Apa Nama Senjata Khas Aceh?

0 Comments

Apa Nama Senjata Khas Aceh
Peudeung – Senjata Tradisional Aceh.

Apa itu senjata Mandau?

1. Mandau – Mandau sendiri merupakan salah satu senjata tradisional yang umumnya digunakan oleh para raja ataupun kepala suku yang berasal dari masyarakat Dayak. Hal itu dikarenakan, menurut kepercayaan dari masyarakat setempat, senjata yang satu ini adalah senjata yang cukup sakral.

Senjata Mandau memiliki bentuk yang menyerupai parang dengan panjang sekitar 50 cm. Pada dasarnya, senjata Mandau ini terdiri atas banyak jenis. Namun bila dilihat dari kelengkungan bilahnya, maka ada dua jenis senjata Mandau. Pertama adalah yang memiliki bilah lurus dan yang kedua adalah yang memiliki bilah yang condong ke belakang.

Untuk jenis senjata Mandau yang pertama adalah Mandau Ilang. Mandau yang satu ini memiliki bentuk bilah yang cenderung lurus. Sementara untuk jenis yang kedua yaitu Mandau Langgi Tinggang, yaitu Mandau yang memiliki bentuk bilah yang lebih condong ke belakang.

Lalu, ada juga Mandau Naibur, yaitu Mandau yang memiliki pengait dan juga ada Mandau Pakaga dan Bayao yang memiliki variasi sendiri. Berdasarkan bentuk hiasan yang ada di senjata Mandau ini, maka bisa juga diketahui ciri-ciri dari masyarakat Dayak itu sendiri. Hal itu dikarenakan ada berbagai macam suku Dayak, yaitu Dayak Mbalan, Dayak Ngaju, Dayak Maanyan, Dayak Bahau, dan sub lainnya dari Suku Dayak.

Ciri khas dari senjata Mandau ini adalah adanya ukiran yang ada pada nikahnya yang tidak terlalu menonjol. Namun memiliki khas tersendiri dari miliki Suku Dayak. Tak hanya ukuran saja, Mandau juga akan diberi tambahan lubang pada bilahnya dan kemudian akan ditutup menggunakan tembaga ataupun emas.

Sementara untuk sarung bilah Mandau umumnya disebut dengan Kumpang. Pada umumnya, kumpang ini terbuat dari kayu yang sudah dilengkapi dengan hiasan ukiran dan juga sudah terikat dengan kantong yang terbuat dari kulit kayu. Sementara kantong tersebut umumnya diisi dengan pisau penyerut dan juga kayu gading yang dianggap oleh masyarakat dapat menolah hewan buas.

Umumnya, Mandau akan disarungkan ke dalam lumpang dan diikat ke pinggang menggunakan jalinan rotan.

You might be interested:  Bagaimana Latar Belakang Berdirinya Kesultanan Aceh?

Apa nama senjata Batak Toba?

KOMPAS.com – Sumatera Utara termasuk dalam salah satu provinsi di Pulau Sumatera. Provinsi ini sangat dikenal dengan kekayaan budaya, salah satunya bisa dilihat dari senjata tradisional atau senjata daerahnya. Menurut Tim Penulis dalam buku Mengenal Rumah Adat, Pakaian Adat, Tarian Adat, dan Senjata Tradisional (2009), salah satu senjata tradisional khas daerah Sumatera Utara ialah piso surit.

Piso surit

Piso surit sering juga disebut pisau surit. Piso berasal dari bahasa daerah Sumatera Utara yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan surit merupakan nama dari senjata tradisional ini. Senjata ini digunakan oleh masyarakat dataran tinggi Tanah Karo.

Apa Nama Senjata Khas Aceh Youtube/ BatakNesia Channel senjata tradisional Piso Gaja Dompak, Sumatera Utara Piso Gaja Dompak

Berdasarkan kepercayaan warga Sumatera Utara, dulunya piso gaja dompak sering digunakan oleh para Raja Batak di kerajaan provinsi ini. Piso berarti pisau, gaja berarti gajah dan dompak bisa diartikan kewibawaan. Tiga kata ini berasal dari bahasa sehari-hari masyarakat provinsi ini.

