Objek Wisata

Kuliner di Banda Aceh
Kanji Rumbi

  • Kanji Rumbi_1
  • kanji Rumbi-2
  • Kanji rumbi2016-2
  • Kanj- Rumbi3
Next
  • Kanji Rumbi_1
  • kanji Rumbi-2
  • Kanji rumbi2016-2
  • Kanj- Rumbi3
Previous
Foto: Ahmad Ariska

KANJI RUMBI sejatinya kuliner khas ramadan, sulit dijumpai di bulan lainnya. Sulit bukan berarti tiada, ada beberapa tempat yang masih menjajakan bubur ini untuk dinikmati warga maupun wisatawan.

Jika ingin melihat detil proses pembuatannya, saat Ramadan juga paling tepat. Tempatnya ada di Masjid Al Furqan, Beurawe Banda Aceh yang rutin menjaga tradisi menyediakan kanji rumbi untuk jamaah berbuka puasa.

Ramadan Juni 2016 lalu, Budi alias Agam membagi cerita bagaimana memasak kanji rumbi. Belanga bergaris tengah satu meter lebih, menjadi wadah memasak bubur kanji. Bahan utamanya adalah beras bermutu baik yang dimasak sampai menjadi bubur. Di dalam belanga, beras dicampur santan kelapa dan perlahan-lahan ditambahkan bumbu rempah-rempah yang sudah digiling sebagai bumbu utamanya. Ada merica, ketumbar, jintan manis, cengkeh hitam, kapulaga, kunyit, jahe, bawang merah dan putih, garam dan lainnya.

Juga aneka daun-daunan dan sayur. “Ada kentang, wortel, daun sop, daun pandan, daun bawang, serai, dan banyak lainnya,” katanya.

Aneka daun tak dimasukkan sekalian, sebagian dimasukkan saat sedang diaduk menunggu matang. Butuh waktu dua jam untuk membuat masakan khas Aceh itu siap saji.

Kanji rumbi tak sekadar kuliner nikmat. Makanan ini multikhasiat yang ampuh sebagai obat masuk angin dan maag. Maklum, bumbunya seperti jahe, daun serai, kunyit dan lainnya merupakan resep obat sejak dulu kala. Makan bubur kanji rumbi menyehatkan, puas dan kenyang.

Bubur kanji sudah dikenal lama di Serambi Mekkah. Pemerhati sejarah dan budaya Aceh, Adli Abdullah kepada kami mengungkapkan, makanan itu datang dari Malabar, sebuah distrik di Negara India. “Sudah ada sejak abad ke-16, masa kejayaan kesultanan Aceh,” ujarnya.

Saat itu Kerajaan Aceh dikenal maju dan mempunyai banyak sekutu yang membantu peperangan mengusir Portugis dari Selat Malaka. Salah satu sekutu Aceh adalah Malabar. Banyak pemuda Malabar yang masuk ke Aceh dan bermukim, umumnya bekerja menjadi tentara dan pembuat kapal perang. “Tentara Aceh saat itu dari berbagai bangsa, mereka membawa ada dan budayanya masing-masing,” ujar Adli.

Pemuda Malabar juga membawa budaya kulinernya, Kanji Rumbi yang menjadi menu mereka sehari-hari. Saat bulan ramadan, mereka membagi menu itu kepada masyarakat secara umum dan dikenal luaslah kanji rumbi sampai sekarang. “Tradisi seperti sekarang itu, sudah dari dulu. Karena ada sunah membagi makan orang berpuasa.”

Menurut Adli, Kanji Rumbi juga ditemuinya Penang, Malaysia yang ditinggali oleh banyak orang-orang dari Malabar. Komunitas Malabar di sana juga membantu menyediakan kanji rumbi di masjid-masjid saat berbuka puasa.

Banyak makanan di Aceh yang dipengaruhi oleh Malabar dan Gujarat, yang punya kedekatan dengan Aceh sejak dahulu kala. “Selain kanji rumbi, juga dikenal kari kuweh-muweh dan nasi biruni,” ujarnya.

Kanji Rumbi, kuliner dengan aneka rempah menjadi salah satu kuliner andalan di Banda Aceh. Silakan mencobanya bila berkunjung ke kota kami. Di luar bulan Ramadan, ada beberapa warung yang menjajakan bubur kanji Rumbi;
• Warung Topik, Taman Sari Banda Aceh
• Simpang Tujuh, Ulee Kareng, Banda Aceh
• Jalan ke Kampus Darussalam, Banda Aceh
• Warung Kanji Rumbi Bombay, Jalan Chairil Anwar – Peunayong, Banda Aceh

[AW]