Tukang Becak jadi Duta Kota Madani Bagi Turis

Foto: Ahmad A

Foto: Ahmad A


Banda Aceh – Becak motor menjadi transportasi favorit wisatawan saat berkunjung ke Banda Aceh. Pemerintah berharap awak becak tetap ramah dan meningkatkan layanan kepada tamu.

“Dengan kekhasannya, becak menjadi sarana transportasi yang cukup populer bagi para pendatang atau turis di Kota Banda Aceh,” kata Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Gusmeri, Asisten Keistimewaan, Ekonomi dan Pembangunan Setda Banda Aceh saat membuka lokakarya untuk seratusan tukang becak di Balai Kota, Rabu, 29 Juli 2015.

Menurutnya para abang becak harus berfikir maju dan profesional dalam melayani penumpang khususnya pendatang. Kebersihan, kerapian, tata krama di jalan raya, maupun masalah tarif atau ongkos becak harus diperhatikan dengan baik.

“Jika memungkinkan, penarik becak juga harus mampu berbahasa asing, sehingga komunikasi menjadi lancar dan menciptakan kenyamanan bagi para turis khususnya dari mancanegara.”

Wali kota mengatakan pelayanan yang diberikan tukang becak akan membekas atau berkesan bagi seorang wisatawan, sehingga ia bisa menceritakan pengalaman itu kepada keluarga ataupun teman-teman lainnya.

“Jika kita memberikan kesan baik, maka nama penarik becak di Kota Banda Aceh akan menjadi baik. Sehingga becak tidak hanya sekedar sarana transportasi, namun juga menjadi sasaran atau tujuan dari kegiatan wisata itu sendiri khususnya di Kota Banda Aceh,” ujarnya.

“Dengan memberikan pelayanan yang sopan, ramah dan jujur, maka penarik becak dapat menjadi duta-duta kota Madani yang dapat mencerminkan nilai-nilai yang kita junjung tinggi, yaitu nilai-nilai Islami.”

“Tunjukkanlah jati diri kita sebagai seorang muslim, sebagai bagian dari masyarakat madani, dan sebagai penarik becak yang dapat menjadi teladan bagi para pelaku wisata lainnya. Dengan demikian, Becak akan semakin populer dan semakin disukai sebagai sarana transportasi pilihan khususnya untuk kegiatan wisata,” pungkas wali kota. [SM]