Apa Bahan Pembuatan Rumah Aceh?

0 Comments

Apa Bahan Pembuatan Rumah Aceh
Rumah Krong Bade (Nangro Aceh Darussalam) Apa Bahan Pembuatan Rumah Aceh Aceh merupakan pintu masuk bagi penyebaran agama Islam di Indonesia pada masa silam. Hal inilah yang menyebabkan budaya Aceh erat berkait dengan budaya Islam. Salah satu yang bukti yang bisa kita lihat dari adanya akulturasi kedua budaya tersebut misalnya adalah arsitektur (rancang bangun) rumah adat Aceh yang bernama rumah Krong Bade atau juga biasa disebut Rumoh Aceh.

  • Struktur panggung dengan tinggi tiang 2,5 sampai dengan 3 meter dari permukaan tanah.
  • Eseluruhan rumah ini dibuat dari bahan kayu, kecuali atapnya yang terbuat dari bahan daun rumbia atau daun enau yang dianyam, serta lantainya yang dibuat dari bambu.
  • Arena memiliki struktur panggung, pada rumah adat Aceh ini kita dapat menemukan ruang bawah.

Ruang ini biasanya digunakan sebagai gudang tempat penyimpanan bahan pangan, serta sebagai tempat para wanita untuk melakukan aktivitas, misalnya aktivitas menenun kain. Rumah Bolon (Sumatera Utara) Apa Bahan Pembuatan Rumah Aceh Rumah Bolon merupakan sebutan bagi rumah adat suku Batak di Sumatera Utara. Rumah Bolon merupakan rumah panggung yang hampir seluruh bagiannya dibuat menggunakan bahan bangunan yang diperoleh dari alam. Memiliki tiang penopang yang dibuat dari gelondongan kayu, dindingnya terbuat dari anyaman bambu, lantainya terbuat dari papan, sementara atapnya dibuat dari bahan daun rumbia atau ijuk.

  • Untuk menguatkan ikatan antarbahan hingga dapat bersatu rumah Bolon tidak menggunakan satu paku pun.
  • Ia dibuat dengan sistem kunci antarkayu yang kemudian diikat menggunakan tali.
  • Atap yang bentuknya seperti pelana kuda dengan sudut yang sangat sempit sehingga cukup tinggi.
  • Dindingnya pendek tetapi cukup untuk berdiri karena rumah tidak dilengkapi dengan plafon.

Dinding bagian atas dilengkapi dengan anyaman-anyaman yang mempercantik penampilan rumah. Di atas pintu depan terdapat gorga atau lukisan hewan, seperti cicak dan kerbau yang didominasi dengan warna merah, hitam, dan putih. Gambar cicak merupakan simbol bahwa masyarakat Batak adalah masyarakat yang memiliki rasa persaudaraan yang begitu kuat antarsesamanya, sedangkan gambar kerbau adalah simbol ucapan terima kasih.

Apa saja bahan untuk membuat rumah adat?

Bumi ( rumah ) adat ini sepenuhnya menggunakan material/ bahan alam, seperti bambu, kayu dan ijuk. Penggunaan bahan – bahan alam tersebut menjadi bangunan yang utuh merupakan suatu hasil karya yang mampu bertahan sampai saat ini.

Apa saja keunikan dari rumah adat Aceh di atas?

Bentuk rumah adat Aceh sendiri berbentuk rumah panggung, memiliki serambi depan, serambi tengah dan serambi belakang. Hal tersebutlah yang membuat rumoh Aceh disebut sebagai rumah tradisional masyarakat Aceh.

Terbuat dari apa rumah tongkonan itu?

