Apa Tujuan Sultan Iskandar Muda Memperkuat Armada Laut Kerajaan Aceh?

0 Comments

Apa Tujuan Sultan Iskandar Muda Memperkuat Armada Laut Kerajaan Aceh
Oleh karena itu, Sultan Iskandar Muda terus berupaya memperkuat armada dan angkatan perangnya untuk melindungi wilayah kerajaan Aceh dan perdagangannya sekaligus memerangi bangsa manapun yang ingin menguasai Aceh.

Apa tujuan Sultan Iskandar Muda memperkuat armada laut?

Era kepemimpinan Sultan Iskandar Muda – Sejak kecil orangtua Iskandar Muda sudah mendidiknya dengan pengetahuan agama dan kepemimpinan. Karena, dia yang akan mewarisi tahta dari sang ayah. Baca juga: Biografi RA Kartini, Pejuang Emansipasi Perempuan Sultan Iskandar Muda memulai pemerintahannya pada 1607.

Dirinya segera melakukan serangkaian tindakan angkatan laut yang memenangkan kendali atas bagian barat laut kepulauan Indonesia. Di bawah kepemimpinannya, Kerajaan Aceh mengalami masa jaya karena Sultan Iskandar Muda melakukan ekspedisi penaklukan ke daerah sekitarnya. Pada 1612, Deli ditaklukan kemudian menyusul Johor pada 1613.

Setahun kemudian Bintan, selanjutnya dia berhasil mengalahkan Pahang di 1618, Kedah di tahun 1619, dan Nias pada 1624-1625. Wilayah kerajaannya meliputi sebagian besar pantai barat dan pantai timur Sumatera. Kutaraja yang sekarang menjadi Banda Aceh, merupakan bandar transito yang dapat menghubungkan perdagangan ke dunia barat.

Kutaraja menjadi tempat berlabuhnya kapal-kapal asing dari mancanegara untuk membeli lada. Pada abad ke 17, Aceh merupakan pusat perdagangan lada terbesar di dunia. Untuk mengusir Portugis dari Malaka, Sultan Iskandar Muda memperkuat angkatan perang Aceh, terutama angkatan laut. Dirinya membangun angkatan perang dengan jalan mempersiapkan anggota-anggota tentara yang sudah dilatih sejak muda.

Musuh utama yang dihadapi Sultan Iskandar Muda adalah bangsa Portugis sejak 1511 sudah menguasai Malaka. Keberadaan Portugis menjadi ancaman Aceh. Sebaliknya, Portugis juga menganggap Aceh sebagai ancaman terhadap monopoli perdagangannya. Untuk itu, keduanya sering terjadi bentrokan bersenjata.

  • Apal Portugis yang berlayar di Selat Malaka sering diserang oleh armada Aceh.
  • Baca juga: Biografi Pangeran Diponegoro, Pemimpin Perang Jawa Sejak awal pemerintahannya, Sultan Iskandar Muda memilih politik konfrontasi terhadap Portugis.
  • Dirinya tidak pernah memberikan toleransi kepada kerajaan yang menjalin hubungan dengan Portugis, seperti Kerajaan Johor.
You might be interested:  Apa Senjata Dari Aceh?

Berbagai peraturan dibuat Sultan Iskandar Muda dan harus ditaati oleh semua bangsa yang masuk ke Aceh. Dengan angkatan perang yang dimiliki, Sultan Iskandar Muda tidak segan untuk menumpas kekuatan asing yang ingin merebut wilayahnya.

Bagaimana strategi yang dilakukan Sultan Iskandar Muda untuk memperkuat Kerajaan Aceh?

Langkah utama yang ditempuh Sultan Iskandar Muda untuk memperkuat kerajaan adalah dengan membangun angkatan perang yang umumnya diisi dengan tentara-tentara muda. Sultan Iskandar Muda pernah menaklukan Deli, Johor, Bintan, Pahang, Kedah dan Nias sejak Page 17 5 tahun 1612 hingga 1625.

Apa dampak perjuangan yang dilakukan oleh Sultan Iskandar Muda?

Kerajaan aceh menjadi kerajaan yang kuat, besar,dan disegani,perekenomian kerajaan sangat maju, hubungan dengan negara negara dieropa dan turki, anti penjajahan.

Bagaimana cara Sultan Iskandar Muda melipatgandakan kekuatan pasukannya?

Pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda yaitu tahun 1607-1639. Dalam usaha melawan Portugis di Malaka, Sultan Iskandar Muda berusaha untuk melipat gandakan kekuatan pasukannya. Angkatan lautnya di perkuat dengan kapal-kapal besar yang dapat mengangkut 600-800 prajurit.

  1. Sementara itu untuk mengamankan wilayahnya yang semakin luas meliputi, Sumatera Timur dan Sumatera Barat.
  2. Ditempatkan para pengawas di jalur-jalur perdagangan.
  3. Para pengawas itu ditempatkan di pelabuhan-pelabuhan penting seperti di Pariaman.
  4. Para pengawas umumnya terdiri dari para panglima perang.
  5. Setelah mempersiapkan pasukannya Sultan Iskandar Muda melancarkan serangannya ke Malaka pada tahun 1629.

Jadi, jawaban yang tepat adalah “E”.

Benarkah Kerajaan Aceh Darussalam mengalami puncak kejayaan pada masa Sultan Iskandar Thani Jelaskan dasar pendapat Anda?

Kerajaan Aceh atau lebih dikenal sebagai Kesultanan Aceh Darussalam adalah kesultanan yang terletak di Pantai Timur Aceh. Kerajaan ini didirikan oleh Sultan Ali Mughayat Syah pada tahun 1513 M. Perkembangan Aceh sangat erat hubungannya dengan jatuhnya Malaka ke tangan Portugis karena banyaknya pedagang muslim yang menghidari Selat Malaka.

  1. Erajaan atau Kesultanan Aceh mencapai pucak kejayaan pada masa Sultan Iskandar Muda yang memerintah pada tahun 1607-1636 M.
  2. Ejayaan Kesultanan Aceh dibuktikan dengan berhasilnya Sultan Iskandar Muda menguasai daerah-daerah di pesisir timur dan barat Sumatra, serta pesisir barat Semenanjung Melayu, seperti Johor dan Pahang.
You might be interested:  Cara Buat Paspor Di Banda Aceh?

Sultan Iskandar digantikan oleh Sultan Iskandar Thani yang memerintah pada 1636-1641 M. Pada masa pemerintahannya, kejayaan Kesultanan Aceh semakin meningkat dalam perkembangan di dalam negeri, terutama dalam bidang keagamaan. Perkembangan di bidang agama ini didukung oleh Nuruddin ar-Raniri.

Sebagai persiapan Aceh melakukan langkah langkah antara lain mendatangkan bantuan persenjataan dari manakah?

Perkembangan Aceh yang begitu pesat dipandang oleh Portugis sebagai ancaman. Oleh karena itu, Portugis berupaya untuk menghancurkan Aceh. Pada tahun 1523, Portugis melancarkan serangan ke Aceh. Di tahun selanjutnya, serangan kembali di lakukan Portugis, namun serangan tersebut mengalami kegagalan.

Melengkapi kapal-kapal dagang Aceh dengan persenjataan, Meriam dan prajurit. Mendatangkan persenjataan, sejumlah tentara dan beberapa ahli dari Turki pada tahun 1567. Mendatangkan bantuan persenjataan dari Kalikut dan Jepara.

Jadi, jawaban yang tepat adalah B.