Apakah Isi Plakat Pendek Yang Mengakhiri Perlawanan Aceh Terhadap Belanda?

0 Comments

Apakah Isi Plakat Pendek Yang Mengakhiri Perlawanan Aceh Terhadap Belanda
KOMPAS.com – Plakat Pendek atau Korte Verklaring adalah surat pendek atau perjanjian yang ditandatangani oleh para pemimpin Aceh pada 1904. Isi Plakat Pendek adalah Kerajaan Aceh harus mengakui kekuasaan Belanda di Indonesia. Plakat Pendek merupakan buntut dari Perang Aceh yang berlangsung selama tiga dekade, yakni sejak 1873 hingga 1904. Baca juga: Sebab Khusus Terjadinya Perang Aceh

Apa isi plakat pendek akhir dari perang Aceh dan Belanda?

Pada tahun 1904, Sultan Aceh dipaksa untuk menandatangani Plakat Pendek yang isinya sebagai berikut.1. Aceh mengakui kedaulatan Belanda atas daerahnya.2. Aceh tidak diperbolehkan berhubungan dengan bangsa lain selain dengan belanda.3. Aceh menaati perintah dan peraturan Belanda.

Apa isi plakat pendek dan apa maknanya bagi Aceh dan Belanda?

Plakat Pendek atau korte verklaring merupakan surat pendek (Traktat Pendek) yang dibuat oleh Jendral Van Heutz yang harus ditandatangani oleh Sultan Aceh yang telah tertangkap dan menyerah selama perang Aceh yang berisi tentang penyerahan daerah kekuasan Sultan Aceh tersebut.

Aceh mengakui kedaulatan Belanda atas daerahnya. Aceh tidak diperbolehkan berhubungan dengan bangsa lain selain dengan bangsa Belanda. Aceh menaati perintah dan peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah Belanda.

Jadi, jawaban yang tepat adalah C.

Apakah isi dari perjanjian pendek yang diberikan oleh Belanda?

1. Aceh mengakui kedaulatan belanda atas daerahnya.2. Aceh tidak boleh berhubungan dengan bangsa lain selain dengan bangsa belanda.3. Aceh menaati perintah dan peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah belanda.

Bagaimana akhir dari perang Aceh terhadap Belanda?

Akhir Perang Aceh – Untuk memenangkan Perang Aceh, Belanda menggunakan siasat berupa penyamaran Snouck Hurgronje ke pedalaman Aceh. Tujuan penyamaran ini adalah untuk mengetahui titik lemah perjuangan rakyat Aceh. Selama dua tahun menyamar, Snouck Hurgronje akhirnya bisa memberikan sejumlah usul kepada Kerajaan Belanda untuk dapat mengalahkan Aceh.

  • Usulan itu salah satunya dengan merebut hati rakyat Aceh.
  • Menurut Hurgronje, Belanda harus menunjukkan niat baik kepada rakyat Aceh dengan pembangunan sarana prasarana seperti masjid, surau, jalan, dan sebagainya.
  • Siasat Snouck Hurgronje itu diterima dan dijalankan oleh Belanda.
  • Alhasil lambat laun Belanda dapat melemahkan kekuatan perlawanan Aceh.
You might be interested:  Apa Nama Pakaian Daerah Suku Aceh?

Perang Aceh diakhiri dengan surat perjanjian tanda menyerah atau Traktat Pendek. Pada tahun 1903, Sultan Alauddin Muhammad Daud Syah dan Panglima Polem menyerah setelah mengalami tekanan luar biasa. Dalam perjanjian penyerahan diri itu, seluruh wilayah Aceh dikuasai Hindia Belanda dan Kesultanan Aceh dibubarkan.

Meski demikian, pada kenyataannya Belanda tidak sepenuhnya menguasai Aceh. Selain itu, perlawanan demi perlawanan terus dilakukan oleh rakyat Aceh. Sumber: Kompas.com Unej.ac.id Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join.

Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Bagaimana isi dari Plakat Panjang yang dikeluarkan oleh Belanda?

Maka Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1833 mengeluarkan pengumuman yang disebut ‘ Plakat Panjang ‘ berisi sebuah pernyataan bahwa kedatangan Belanda ke Minangkabau tidaklah bermaksud untuk menguasai negeri tersebut, mereka hanya datang untuk berdagang dan menjaga keamanan, penduduk Minangkabau akan tetap diperintah

Berakhirnya perlawanan rakyat Aceh terhadap Belanda dengan ditanda tanganinya plakat pendek siapakah yang menandatangani plakat pendek itu?

c. Sultan Muhammad Daud Syah Penjelasan: Berikut ini adalah isi dari Plakat Pendek:

Aceh mengakui kedaulatan Belanda atas daerahnya. Aceh tidak diperbolehkan berhubungan dengan bangsa lain selain dengan bangsa Belanda. Aceh menaati perintah dan peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah Belanda

Sultan Muhammad Daud Syah dipaksa untuk menandatangani plakat pendek oleh Belanda karena ia terpaksa dan telah ditangkap.

