Objek Wisata

Masjid Raya Baiturrahman bakal Serupa Masjid Nabi

Next
Previous
Foto: Ahmad Ariska

Banda Aceh – Masjid Raya Baiturrahman, Kota Banda Aceh memasuki babak baru. Pemerintah Aceh telah merancang pembangunan lanskap, infrastruktur dan perluasan masjid bersejarah ini agar lebih indah. Jika semuanya siap wajah Baiturrahman bisa menyerupai Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi.

12 unit payung elektrik serupa yang ada di masjid Nabi itu akan segera dipasang di pekarangan Baiturrahman, bersama infrastruktur lain. Payung-payung raksasa itu nantinya akan dikendalikan secara otomatis dengan sistem elektronik.

Pembangunan ini ditandai dengan penekanan tombol sirine dan pengguntingan pita oleh Gubernur Aceh Zaini Abdullah bersama Forkopimda Aceh di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Selasa, 28 Juli 2015.

“Dengan pembangunan dan pengembangan ini, insya Allah masjid ini nantinya tidak hanya berfungsi sebagai rumah ibadah, tapi juga pusat berbagai kegiatan Islam di Aceh dan nusantara,” katanya.

Menurutnya pembangunan ini dilakukan dalam dua tahap; jangka pendek dan jangka panjang. Dalam jangka pendek dua tahun ke depan, selain pemasangan 12 payung raksasa yang dikendalikan dengan sistem elektronik, dalam komplek masjid juga akan dibangun basement parkir kendaraan, dan tempat wudhu modern.

Kemudian pembangunan sarana lain seperti taman kurma, rumah genset, pengolahan air limbah, drinking water system serta perbaikan beberapa interior masjid.

Proyek senilai Rp458 miliar ini dikerjakan rekanan PT Waskita Karya yang berpengalaman membangun perluasan Masjid Haram, Mekkah. Gubernur berharap semuanya bisa tuntas pada Mei 2017.

Pemerintah juga sudah menyiapkan rancangan jangka panjang untuk perluasan Masjid Baiturrahman hingga mencapai delapan hektar. Termasuk penambahan payung elektrik raksasa 12 unit lagi.

Perluasan masjid ini akan dilakukan di empat sisi. Kawasan barat masjid rencannya dibangun pusat pendidikan Islam. Arah selatannya akan dijadikan pusat berbagai kegiatan Islam, sekaligus menjadi lokasi unit usaha untuk menopang operasional masjid yang dikelola dengan manajemen Islami.

“Lokasi itu akan dibangun guest house serta convention center. Bagi wisatawan domestik maupun international yang berkunjung ke Aceh atau ingin menikmati keindahan masjid dan Kota Banda Aceh nantinya bisa menginap di guest house itu,” tukas Zaini.

Kemudian arah timur masjid dibangun pusat media Baiturrahman untuk penyiaran berita Islami dan informasi Islam. “Sebuah depertemen store juga akan kita dibangun di kawasan timur itu sebagai central bisnis Islami.”

Sedangkan area sisi utara masjid akan dijadikan pusat percetakan, galeri, dan perpustakaan Islami. Sisi yang berbatasan langsung dengan Krueng (sungai) Aceh ini juga dijadikan ruang hijau, serta dibangun pelabuhan mini.

Zaini meminta semua pihak bisa mendukung pengembangan masjid ini. Diperkirakan butuh dana dana Rp1,4 triliun untuk merealisasikan seluruh pembangunan ini. Zaini juga berharap panitia pembangunan segera membebaskan lahan sekitar masjid. [SM]