Bagaimana Akhir Dari Kerajaan Aceh?

0 Comments

Bagaimana Akhir Dari Kerajaan Aceh
Kerajaan Aceh mulai mengalami kemunduran setelah Sultan Iskandar Muda wafat pada 1636. Keruntuhan Kerajaan Aceh ini terutama dipengaruhi adanya perebutan kekuasaan. Sepeninggal Sultan Iskandar Muda, Kerajaan Aceh dipimpin oleh Sultan Iskandar Thani.

Bagaimana runtuhnya Kerajaan Aceh Darussalam dan apa penyebabnya?

Masa Kemunduran – Kemunduran Kesultanan Aceh disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya ialah makin menguatnya kekuasaan Belanda di pulau Sumatra dan Selat Malaka, ditandai dengan jatuhnya wilayah Minangkabau, Siak, Tiku, Tapanuli, Mandailing, Deli, Barus (1840) serta Bengkulu kedalam pangkuan penjajahan Belanda. Diplomat Aceh di Penang, Duduk: Teuku Kadi Malikul Adil (kiri) dan Teuku Imeum Lueng Bata (kanan). Sekitar tahun 1870-an Hal ini bisa ditelusuri lebih awal setelah kemangkatan Sultan Iskandar Tsani hingga serangkaian peristiwa nantinya, dimana para bangsawan ingin mengurangi kontrol ketat kekuasaan Sultan dengan mengangkat janda Iskandar Tsani menjadi Sultanah.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa ketakutan akan kembalinya Raja tiran (Sultan Iskandar Muda) yang melatar-belakangi pengangkatan ratu. Sejak itu masa damai terasa di Aceh, para Ulèëbalang bebas berdagang dengan pedagang asing tanpa harus melalui pelabuhan sultan di ibu kota, Lada menjadi tanaman utama yang dibudidayakan seantero pesisir Aceh sehingga menjadi pemasok utama lada dunia hingga akhir abad 19.

Namun beberapa elemen masyarakat terutama dari kaum wujudiyah menginginkan penguasa nanti adalah seorang laki-laki bergelar Sultan. Mereka mengklaim bahwa pewaris sah masih hidup dan tinggal bersama mereka di pedalaman. Perang saudara pecah, masjid raya, Dalam terbakar, kota Bandar Aceh dalam kegaduhan dan ketidak-tentraman.

  1. Menindaklanjuti pertikaian ini, Kadhi Malikul Adil (semacam mufti agung) Tgk.
  2. Syech Abdurrauf As-Sinkily melakukan berbagai reformasi terutama perihal pembagian kekuasaan dengan terbentuknya tiga sagoe,
  3. Hal ini mengakibatkan kekuasaan sultanah/sultan sangat lemah dengan hanya berkuasa penuh pada daerah Bibeueh (kekuasaan langsung) semata.

Perang saudara dalam hal perebutan kekuasaan turut berperan besar dalam melemahnya Kesultanan Aceh. Pada masa Sultan Alauddin Jauhar Alamsyah ( 1795 – 1824 ), seorang keturunan Sultan yang terbuang Sayyid Hussain mengklaim mahkota kesultanan dengan mengangkat anaknya menjadi Sultan Saif Al-Alam.

You might be interested:  Bank Bca Syariah Banda Aceh?

Perang saudara kembali pecah namun berkat bantuan Raffles dan Koh Lay Huan, seorang pedagang dari Penang kedudukan Jauhar (yang mampu berbahasa Prancis, Inggris dan Spanyol) dikembalikan. Tak habis sampai disitu, perang saudara kembali terjadi dalam perebutan kekuasaan antara Tuanku Sulaiman dengan Tuanku Ibrahim yang kelak bergelar Sultan Mansur Syah (1857-1870).

Sultan Mansyur Syah berusaha semampunya untuk memperkuat kembali kesultanan yang sudah rapuh.

Apa yang menjadi ancaman dari Kerajaan Aceh Darussalam?

Keberadaan Portugis di Malaka menjadi ancaman bagi kedaulatan Kesultanan Aceh.

Kenapa Aceh tidak mudah dikuasai oleh penjajah Belanda?