Apa nama perjanjian yang menyatakan bahwa Belanda berhak atas Aceh?

KOMPAS.com – Traktat Sumatera 1871 digunakan Belanda untuk menguasai Aceh. Traktat atau perjanjian ini ditandatangani oleh Kerajaan Inggris dan Kerajaan Belanda. Pada 2 November 1871, Traktat Sumatera secara resmi ditandatangani oleh kedua belah pihak kerajaan.

Dalam perjanjian tersebut, Kerajaan Inggris menyatakan jika Belanda memiliki kebebasan untuk memperluas daerah jajahannya di Sumatera. Perjanjian Sumatera 1871 ini dibuat oleh pihak Belanda dan Inggris untuk mengganti Traktat London 1824, yang mana dalam traktat tersebut, kedua negara telah mengakui kedaulatan Aceh.

Mengutip dari jurnal yang berjudul Ulama dan Hikayat Perang Sabil dalam Perang Belanda di Aceh (2000) karya Imran T. Abdullah, secara langsung, Traktat Sumatera 1871 membuka jalan lebar bagi Belanda untuk bisa menguasai wilayah Sumatera, khususnya Aceh.

Apa hasil akhir perlawanan Aceh?

Akhir dari Perang Aceh – Setelah kematian Teuku Umar, Sultan dan Panglima Polem memutuskan untuk berpindah-pindah supaya tidak bernasib sama. Akan tetapi, mereka terpaksa menyingkir setelah terdesak oleh besarnya pasukan musuh. Pada 1903, Sultan Alauddin Muhammad Daud Syah dan Panglima Polem juga menyerah setelah tekanan yang bertubi-tubi.

Poesponegoro, Marwati Djoened dan Nugroho Notosusanto (Eds). (2008). Sejarah Nasional Indonesia IV: Kemunculan Penjajahan di Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

You might be interested:  Tarian Daerah Yang Berasal Dari Aceh Adalah Tari?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Apa yang menyebabkan perang Aceh berakhir?

Latar Belakang Perang Aceh – Mengutip dari buku Sejarah Kebudayaan Islam Madrasah Aliyah Kelas XII, awalnya Belanda melakukan perjanjian damai dengan Aceh. Namun, pemerintah kolonial menyadari Aceh menjadi wilayah penting untuk jalur perdagangan. Akhirnya Aceh melanggar perjanjian kemudian memulai penyerangan.

  1. Belanda membawa pasukan perang sampai 3.000 orang dan mendatangan kapal-kapal perang.
  2. Perang dipimpin oleh Mayor Jenderal Kohler pemimpin pasukan.
  3. Serangan pertama dimulai di ibu kota Aceh, Masjid Baiturrahman.
  4. Perang melawan pasukan Belanda ini berlangsung selama dua minggu.
  5. Sampai akhirnya Belanda berhasil menduduki istana.

Namun, perjuangan Belanda menaklukkan istana sia-sia karena Sultan Aceh dan keluarganya berhasil melarikan diri. Sultan pergi ke daerah Lueng Bata di Aceh. Mengutip dari buku IPS Terpadu (Sosiologi, Geografi, Ekonomi, Sejarah) perang Aceh terus terjadi hingga tahun 1912.

  1. Pahlawan wanita Cut Nyak Dien berjuang dalam perang Aceh, sampai akhirnya menyerah di tahun 1905.
  2. Emudian perlawanan dilakukan oleh pejuang wanita lain yaitu Tjut Nyak Meutia.
  3. Namun, Tjut Nyak Meutia gugur dalam perang di tahun 1910.
  4. Perang Aceh terus terjadi di tahun 1912 meski banyak pemimpin yang gugur di medan perang.

Perang Aceh berakhir setelah Belanda memakai strategi devide et impera. Strategi devide et impera atau politik adu domba. Strategi ini digunakan untuk memecah kedua belah pihak.

Apa pengertian Plakat Panjang yang dikeluarkan Belanda dalam upaya gencatan senjata?

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Plakat Panjang merupakan pernyataan pemerintah kolonial Belanda kepada masyarakat Minangkabau pada tanggal 25 Oktober 1833 di Padang yang berisi tentang larangan peperangan di wilayah Minangkabau. Perjanjian ini diwakili oleh Van Sevenhoven dan Jendral Mayor Riestz dari pihak Belanda.

Isi pernyataan ini adalah larangan perang adat, perang batu, dan perang dendam kesumat. Di dalam pernyataan, Pemerintah Belanda menyebutkan akan menghukum nagari yang memulai perkelahian. Isi kedua yakni larangan residen atau para pejabat Belanda ikut campur dalam pemerintahan nagari, tetapi jika terjadi tindak pidana maka akan diadili oleh pengadilan Belanda.

