Potensi Agrowisata Aceh Tengah

Takengon – Selain kopi sebagai komoditas unggulan, Aceh Tengah dinilai memiliki potensi agrowisata yang menggiurkan. Kebun-kebun kopi yang bisa dijual daya tariknya.

Potensi itu dipaparkan seorang seorang peserta yang tergabung dalam Specialty Coffee Association of Europe (SCAE) asal Italia, Magda Katsura. Dia mengatakan apabila semua potensi agrowisata yang dimiliki Aceh Tengah dioptimalkan, bukan tidak mungkin daerah penghasil kopi Arabika terbaik itu akan menjadi salah satu destinasi wisata yang diperhitungkan.

“Lihat di sekeliling, hamparan kopi dimana-mana, bahkan hanya beberapa kilometer dari pusat kota. Tidak semua daerah punya potensi seperti ini,” ujarnya saat mengunjungi kebun kopi milik warga di Kecamatan Bebesen, Aceh Tengah hari Rabu, 18 Nopember 2015.

Saat ini, Aceh Tengah dan Bener Meriah sedang kedatangan 19 orang tamu dari SCAE. Mereka berada di dataran tinggi Gayo sejak 16 – 22 November 2015.

Menurutnya infrastruktur dasar seperti jalan sudah memadai, juga jaringan listrik. Bahkan sebagian wilayah di Aceh Tengah sudah memiliki akses 3G. “Hanya untuk perlu sedikit polesan, misalnya jalan yang lebih bagus sehingga dapat diakses oleh siapa saja,” kata Katsura.

Meski Aceh Tengah sudah memiliki kawasan wisata andalan berupa Danau Laut Tawar, pebisnis kopi asal Roma itu justru lebih tertarik bila kebun kopi rakyat yang dijadikan sebagai objek wisata yang lebih menjanjikan. Dia menyarankan ada bangunan untuk penginapan di tengah kebun kopi, lengkap dengan segala fasilitas, termasuk WiFi. “Coba konsepnya disusun sedemikian rupa dan dikemas dengan strategi marketing yang baik,” ujarnya penuh antusias.

Bagaimanapun agrowisata, kata Magda, identik dengan aktifitas yang menyatu dengan alam, dimana setiap orang dapat melihat secara langsung bagaimana kopi terbaik di dunia tumbuh dan dikelola oleh para petani.

Kunjungan delegasi SCAE ke dataran tinggi Gayo‎, merupakan balasan dari partisipasi Pemerintah Aceh tepatnya Badan Investasi dan Promosi Aceh, Pemkab Aceh Tengah dan Pemkab Bener ‎Meriah yang sebelumnya menghadiri undangan SCAE pada ekspo kopi dunia di Gothenburg Swedia pada medio Juni 2015 lalu

Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin mengatakan kunjungan SCAE merupakan peluang yang sangat baik bagi daerah penghasil kopi arabica tersebut untuk memperbesar ekspor langsung ke Eropa.

Diakui Nasaruddin bahwa selama ini ekspor kopi Gayo ke Eropa masih kecil‎, walaupun kopi Gayo‎ sudah banyak beredar di Eropa yang didapat dari Importir Amerika. “Selama ini mata rantai masih panjang, kedatangan SCAE kemari tentu akan membuka peluang untuk meningkatkan volume ekspor ke negara Uni Eropa,” kata Nasaruddin. [AW|Ril]