasar hukum.

Qanun 11/2018 tidak mengatur penutupan bank konvensional, tetapi tentang lembaga keuangan syariah. Dia mengakui ada dua pasal abu-abu, karena hanya menyebut lembaga keuangan dan bukan secara spesifik lembaga keuangan syariah. Pasal-pasal itu kini diartikan bahwa lembaga keuangan non-syariah termasuk yang turut diatur.

You might be interested:  Bencana Alam Yang Terjadi Di Aceh Pada Tahun 2004 Adalah?

Apakah BSI hanya ada di Aceh?

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) siap memperluas pangsa pasar di Aceh. Salah satunya, dengan meresmikan agen BSI Smart sebagai agen layanan keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif atau Langku Pandai. BSI Smart menjadi wujud komitmen Bank Syariah Indonesia untuk terus memberikan layanan optimal bagi seluruh masyarakat di Aceh, di mana agen-agen BSI Smart merupakan peralihan agen dari BRILink yang sebelumnya telah beroperasi di Aceh.

Sejak diberlakukannya Qonun Aceh, maka agen BRILink beralih menjadi agen BSI Smart. Sejak Agustus 2021 lalu, peralihan seluruh agen BRILink menjadi agen BSI Smart telah mencapai 80 persen atau sekitar 4.700 agen BSI Smart yang tersebar di seluruh wilayah Aceh. Untuk meningkatkan kinerja dan bentuk apresiasi pada para agen, BSI akan memberikan penghargaan kepada agen-agen BSI Smart terbaik Tahun 2021.

Baca Juga: Penyaluran kredit sindikasi turun 23% hingga pertengahan Oktober 2021 “Reward diberikan kepada agen-agen BSI Smart terpilih dengan kategori transaksi tertinggi, kategori saldo terbesar serta kategori nominal transaksi terbesar selama periode Agustus – Oktober 2021.

Harapannya tentu bukan semata reward, tapi lebih mengedepankan semangat membangun perekonomian syariah di Aceh dan menjadikan agen BSI Smart menjadi agen literasi keuangan syariah yang kompeten, jujur dan melayani masyarakat Aceh,” papar Direktur Retail Banking Bank Syariah Indonesia, Kokok Alun Akbar dalam keterangan tertulis pada Rabu (20/10).

Tak hanya di wilayah Aceh, agen BSI Smart juga melayani nasabah yang tersebar di seluruh Indonesia. Pada periode Agustus – Oktober 2021, total transaksi yang dilakukan agen BSI Smart di wilayah Aceh mencapai lebih dari 400 ribu transaksi dengan nominal transaksi mencapai Rp 860 miliar.

BSI Smart dapat diakses melalui berbagai perangkat melalui smart phone, PC atau laptop dan mesin EDC untuk melayani fitur yang beragam antara lain pembukaan rekening, setoran tunai, tarik tunai, pembayaran maupun pembelian serta turut mendukung program pemerintah dalam penyaluran bantuan sosial. Hadir dalam acara kick off BRILink menjadi BSI Smart di antaranya, Walikota Banda Aceh Aminullah Usman, Kepala Bank Indonesia Aceh Achris Sarwani, Kepala Divisi BRILink PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Kicky Andrie Devatra, Asisten 2 Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Aceh Mawardi, Kepala Bagian Edukasi Perlindungan Konsumen OJK Aceh Moishe Sofyan A.S,Kepala Ombudsman Aceh Taqwaddin Husin dan Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Aceh Fachrial.

You might be interested:  Sebutkan Lima Suku Bangsa Yang Ada Di Wilayah Provinsi Aceh?

Baca Juga: Hingga September 2021, transaksi QRIS Bank Syariah Indonesia tumbuh 447% Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Apakah BSI bisa ATM Bersama?

Dikutip dari dokumen berjudul QnA Konversi ke Rekening BSI yang terbit di laman resmi bankbsi.co.id, nasabah BSI bisa menggunakan mesin ATM Bank Mandiri, ATM BNI, ATM BRI, ATM Link, Prima atau Bersama.

Apakah Bank BRI termasuk ATM Bersama?

Salah satu program yang dihasilkan dari kerja sama itu adalah layanan jaringan ATM Bersama. Jaringan ini terdiri dari beberapa bank seperti BRI, Bank Mandiri, Bank Tabungan Negara (BTN), BNI, dan beberapa bank swasta seperti CIMB Niaga, Danamon, dan Bank Permata.