Ketiga pernyataan tersebut berisi tentang penghulu atau pemimpin di Minangkabau akan diangkat menjadi wakil pemerintah Belanda dengan imbalan gaji dari Pemerintah. Isi yang keempat ialah masyarakat akan dilindungi sepenuhnya oleh pemerintah. Terakhir, berisi tentang tidak akan ada lagi pemungutan pajak, tetapi masyarakat Minang diminta untuk memperluas penanaman kopi,

Apa isi dari Traktat Sumatera?

Isi Traktat Sumatera 1871 – Dilansir dari situs Pemerintahan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, disebutkan jika gambaran besar isi dari Traktat Sumatera 1871 ialah Belanda diberi kebebasan untuk memperluas daerah kekuasaannya di wilayah Sumatera. Berlakunya Traktat Sumatera 1871 berarti Belanda sudah tidak memiliki lagi kewajiban untuk menghormati hak serta kedaulatan Aceh, yang mana sebelumnya telah diakui dalam Traktat London 1824.

You might be interested:  Harga Kamar Hotel Madinah Banda Aceh?

Inggris tidak merasa keberatan jika Belanda mengakui dan menguasai wilayah Pulau Sumatera serta membatalkan Traktat London 1824. Inggris bisa melakukan pelayaran serta perdagangan di daerah Kesultanan Siak serta di seluruh kesultanan lainnya yang bertanggung jawab kepada Belanda.

Baca juga: Perlawanan Aceh Terhadap Portugis dan VOC Sedangkan untuk isi dari perjanjian atau Traktat Sumatera 1871 ialah:

Bekas jajahan Belanda di Afrika, yakni Gold Coast atau yang sekarang dikenal sebagai Ghana, diserahkan kepada Inggris. Jajahan Inggris di wilayah Sumatera, yakni Bengkulu diserahkan kepada Belanda.

Setelah perjanjian tersebut diterbitkan, rakyat Aceh tidak mau tunduk pada kekuasaan Belanda, hingga akhirnya negara tersebut menyerukan perang terhadap Aceh pada 26 Maret 1873. Perang di Aceh pun tidak dapat dihindarkan. Rakyat Aceh ingin mempertahankan daerah, agama serta kemerdekaannya tanpa diganggu gugat oleh pihak Belanda.

Bagaimana hasil penelitian Dr Snouck Hurgronje tentang Aceh?

The Acehnese adalah hasil penelitian Dr. Snouck Hurgronje. Dengan hasil penelitian tersebut dapat diketahui KELEMAHAN RAKYAT ACEH. Snouck Hurgronje adalah tenaga ahli Belanda yang melakukan kajian tentang seluk beluk kehidupan dan semangat juang orang-orang Aceh agar dapat mengalahkan para pejuang Aceh.

  • Snouck Hurgronje menyamar dengan memakai nama samaran Abdul Gafar.
  • Ia mempelajari agama Islam dan adat budaya Aceh.
  • Snouck Hurgronje menyimpulkan bahwa para pejuang Aceh itu sulit dikalahkan karena disemangati oleh semangat jihad dengan tali ukhuwah Islamiyahnya.Setelah mengetahui kelemahan rakyat Aceh, Snouck Hurgronje memberikan usulan untuk menggunakan kekerasan terhadap kaum fanatik dan mendekati kaum bangsawan dan keluarganya dengan memberi kesempatan untuk masuk ke dalam korps pamong praja dalam pemerintahan kolonial Belanda.

Usulan-usulan Snouck Hurgronje tersebut terima Belanda yang kemudian gubernur jenderal yang baru, yaitu van Heutsz (1898-1904) menggantikan van Vliet. Serangan umum dimulai pada tahun 1899 dan berlangsung selama 10 tahun. Pada periode tahun 1899 hingga tahun 1909 inilah di Aceh disebut dengan masa sepuluh tahun berdarah (tien bloedige jaren).

  1. Van Heutsz mengerahkan pasukan anti gerilya yang disebut Korps Marchausse (Marsose), yaitu pasukan yang terdiri dari orang-orang Indonesia yang berada di bawah pimpinan opsir-opsir Belanda.
  2. Mereka pandai berbahasa Aceh dan bergerak sebagai informan.
  3. Arena adanya Korps Marchauesse inilah Belanda berhasil mencerai-beraikan para pemimpin perlawanan Aceh.

Peran Snouck Hurgronje, dapat dilihat di: brainly.co.id/tugas/4951167 =================================== Detil tambahan: Kelas: XI Pelajaran: Sejarah Kata kunci: Perang Sabil, Snouck Hurgronje, kesimpulan Snouck Hurgronje, The Acehnese Kategori: Perang Melawan Kolonialisme dan Imperialisme (Bab 2) Kode kategorisasi: 11.3.2