Apa Yang Melatarbelakangi Terjadinya Pemberontakan Di Atau Tii Di Aceh?

0 Comments

Apa Yang Melatarbelakangi Terjadinya Pemberontakan Di Atau Tii Di Aceh
Latar Belakang Pemberontakan DI/TII di Aceh – Pemberontakan DI/TII di Aceh dipimpin oleh Daud Beureuh yang merupakan seorang ulama berpengaruh di Aceh. Peristiwa DI/TII di Aceh dilatarbelakangi ketidakpuasan rakyat Aceh atas keputusan pemerintah yang menjadikan Aceh satu karesidenan di bawah Sumatra Utara.

  • Etidakpuasan ini menyangkut dengan otonomi daerah, pertentangan antargolongan, dan ketidaklancaran rehabilitasi serta modernisasi di Aceh.
  • Pemberontakan pun ditandai dengan proklamasi Aceh sebagai bagian dari Negara Islam Indonesia Kartosuwirjo pada 20 September 1953.
  • Pemerintah mengatasi pemberontakan tersebut secara damai, yaitu melalui memberikan pengertian kepada rakyat Aceh dan membujuk mereka supaya kembali kepada RI.

Pertentangan ini pun luluh melalui musyawarah pada 26 Mei 1959 antara pemerintah pusat yang diwakili oleh Wakil Perdana Menteri Hardi S.H., penguasa perang, Kepala Staf Kodam Iskandar Muda, T. Hamzah sebagai wakil pemerintah rakyat Aceh, dan pimpinan DI/TII yang diwakili Ayah Gani Usman.

Musyawarah tersebut menciptakan keputusan seperti memberikan status daerah istimewa untuk Aceh disertai hak-hak otonomi yang luas dalam sektor pendidikan, agama, dan peradatan. Hasilnya kemudian dituangkan melalui Keputusan Perdana Menteri RI No. I/Misi/1959 tanggal 26 Mei 1959, dilanjutkan dengan keputusan penguasa perang tanggal 7 April 1962 No.KPTS/PEPERDA-061/3/1962 tentang pelaksanaan ajaran Islam untuk pemeluknya di Daerah Istimewa Aceh.

Sementara, untuk menyelesaikan permasalahan dengan Daud Beureuh, dilaksanakan Musyawarah Kerukunan Rakyat Aceh pada 17-21 Desember 1962. Pangdam I/Iskandar Muda Kolonel M. Jasin adalah orang yang menggagas musyawarah ini. Berdasarkan musyawarah tersebut, dihasilkan keputusan akan diberikannya amnesti untuk Daud Beureuh apabila dia bersedia menyerahkan diri dan kembali ke masyarakat Aceh.

Apa saja yang melatarbelakangi pemberontakan DI TII di Aceh?

loading. Sejarah pemberontakan DI/TII akan diulas dalam artikel ini. Pemberontakan ini menjadi salah satu pemberontakan tersulit yang pernah dihadapi Indonesia. Foto/Kemendikbud JAKARTA – Sejarah pemberontakan DI/TII akan diulas dalam artikel ini. Pemberontakan ini menjadi salah satu pemberontakan tersulit yang pernah dihadapi Indonesia.

  1. Pasalnya, pemberontakan DI/TII terjadi di beberapa wilayah Indonesia, yakni Jawa, Kalimantan, Sulawesi, maupun Sumatera.
  2. DI merupakan singkatan dari Darul Islam, sedangkan TII singkatan dari Tentara Islam Indonesia.
  3. Gerakan Darul Islam (DI) adalah gerakan politik yang tujuannya mendirikan Negara Islam Indonesia.
You might be interested:  Apa Nama Pakaian Adat Provinsi Aceh?

Gerakan DI memiliki pasukan bernama Tentara Islam Indonesia (TII). Baca juga: Ambulans Saksi Bisu Pemberontakan DI/TII Nah, pemberontakan DI/TII di Jawa Barat merupakan pelopor gerakan ini. Pemimpinnya SM.Kartosuwiryo didaulat sebagai imam atau pemimpin tertinggi dari Negara Islam Indonesia.

  1. Emudian, diakui oleh wilayah-wilayah pemberontakan lainnya.
  2. Melansir situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, latar belakang pemberontakan DI/TII di Jawa Barat adalah kekecewaan pasukan Hisbullah dan Fisabilillah terhadap hasil perundingan Renville karena diperintahkan untuk meninggalkan Jawa Barat.

Pemberontakan DI/TII di Jawa Barat terjadi mulai Februari 1948 hingga 4 Juni 1962. Adapun prosesnya dimulai dari pengangkatan diri Kartosuwiryo menjadi pemimpin tertinggi pada Februari 1948. Baca: Soal Ikrar Eks DI/TII, Semua Pihak Diminta Berpikir Positif Selanjutnya, terjadi pertempuran antara pasukan Divisi Siliwangi yang long march dengan pasukan TII di Malangbong.