Apakah Aceh masih bagian dari Indonesia?

Aceh Aceh Darussalam

  • Atjeh
  • Daerah Istimewa Aceh
  • Nanggroë Aceh Darussalam
Provinsi otonom
Transkripsi bahasa daerah
• Abjad Jawoë اچيه دارالسلام
Dari atas, kiri ke kanan: Masjid Raya Baiturrahman, Danau Laut Tawar, Pulau Rubiah, Taman Nasional Gunung Leuser, Gunung Seulawah Agam, Museum Tsunami Aceh, Taman Sari Gunongan, Replika Pesawat RI-001 Seulawah,

Apa itu bank Konvensional?

Pengertian bank konvensional Bank konvensional adalah bank yang kegiatan usahanya dilakukan secara konvensional, dengan memberi jasa dalam lalu lintas pembayaran.

Apakah bank BNI masih ada di Aceh?

Jakarta – Sebanyak dua bank BUMN PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk ( BNI ) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk juga mengikuti penerapan Qanun No.11 Tahun 2018 yang mensyaratkan bahwa seluruh layanan keuangan di Provinsi Aceh harus berbasis syariah sebelum Januari 2022.

Corporate Secretary BNI Mucharom mengungkapkan perseroan sudah siap sudah siap dengan hal tersebut. Dia menyebutkan di BNI Group ada BNI Syariah yang merupakan anak usaha syariah BNI dan beroperasi sejak 2010. “Pada awal 2021 BNI Syariah merger bersama dengan BRI Syariah dan Bank Syariah Mandiri menjadi Bank Syariah Indonesia.

BNI sangat mendukung serta memfasilitasi konversi ke bank syariah. Tentunya, perpindahan nasabah dari cabang konvensional ke BSI sepenuhnya atas persetujuan dari masing-masing nasabah sendiri,” kata dia saat dihubungi detikcom, Jumat (16/4/2021). Dia mengungkapkan untuk memperkuat operasional Bank Syariah Indonesia di Aceh dalam rangka penerapan Qanun, sampai saat ini BNI telah mengkonversikan 26 kantor konvensional (Cabang Pembantu/Kas/Payment Point) dan menjadi 26 Kantor Cabang Pembantu BSI.

  1. Dengan demikian, Kantor Konvensional BNI di Aceh saat ini tinggal 6 cabang konvensional.
  2. Tahun ini, rencananya 4 kantor Cabang BNI yang berada di Meulaboh, Sigli, Bireun, dan Langsa kami tutup pada April 2021 dan migrasi ke Syariah, sedangkan 2 kantor cabang konvensional di Banda Aceh dan Lhokseumawe kami rencanakan penutupan sampai dengan akhir tahun 2021 ini,” tambah dia.

Menurut dia BNI siap mendukung Qanun untuk menjadi terobosan penting dalam membangun ekonomi Islam di Aceh. Sesuai tujuan utamanya yaitu, membantu meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat, sampai terciptanya kesejahteraan bagi seluruh warga Aceh. Corporate Secretary Bank Mandiri Rudi As Aturridha mengungkapkan perseroan mengalihkan sebagian besar asetnya di Provinsi Aceh kepada Bank Syariah Indonesia.

Hingga Maret 2021, sebanyak 34 kantor cabang dari total 47 cabang Bank Mandiri di Provinsi Aceh telah dialihoperasionalkan kepada Bank Syariah Indonesia. Kami optimis dapat menyelesaikan pengalihan operasional seluruh cabang Bank Mandiri ke Bank Syariah Indonesia sebelum tahun ini berakhir,” jelas dia.

Sebelumnya BRI dan Bank Panin juga menutup kantor cabang di Aceh. Bank Panin akan menutup satu kantor cabang utama di daerah Jalan Muh Jam 1 G-H, Desa Baru, Kampung Baru Baiturrahman dan satu Kantor Kas di Hasan Dek, Kuta Alam, Banda Aceh. Kemudian BRI akan mengalihkan layanan dan portofolio dialihkan ke BRISyariah yang kini sudah menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI).

Apakah bank BCA bank Konvensional?

Meskipun sama-sama Perseroan Terbatas, namun bentuk usaha yang dimaksud disini adalah bahwa BCA merupakan ‘ bank konvensional ‘ dimana produk-produk yang dijual adalah produk konvensional, sementara BCA syariah adalah ‘ bank syariah ‘, dimana bank syariah menanamkan prinsip syariah dalam berbagai kegiatan usahanya dan juga