Sulitnya Menaklukkan Aceh – Pasukan Aceh yang terdiri atas para ulebalang, ulama, dan rakyat terus mendapat gempuran dari pasukan Belanda. Pertempuran sengit di antara keduanya berlangsung dalam upaya memperebutkan Masjid Raya Baiturrahman. Namun, pasukan Aceh terus melakukan perlawanan, hingga pada akhirnya Jenderal JHR Kohler wafat di tangan pasukan Aceh.

Kematian Kohler ini membuat pasukan Belanda terpaksa ditarik mundur ke pantai. Dari kegagalan tersebut, Belanda kembali merapatkan barisannya pada serangan kedua, 9 Desember 1873 di bawah pimpinan Jan van Swieten. Dalam serangan kedua ini, Belanda berhasil membakar Masjid Raya Baiturrahman dan menduduki Keraton Sultan.

Kendati demikian, rupanya persiapan Belanda masih tidak lebih matang dibandingkan rakyat Aceh. Bagian pantai utara dan timur yang biasa dijadikan tempat masuk kapal-kapal dijaga dengan sangat baik oleh rakyat Aceh. Baca juga: Budaya Djaja, Majalah Kebudayaan Umum Tahun 1970 Begitu juga dengan jalur darat di selatan dan pantai barat yang tidak kalah ketat dari penjagaan pasukan Kerajaan Aceh.

Untuk menghancurkan pertahanan, Belanda berusaha menghancurkan perkampungan dan pelabuhan dengan melakukan tembakan meriam. Kemudian, Belanda juga memanfaatkan orang-orang yang mudah diperalat untuk menjalankan siasat pecah belah. Namun, cara ini tetap tidak membuat pasukan Aceh mundur. Pasukan Aceh justru semakin mempersatukan kekuatan mereka dengan semaksimal mungkin dalam melawan Belanda.

Selain itu, rakyat Aceh juga tidak mudah terbuai dengan adu domba yang dilakukan Belanda. Oleh sebab itu, Aceh menjadi wilayah yang sangat sulit ditaklukkan oleh Belanda. Artikel ini telah tayang di Historia dengan judul ” Upaya Belanda Mengalahkan Aceh “.

You might be interested:  Persija Jakarta Vs Persija Banda Aceh?

Apa yang menjadi penyebab runtuhnya kerajaan Sriwijaya?

Penyebab Runtuhnya Kerajaan Sriwijaya – Foto 3D animasi Kapal Sriwijaya yang digunakan di masa Kerajaan Sriwijaya (Dok. pribadi Erwan Suryanegara / Nefri Inge) 5. Banyak Wilayah Kekuasaan Melepaskan Diri Banyaknya wilayah kekuasaan yang melepaskan diri menjadi penyebab runtuhnya kerajaan Sriwijaya yang selanjutnya.

  1. Selain karena melemahnya militer, faktor lainnya adalah banyaknya wilayah kekuasaan dari kerajaan sriwijaya yang melepaskan diri akibat dari lemahnya perekonomian yang disebabkan oleh menipisnya pendapatan dari pajak serta kurang baiknya pemimpin dari kerajaan sriwijaya.
  2. Selain itu kekuatan militer serta kontrol dari kerajaan sangatlah lemah sehingga wilayah-wilayah yang pada asalnya merupakan taklukan Kerajaan Sriwijaya bergerak dan menjadi kerajaan sendiri.

Salah satu kerajaan dari salah satu wilayah Kerajaan Sriwijaya yang melepaskan diri yaitu Jambi, Klantan, Pahang serta Sunda. Hal ini membuat keadaan ekonomi dari kerajaan sriwijaya menjadi semakin parah, dimana biasanya kerajaan-kerajaan tersebut memberikan setoran pajak, setelah melepaskan diri setoran pajak tersebut tidak didapatkan lagi oleh Kerajaan Sriwijaya.6.

  • Pesatnya Perkembangan Agama Islam Penyebab runtuhnya Kerajaan Sriwijaya yang selanjutnya adalah karena pesatnya perkembangan agama islam.
  • Pesatnya perkembangan agama Islam slam terjadi di abad 12 M, di mana saat itu pengaruh islam semakin lama semakin berkembang di nusantara.
  • Pada abad 12 M tersebut juga terdapat kerajaan bercorak islam seperti Kerajaan Aceh, Samudra Pasai dan Malaka.

