Apa Nama Rumah Adat Dari Aceh?

0 Comments

Apa Nama Rumah Adat Dari Aceh
Salah satu rumah adat di Provinsi Aceh yakni rumoh Aceh. Rumoh Aceh merupakan rumah adat suku Aceh yang menjadi kebanggaan.

Apa nama rumah adat di Bali?

3. Bale Manten – Apa Nama Rumah Adat Dari Aceh Sumber gambar: Satu Jam Di rumah adat Bali, Bale Manten memiliki bentuk bangunan persegi panjang yang terletak di sebelah utara bangunan utama serta terdapat dua ruangan, yakni bale kanan dan bale kiri. Biasanya, rumah Bale Manten ini diperuntukan untuk kepala keluarga atau anak perempuan yang belum menikah atau masih perawan.

Apa nama rumah adat sulawesi?

2. Rumah Adat Tongkonan – Tongkonan, rumah adat Sulawesi Selatan. Foto: Melissa Bonauli/detikTravel Tongkonan adalah rumah adat Sulawesi Selatan dari Suku Toraja. Rumah ini merupakan tempat tinggal, kekuasaan adat, dan perkembangan kehidupan sosial budaya orang Toraja. Tongkonan tidak bisa dimiliki oleh perseorangan, melainkan dimiliki secara komunal dan turun temurun oleh keluarga atau marga Suku Toraja.

  1. Tongkonan tidak hanya sebagai tempat hunian semata, tapi juga mengandung fungsi dan makna yang bersumber dari filosofi orang Toraja.
  2. Fungsi tongkonan bagi orang Toraja sebagai tempat rumpun keluarga dalam melaksanakan upacara-upacara yang berkaitan dengan sistem kepercayaan, kekerabatan, kemasyarakatan, dan lainnya.

Berdasarkan pandangan agama leluhur orang Toraja yaitu Aluk Todolo, struktur tongkonan terbagi atas tiga bagian utama. Di antaranya bagian bawah atau sulluk banua merupakan kolong rumah yang di kelilingi oleh tiang-tiang menopang badan rumah yang disebut kale banua,

Berfungsi sebagai kandang kerbau yang menunjuk pada status derajat sosial yang tinggi. Badan rumah atau kale banua yang ditopang oleh tiang-tiang merupakan pusat kegiatan menyangkut aspek mata pencarian hidup dan aktivitas sehari-hari. Kale banua terdiri atas tangdo’ yang merupakan ruang depan. Dulunya berfungsi sebagai tempat istirahat, menyajikan kurban persembahan kepada leluhur.

Ada juga yang disebut sali, Sali adalah bagian bilik tengah yang lebih rendah dari tangdo’ yang berfungsi sebagai tempat tidur keluarga dan dapur. Bagian atas atau rattiang banua merupakan atap rumah yang menutupi seluruh rumah (loteng) yang dulunya terbuat dari bambu dan mempunyai bentuk khas seperti perahu memanjang.

  • Edua ujungnya membentuk lengkungan yang mempunyai kesamaan dengan garis lengkung lunas perahu.
  • Bagi orang Toraja rattiang banua difungsikan sebagai tempat menyimpan kain.
  • Selain tangdo’ rattiang juga difungsikan sebagai tempat menyimpan benda pusaka berupa pedang, keris, tombak, dan lain sebagainya.
  • Pada bagian depan rumah, masyarakat Toraja memasang berjejer tanduk-tanduk kerbau di tiang utama ( tulak somba ).
You might be interested:  Pelabuhan Banda Aceh Berkembang Menjadi Pelabuhan Transito Yang Ramai Karena?

Tanduk kerbau tersebut dihasilkan dari upacara kematian anggota keluarga sebagai simbol pengorbanan. Rumah tongkonan biasanya terdiri dari dua bangunan. Yakni bangunan utama yang diukir disebut banua sura’ dan bangunan alang sura’ berfungsi sebagai lumbung padi.

Dari mana asal rumah limas?

Filosofi Dibalik Uniknya Rumah Limas Sumatera Selatan – Rumah Limas adalah rumah tradisional Provinsi Sumatera Selatan. Gaya Rumah Limas seperti rumah panggung, memiliki lima tingkat yang berfilosofi dengan menyesuaikan geografi, dan kepercayaan masyarakat setempat.

Sesuai dengan namanya, Rumah Limas adalah rumah tradisional berbentuk limas yang dibuat dengan gaya panggung. Bangunan khas daerah Palembang ini dibangun bertingkat. Kumpulan tingkat-tingkatnya disebut masyarakat sebagai Bengkalis yang memiliki makna tersendiri. Luasan Rumah Limas berkisar mulai dari 400 hingga 1000 meter persegi, sering kali dipinjamkan pemilik rumah untuk digunakan sebagai tempat pesta pernikahan dan acara adat.

Hampir seluruh bagian dari Rumah Limas terbentuk dari kayu. Pemilihan kayu dilakukan bukan tanpa sebab, namun menyesuaikan dengan karakter kayu dan kepercayaan masyarakat di Sumatera Selatan. Uniknya, jenis kayu-kayu yang digunakan merupakan kayu unggulan dan dikabarkan hanya tumbuh subur di daerah yang beribukota di Palembang.

