Objek Wisata

Top 10 Masjid Banda Aceh
Masjid Kopiah Meukutop

  • masjid kupiah2
  • masjid kupiah1
  • masjid kupiah4
  • masjid kupiah3
Next
  • masjid kupiah2
  • masjid kupiah1
  • masjid kupiah4
  • masjid kupiah3
Previous

Banda Aceh – Walau tak berada di pusat kota, Masjid Baitul Musyahadah alias Masjid Kopiah Meukeutop ini tak susah ditemui. Dengan kubah berbentuk Kopiah khas Aceh menjadikannya unik. Pemilihan kubah berbentuk kopiah meukutop ini didasarkan pada keinginan menunjukkan sisi ke-Acehan dan mengabadikan semangat juang dari pahlawan Teuku Umar.

Masjid Baitul Musyahadah dibangun secara swadaya tahun 1989. Awalnya masjid ini bermula dari sebuah meunasah dengan nama Al-Ikhlas. Perencanaan pembangunan dan ide arsitekturnya dilakukan oleh Prof Ali Hasjmy, seorang cendekiawan terkemuka di Aceh. Lalu pada tahun 1993 Mesjid ini diubah namanya menjadi Baitul Musyahadah dan diresmikan langsung oleh Gubernur Aceh Syamsuddin Mahmud yang saat itu juga didampingi oleh ulama kondang KH Zainuddin MZ, yang diundang langsung memberikan ceramah agama.

Daya tariknya pada keindahan arsitektur dan keunikan kubah kopiahnya. Kopiah Meukutop sendiri memiliki filosofi mendalam. Warna-warninya mencerminkan lambang dari Islam, qanun dan adat-istiadat. Masjid ini didirikan di tapak berbentuk segi lima, yang melambangkan rukun Islam yang lima.

Masjid itu punya ragam kegiatan untuk menarik pengunjung. Misalnya ada program buka puasa bersama untuk puasa sunah senin-kamis. Program ini digagas oleh Remaja Masjid Baitul Musyahadah (RMBM) Banda Aceh.

Program ini baru dimulai Pasca Ramadhan 1437H yang lalu, RMBM tak kuasa menolak adanya keinginan sejumlah jemaah yang terus ingin berkontribusi untuk mendekatkan masyarakat dengan masjid, dan juga tidak ingin menghilangkan nuansa berpuasa dalam aktifitas sehari-hari.

Ketua Remaja Masjid Baitul Musyahadah, Mubashirullah mengatakan, selain terus bisa mendekatkan jemaah dengan mesjid, program ini juga ikut mendukung program wisata religi di Banda Aceh. “Apalagi saat ini, Aceh juga menjadi destinasi wisata halal, dan program yang kita gagas mendukung itu juga,” jelas pria lulusan Kairo, Agustus 2016 lalu.

Lalu, saban Senin dan Kamis, para anggota RMBM terlihat sibuk menyajikan aneka takjil untuk berbuka puasa bagi yang menjalankan ibada puasa sunah. “Ada aneka makanan yang disajikan seperti kue dan minuman, bahkan dalam sebulan bisa jadi ada 4 hari yang menyajikan bubur kanji, layaknya menu berbuka puasa di bulan ramadhan,” ujar Bashir.

Takjil berbuka puasa ini tidak hanya ditujukan bagi masyarakat yang menjalankan ibadah puasa sunah saja, tapi juga bagi semua jemaah yang hadir di masjid Baitul Musyahadah untuk menjalankan ibadah Shalat Maghrib. [Yayan]