Kerajaan-kerajaan tersebut sudah mulai menguasai sebagian wilayah dari kerajaan sriwijaya. Hal inilah yang semakin membuat kerajaan sriwijaya semakin tak berdaya hingga akhirnya runtuh.7. Adanya Serangan dari Kerajaan Lain Penyebab runtuhnya kerajaan Sriwijaya yang terakhir adalah karena adanya serangan serangan dari kerajaan lain yang berada di sekitar kerajaan sriwijaya itu sendiri.

Apa yang menjadi penyebab runtuhnya kerajaan Demak?

Perebutan kekuasaan di Kerajaan Demak – Pada 1546, Sultan Demak, yaitu Sultan Trenggono, wafat saat sedang melakukan ekspedisi perluasan kekuasaan. Menurut catatan sejarah, Sultan Trenggono meninggal karena dibunuh ketika sedang menyerang Panarukan (Situbondo) di Jawa Timur, yang saat itu dikuasai oleh Blambangan.

Setelah Sultan Trenggono wafat, kursi kekuasaan Kerajaan Demak pun kosong. Kondisi ini lantas dimanfaatkan oleh putra sulung Sultan Trenggono, yaitu Sunan Prawoto, untuk naik takhta menggantikan sang ayah. Sunan Giri dan para sesepuh Kerajaan Demak pun setuju mengangkat Sunan Prawoto sebagai raja pada 1546.

Namun, selama menjadi raja, Sunan Prawoto dinilai lebih sibuk sebagai ahli agama dibanding sebagai pemimpin Kerajaan Demak. Baca juga: Sultan Trenggono, Raja Demak yang Menaklukkan Majapahit Alhasil, satu per satu daerah kekuasaan Kerajaan Demak mulai melepaskan diri, yang berdampak pada mundurnya kerajaan.

You might be interested:  Apa Latar Belakang Perlawanan Rakyat Aceh?

Hal inilah yang memicu terjadinya perang saudara. Kerajaan Demak mengalami kemunduran karena dilanda perang saudara antara Sunan Prawoto dengan sepupunya, Arya Penangsang. Arya Penangsang adalah putra dari Pangeran Surowiyoto atau Raden Kinkin atau Pangeran Sekar alias Pangeran Sekar Seda Lepen. Pangeran Surowiyoto adalah kakak kandung dari Sultan Trenggono yang dibunuh atas perintah Sunan Prawoto agar Sultan Trenggono diangkat sebagai raja Demak setelah kematian Pati Unus pada 1521.

Ketika Sunan Prawoto menduduki takhta Demak, Arya Penangsang merasa bahwa ia lebih pantas menjadi raja. Penolakan Arya Penangsang atas penobatan Sunan Prawoto juga disebabkan oleh dendam atas kematian ayahnya. Baca juga: Raja-Raja Kerajaan Demak Arya Penangsang pun menuntut balas atas kematian ayahnya dan berusaha merebut kekuasaan Kerajaan Demak dari Sunan Prawoto.

Muljana, S. (2005). Runtuhnya Kerajaan Hindu Jawa dan Timbulnya Negara-negara Islam di Nusantara. Yogyakarta: LKIS. Mahfud, Muhammad Yusuf. Sumarno. dkk. (2015). Konflik Politik Kerajaan Demak Setelah Wafatnya Sultan Trenggono Tahun 1546-1549. Artikel Ilmiah Mahasiswa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Apa penyebab runtuhnya kerajaan Malaka?

Kerajaan Malaka Jatuh – Kejayaan Malaka menjadi incaran bangsa asing. Pada 1511, terjadi serangan dari Portugis di bawah pimpinan Alfonso d’Alberquerque dan berhasil merebut Kerajaan Malaka. Raja terakhir Kerajaan Malaka adalah Sultan Mahmud Syah. Pada periode ini, pemerintahan sangat lemah dan sultan tidak terlalu peduli dengan negaranya.

Dengan runtuhnya Malaka, muncul kerajaan Aceh yang kemudian mengambil alih perdagangan di Malaka. (Editor: Nibras Nada Nailufar) Sumber: repositori.uin-alauddin.ac.id dan kompas.com Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join.

Sejarah Kerajaan Aceh : Puncak Kejayaan hingga Masa Keruntuhan

Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.