  • Untuk bagian pondasi biasanya menggunakan kayu unglen, kayu yang berstruktur kuat dan tahan air.
  • Sedangkan bagian kerangka rumah, digunakan kayu Seru.
  • Ayu ini cukup langka dan sengaja tidak digunakan untuk bagian bawah rumah karena dalam kebudayaan masyarakat, kayu Seru dilarang untuk diinjak dan dilangkahi.

Khusus dinding, lantai, jendela, dan pintu menggunakan kayu Tembesu, yang mempunyai keunggulan dari segi ekologi dan ekonomi. Kentalnya budaya Sumatera Selatan bisa terlihat dari seni ukiran dan ornamen pintu, dinding, maupun atap Rumah Limas yang menggambarkan nilai-nilai kebudayaan setempat.

  1. Rumah Limas memang mempunyai banyak filosofis yang mendalam, terdiri dari lima tingkat dengan makna dan fungsi yang berbeda-beda.
  2. Lima tingkatan ruangan diatur menggunakan filosofi Kekijing, dimana setiap ruangannya diatur berdasarkan penghuninya, yaitu usia, jenis kelamin, bakat, pangkat, serta martabat.
You might be interested:  Cara Daftar Blk Banda Aceh?

Tingkat pertama atau disebut Pagar Tenggalung merupakan ruangan terhampar luas tanpa dinding pembatas. Ruangan seperti beranda ini difungsikan untuk tempat menerima para tamu yang datang pada saat acara adat. Uniknya, orang luar tidak bisa melihat aktivitas didalam ruangan.

  1. Sedangkan dari dalam bisa melihat suasana diluar.
  2. Hal menarik lainnya adalah lawang kipas atau pintu yang jika dibuka akan membentuk langit-langit ruangan.
  3. Tingkat kedua atau disebut Jogan merupakan tempat berkumpul diperuntukkan bagi anggota keluarga pemilih rumah yang berjenis kelamin laki-laki.
  4. Masuk lebih dalam atau pada Kekijing ketiga, lebih memiliki privasi dibanding ruangan sebelumnya.

Posisi lantainya lebih tinggi dan bersekat. Ruangan tingkat tiga ini hanya digunakan oleh tamu undangan khusus ketika pemilik rumah sedang mengadakan hajat. Khusus orang yang dihormati dan memiliki ikatan darah dengan pemilih rumah, dipersilahkan untuk ke tingkat keempat.

Apa saja adat istiadat Aceh?

Upacara adat suku Aceh di provinsi Aceh terdiri dari upacara kelahiran (membawa nasi, pemberian nama, turun tanah), pernikahan (lamaran, tunangan, resepsi pernikahan), kematian dan beberapa upacara adat lain seperti sunat rasul, peresmian rumah baru, kenduri blang, peusijuk padee bijeh, kenduri jeurat, kenduri haji.

Rumah Adat Aceh kayak gimana?

KOMPAS.com – Provinsi Aceh salah satu provinsi yng letaknya berada di ujung utara Pulau Sumatera. Provinsi Aceh merupakan provinsi paling barang di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Di Provinsi Aceh terdapat beragam macam kebudayaan dan adat istiadat yang menjadi ciri khas di provinsi Serambi Makkah, julukan Provinsi Aceh.

  • Salah satu kebudayaan yang ada di Provinsi Aceh adalah rumah adat,
  • Tahukah kamu apa nama rumah adat Provinsi Aceh? Rumoh Aceh atau Rumah Aceh merupakan rumah adat masyarakat Aceh.
  • Dikutip dari buku Rumah Adat di Indonesia (2010) karya D.C Tyas, Rumoh Aceh berbentuk panggung.
  • Pada umumnya Rumoh Aceh memiliki ketinggian sekitar 2,5 hingga 3 meter.
You might be interested:  Raja Kerajaan Aceh Yang?

Baca juga: Daftar Suku Bangsa di Indonesia Pada setiap Rumoh Aceh terdapat sebuah rambat atau ruang utama. Jumlah keseluruhan ruang disesuaikan dengan tingkat kemampuan dan kebutuhan masing-masing masyarakat. Ada rumoh yang memiliki tiga ruang dengan membutuhkan 16 tiang, ada juga yang memiliki lima ruangan dengan 24 tiang yang dibutuhkan.

Jika ingin menambah ruang atau sebaliknya bisa dilakukan dengan mudah. Di mana tinggal menambah dan menghilangkan bagian yang ada di sisi kiri atau sisi kanan rumah. Bagian tersebut biasa disebut seramoe likot atau serambi belakang dan seramoe reunyeun atau serambi bertangga, yaitu tempat masuk rumah yang selalu berada di sebelah timur.

Pintu utama pada rumoh Aceh dibuat hanya setinggi 120-150 centimeter (cm). Sehingga ketika ada orang yang datang dan masuk ke rumoh Aceh harus menunduk. Itu sebagai simbol untuk menghormati tuan rumah. Baca juga: Keberagaman Suku Bangsa di Indonesia Begitu masuk ke dalam rumah, akan terlihat ruang yang luas tanpa ada perabotan rumah, seperti kursi dan meja.