  • Emudian, Kartosuwiryo pada 7 Agustus 1949 memproklamirkan berdirinya Negara Islam Indonesia.
  • Pemberontakan DI/TII di Jawa Barat ditumpas dengan berbagai cara.
  • Salah satunya dengan melakukan pendekatan pribadi yang dilakukan oleh Ketua Masyumi Muhammad Natsir, namun mengalami kegagalan.
  • Selain itu, operasi pagar betis, yakni strategi militer dengan menyertakan kekuatan rakyat.

Strategi ini membuat gerakan pasukan TII semakin sempit. Baca: Begini Sejarah dan Latar Belakang Pemberontakan PKI Madiun 1948 Lalu, pada 4 Juni 1962, pasukan Divisi Siliwangi berhasil menangkap Kartosuwiryo. Saat itu, Mahkamah Angkatan Darat Jawa-Madura menjatuhi hukuman mati kepada Kartosuwiryo.

  • Sementara itu, pemberontakan DI/TII di Jawa Tengah dilatarbelakangi oleh keinginan untuk bergabung dengan Negara Islam Indonesia bentukan Kartosuwiryo.
  • Pemberontakan DI/TII di Jawa Tengah ini berlangsung pada 23 Agustus 1949 hingga Juni 1954.
  • Sedangkan proses pemberontakan DI/TII di Jawa Tengah adalah mengikrarkan berdirinya DI/TII Jawa Tengah (Jateng) pada 23 Agustus 1949 di Desa Pengarasan, Tegal.
You might be interested:  Mengapa Aceh Disebut Sebagai Serambi Mekah?

Kemudian, perluasan pemberontakan di Kebumen oleh Kiai Moh. Mahfudz. Selain itu, Batalyon 426 Kudus dan Magelang bergabung dengan pasukan DI/TII Jateng. Pemberontakan DI/TII Jateng berhasil dihentikan dengan cara pembentukan komando operasi militer oleh pemerintah yang diberi nama Gerakan Benteng Nasional pada Januari 1950.

Apa yang melatar belakangi terjadinya pemberontakan DI TII?

Jawa Barat – Penyebab terjadinya pemberontakan DI/TII di Jawa Barat dilatarbelakangi oleh rasa tidak puas dari Kartosuwiryo terhadap kemerdekaan Republik Indonesia. Sebab, kemerdekaan RI saat itu masih dibayang-bayangi oleh kehadiran Belanda yang masih berusaha menduduki kembali Indonesia, terlebih setelah perjanjian Renville ditandatangani pada 17 Januari 1948.

Menurut Kartosuwiryo, perjanjian Renville justru banyak memberi kerugian bagi pihak Indonesia. Sebab, wilayah Indonesia menjadi lebih sedikit, sedangkan Belanda menguasai wilayah-wilayah hasil pangan. Selain itu, perjanjian Renville juga dianggap tidak dapat melindungi warga Jawa Barat. Akibatnya, Kartosuwiryo yang merasa kecewa, memilih mendirikan negara Islam yang bernama Negara Islam Indonesia (NII) yang ia pimpin sendiri.

Ia memproklamasikan berdirinya NII melalui maklumat pemerintah No II/7. Pemberontakan ini berakhir pada 1950 setelah Kartosuwiryo dibekuk oleh Letnan Suhanda, pemimpin Kompi C Batalyon 328 Kujang II/Siliwangi. Baca juga: Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo, Pelopor Gerakan DI/TII

Apa yang menjadi latar belakang terjadinya pemberontakan DI/TII diaceh?

Latar Belakang – Alasan mendasar yang menjadi latar belakang terjadinya Pemberontakan DI/TII di Aceh yaitu kekecewaan yang dirasakan oleh para tokoh pimpinan masyarakat di Aceh. Waktu itu, Provinsi Aceh dilebur ke Provinsi Sumatera Utara yang beribu kota di Medan.

Keputusan peleburan dianggap mengabaikan jasa baik dari masyarakat Aceh saat berjuang mempertahankan kedaulatan Negara Republik Indonesia pada masa revolusi. Kekesalan Daud Beureueh semakin membara karena pada 1948 Presiden Soekarno pernah berjanji bahwa Aceh boleh menerapkan syariat Islam dan tetap menjadi salah satu provinsi di Indonesia.

Karena merasa dibohongi, Daud pun memantapkan diri untuk melakukan pemberontakan dengan menyatakan bahwa dirinya bergabung dengan DI/TII yang dipelopori oleh Kartosoewirjo. Saat itu, Kartosoewirjo sudah mendeklarasikan berdirinya Negara Islam Indonesia pada 7 Agustus 1949, sehingga Daud semakin yakin untuk melakukan perlawanan.