Kata gaja dompak mengarah pada bentuk khas suku Batak di bagian gagang senjatanya yang berbentuk gajah. Konon katanya, senjata tradisional ini hanya bisa dimiliki secara turun temurun dari Raja Batak yang berkuasa. Sebagai senjata tradisional, piso gaja dompak memang digunakan untuk melawan atau membunuh musuh.

Senjata ini dipercaya memiliki kekuatan magis, yang dulunya sering digunakan oleh Raja Batak untuk memperluas wilayah daerah kekuasaannya. Baca juga: Guoto, Alat Musik Daerah Papua Barat

Hujur

Dalam Mengenal Senjata Tradisional (2010) karya Rahmat M, hujur sering juga disebut hujor. Senjata tradisional ini mirip seperti tombak dan terbuat dari logam. Hujur sering digunakan oleh masyarakat suku Batak untuk berburu dan saat berperang. Secara garis besar, hujur bentuknya pipih seperti daun dengan bagian tulang di tengahnya.

You might be interested:  Jarak Banda Aceh Sabang?

Tongkat Tunggal Panaluan

Tongkat ini merupakan salah satu senjata tradisional yang memiliki kekuatan magis. Tongkat ini berukuran panjang kira-kira 170 sentimeter. Pada bagiannya terdapat ukiran wajah tujuh manusia serta beberapa hewan yang diukir berdasarkan kejadian sebenarnya. Bahan pembuatannya dari kayu yang tidak boleh dipilih sembarangan.

Mandau terbuat dari apa?

Cara Pembuatan Dan Bahan Baku Senjata Tradisional Mandau – 1. Bahan Berdasarkan bahan membuat mandau, pada dasarnya mandau Dayak Tunjung dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu mandau yang dibuat dari tempaan besi biasa dan mandau yang dibuat dari besi-batu.

Mandau yang berkualitas baik adalah mandau yang terbuat dari besi-batu. Besi-batu tersebut berasal dari batu gunung yang mengandung bahan besi. Batu-batu tersebut lalu dipukul-pukul untuk memisahkan batu dan besinya, sambil membuat aluran pada tanah yang dilapisi dengan daun pisang hutan, kemudian dialiri dengan air sehingga butir-butir besi mengendap dan batu-batu akan hanyut.

Butir-butir besi itu lalu dikumpulkan dan dimasak menjadi batang besi lalu ditempa menjadi mandau. Dewasa ini mandau yang terbuat dari besi-batu jarang dijumpai. Bisa dikatakan bahwa kini mandau diproduksi hanya untuk hiasan, bukan lagi sebagai senjata, sehingga tidak memerlukan bahan baku yang sangat khusus.2.

Perapian atau tungku pembakaran
Bak air untuk penyepuhan.
Landasan berupa besi berkepala datar yang ditancapkan pada potongan batang kayu.
Palu dalam berbagai ukuran.
Penjepit.
Betel.
Pompa udara bermesin.
Gurinda tangan dan gurinda mesin.
Ketam baja.
Kikir.
Gunting pemotong besi panas.
Slip mesin atau batu asahan.

3. Proses Pembuatan a. Membuat bilah Langkah-langkah untuk membuat bilah Mandau yaitu: Menyiapkan bahan untuk membuat mandau yang berupa bilah-bilah besi dengan ukuran yang kira-kira sesuai dengan ukuran mandau yang akan dibuat. Kemudian membakar lempengan besi hingga merah menyala, kemudian menempa besi tersebut menurut bentuk yang diinginkan.

Lalu memasukkan lempengan besi ke dalam air dingin, lalu membakar dan menempanya kembali. Proses ini dilakukan berulang-ulang. Setelah itu menggurinda mandau dengan gurinda mesin atau gurinda tangan sehingga memperoleh bentuk mandau yang sempurna. Menyepuh mandau. Setelah adalah proses menyepuh mandau selanjutnyaengikir bentuk mandau tersebut untuk mendapatkan ketajaman.

Lalu mengetam dengan ketam baja untuk menghaluskan mandau dan untuk menghilangkan bekas pukulan dan sepuhan. Kemudian menyelip dengan slip mesin untuk mengkilapkan permukaan mandau. Selanjutnya yaitu mengetok dengan betel baja untuk menera hiasan pada mandau.b.