KOMPAS.com – Bayangkan bahwa rumah adat ini dibangun dengan konstruksi yang terbuat dari kayu tanpa menggunakan unsur logam sama sekali seperti paku. Anda akan lebih terkagum-kagum setelah mengetahui filosofi di balik rumah adat ini. Ada kepercayaan, kebanggaan, tradisi kuno, dan peradaban dari setiap detail rumah tongkonan yang dibangun masyarakat Toraja. Apa Bahan Pembuatan Rumah Aceh Warga mengusung keranda jenazah dalam karnaval di Rantepao, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Jumat 31 Agustus 2007. (KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYAT) Tongkonan adalah rumah adat dengan ciri rumah panggung dari kayu dimana kolong di bawah rumah biasanya dipakai sebagai kandang kerbau.

  1. Atapnya rumah tongkonan dilapisi ijuk hitam dan bentuknya melengkung persis seperti perahu telungkup dengan buritan.
  2. Ada juga yang mengatakan bentuknya seperti tanduk kerbau.
  3. Sekilas mirip bangunan rumah gadang di Minang atau Batak.
  4. Semua rumah tongkonan yang berdiri berjejer akan mengarah ke utara.
  5. Arah tongkonan yang menghadap ke utara serta ujung atap yang runcing ke atas melambangkan leluhur mereka yang berasal dari utara.

Ketika nanti meninggal mereka akan berkumpul bersama arwah leluhurnya di utara. Berdasarkan penelitian arkeologis, orang Toraja berasal dari Yunan, Teluk Tongkin, Cina. Pendatang dari China ini kemudian berakulturasi dengan penduduk asli Sulawesi Selatan.

  • Ata tana artinya negeri, sedangkan kata toraja berasal dua kata yaitu tau (orang) dan maraya (orang besar atau bangsawan).
  • Emudian penggabungan kata-kata tersebut bermakna tempat bermukimnya suku Toraja atau berikutnya dikenal sebagai Tana Toraja.
  • Tongkonan merupakan pusat kehidupan sosial suku Toraja karena ritual adat terkait tongkonan sangatlah penting dalam kehidupan spiritual mereka dengan leluhur.
You might be interested:  Orang Aceh Keturunan Apa?

Oleh karena itu, semua anggota keluarga diharuskan ikut serta sebagai lambang hubungan mereka dengan leluhur. Tongkonan berasal dari kata tongkon yang bermakna menduduki atau tempat duduk. Dikatakan sebagai tempat duduk karena dahulu menjadi tempat berkumpulnya bangsawan Toraja yang duduk dalam tongkonan untuk berdiskusi.

  • Rumah adat ini mempunyai fungsi sosial dan budaya yang bertingkat-tingkat di masyarakat.
  • Awalnya merupakan pusat pemerintahan, kekuasaan adat, sekaligus perkembangan kehidupan sosial budaya masyarakat Toraja.
  • Masyarakat Toraja menganggap rumah tongkonan sebagai ibu, sedangkan alang sura (lumbung padi) sebagai bapak.

Tongkonan berfungsi untuk rumah tinggal, kegiatan sosial, upacara adat, serta membina kekerabatan. Bagian dalam rumah dibagi tiga bagian, yaitu bagian utara, tengah, dan selatan.

Apa bahan utama pembuatan rumah adat di tanah Baduy?

Apa Bahan Pembuatan Rumah Aceh Rumah adat merupakan bangunan yang mempunyai ciri khas terkait dengan budaya dari tiap-tiap suku yang ada di Indonesia. Di Indonesia begitu banyak rumah adat yang mewakili suku dan adat istiadat dari masing-masing daerah. Salah satunya adalah Suku Baduy, suku asli masyarakat Banten yang memiliki rumah adat Sulah Nyanda.

  1. Terletak di dalam pegunungan, Suku Baduy hidup di dalam rumah adat yang terbuat dari kayu dan bambu ini.
  2. Pembuatan rumah adat Sulah Nyanda dilakukan dengan cara gotong royong menggunakan bahan baku yang berasal dari alam.
  3. Bahan seperti kayu digunakan untuk membangun pondasi, sedangkan pada bagian dasar pondasi menggunakan batu kali atau umpak sebagai landasannya.

