Rumoh Budaya

Rumoh Budaya merupakan sebuah bangunan peninggalan masa kolonial Belanda dengan arsitektur perpaduan antara arsitektur Eropa dengan arsitektur Cina yang berfungsi sebagai kediaman Residen (jabatan pemerintahan setara dengan bupati), H. Ibnu Sakdan, seorang mantan residen Aceh.

Bangunan bersejarah tersebut berlokasi di jalan Teungku Daud Beure’uh. Keunikan gaya arsitektur dan nilai sejarah dari bangunan tersebut menjadi daya tarik wisatawan lokal dan mancanegara.

Rumoh Budaya berfungsi sebagai pusat informasi dan edukasi mengenai sejarah dan kebudayaan yang ada di Aceh dan Kota Banda Aceh pada khususnya. Disamping itu, disediakan juga panggung kesenian sebagai wadah pelaku seni dan budayawan untuk mengembangkan bakat dan minat tentang seni dan kebudayaan Aceh.