Hal yang unik dari pembangunan rumah ini adalah dibangun dengan mengikuti kontur tanah. Hal ini berkaitan dengan aturan adat yang mengharuskan setiap masyarakat yang ingin membangun rumah tidak merusak alam sekitar demi membangun suatu bangunan. Karenanya, tiang-tiang rumah adat Suku Baduy tidak memiliki ketinggian yang sama.

  1. Sedangkan anyaman bambu digunakan dalam pembuatan bilik dan lantai rumah.
  2. Untuk atap, rumah adat Suku baduy menggunakan ijuk yang terbuat dari daun kelapa yang telah dikeringkan.
  3. Rumah adat Sulah Nyanda dibagi dalam 3 ruangan yaitu bagian sosoro (depan), tepas (tengah) dan ipah (belakang).
  4. Masing-masing ruangan berfungsi sesuai dengan rencana pembuatan.

Pada bagian depan rumah atau yang biasa disebut sosoro berfungsi sebagai ruang penerima tamu. Hal ini dikarenakan tamu tidak diperkenankan masuk ke dalam rumah. Fungsi lainnya digunakan sebagai tempat bersantai dan menenun bagi kaum perempuan. Bagian depan ini berbentuk melebar ke samping dengan lubang di bagian lantainya.

  1. Sedangkan bagian tengah atau biasa disebut tepas digunakan untuk aktivitas tidur dan pertemuan keluarga.
  2. Sementara pada bagian belakang rumah atau biasa disebut imah digunakan sebagai tempat untuk memasak serta menyimpan hasil ladang dan beras.
  3. Tiap ruangan ini dilengkapi dengan lubang pada bagian lantainya.
You might be interested:  Sultan Aceh Yang Berhasil Menjalin Hubungan Diplomatik Dengan Kesultanan Turki Ottoman Adalah?

Lubang di lantai rumah Suku Baduy berfungsi sebagai sirkulasi udara. Ini dikarenakan rumah adat Suku Baduy tidak dilengkapi dengan jendela. Tujuan tidak dibangunnya jendela agar para penghuni rumah yang ingin melihat keluar diharuskan pergi untuk melihat sisi bagian luar rumah.

Apa bahan pembuatan rumah adat bolon?

Ciri khas – Lantai Ruma Bolon terbuat dari papan dan atap Ruma Bolon terbuat dari ijuk atau daun rumbia, Bagian dalam Ruma Bolon adalah ruangan besar yang tidak terbagi-bagi atas kamar. Namun, tidak berarti bahwa tidak ada pembagian ruang di dalam Ruma Bolon.

Ruangan terbagi atas tiga bagian yaitu jabu bona atau ruangan belakang di sudut sebelah kanan, ruangan jabu soding yang berada di sudut sebelah kiri yang berhadapan dengan jabu bona, ruangan jabu suhat yang berada di sudut kiri depan, ruangan tampar piring yang berada di sebelah jabu suhat, dan ruangan Jabu Tongatonga ni Jabu Bona,

Ruangan jabu bona dikhususkan bagi kepala keluarga rumah. Ruangan jabu soding dikhususkan bagi anak perempuan pemilik ruma, tempat para istri tamu yang datang dan tempat diadakannya upacara adat. Ruangan jabu suhat dikhususkan bagi anak lelaki tertua yang telah menikah.

Ruangan tampar piring adalah ruangan bagi tamu. ruangan Jabu Tongatonga ni Jabu Bona dikhususkan bagi keluarga besar. Sebagian besar dari Ruma Bolon terbuat dari kayu, Ruma Bolon tidak menggunakan paku, Ruma Bolon hanya menggunakan tali untuk menyatukan bahan-bahan rumah. Tali ini diikatkan kepada kayu dengan kuat agar rangka rumah tidak longgar ataupun rubuh suatu saat.

Pada badan Ruma Bolon terdapat berbagai ukiran maupun gambar yang memiliki makna sesuai dengan kehidupan masyarakat Suku Batak.