Tingkatkan Pembangunan Kota, Pemko Gandeng Unsyiah

29 Juli 2015

Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh menggandeng Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) untuk meningkatkan pembangunan Kota Madani ini. Kampus terbesar di Aceh diajak bekerjasama dalam program-program pembangunan yang sudah dirancang pemko.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal didampingi Wakil Wali Kota Zainal Arifin, Sekdakota Ir Bahagia, serta para Kepala SKPD, bertemu pihak Unsyiah di Balai Kota, Selasa, 28 Juli 2015.

Kedua pihak membicarakan sejumlah bidang yang mungkin dikerjasamakan. Rektor Unsyiah, Prof. Samsul Rizal mengatakan, ada sejumlah bidang dapat dikerjasamakan kedua pihak seperti peningkatan akses pendidikan, pelayanan kesehatan masyarakat, bidang pengabdian kepada masyarakat, strategi pengendalian dan test pengukuran kemajuan prsetasi altlet, bidang transportasi, bidang waste manajemen dengan sanitary land fill dan pengembangan rumah budaya serta ekonomi kreatif.

Illiza menyambut baik hal ini. Menurutnya selama ini pemko dan Unsyiah sudah sering kerjasama terutama dalam mitigasi bencana melalui Pusat Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDRMC) Unsyiah. Namun, ini masih bersifat informal, belum dilakukan dalam sebuah nota kesepahaman (MoU).

Menurutnya kedua pihak perlu melakukan pertemuan lanjutan guna membahas lebih dalam bentuk kerjasama tersebut.

Ada beberapa hal mendesak perlu dipecahkan secara bersama. Seperti bidang transportasi, mengingat perkembangan jumlah kenderaan tidak sebanding lagi dengan pembangunan ruas jalan.

“Tahun ini kita akan operasikan 32 Bus Way dari 92 unit yang kita rencanakan. Kita utamakan dua koridor dulu, Koridor satu dari Kota ke Darussalam, dan koridor dua dari Pelabuhan Ulee Lheu ke Bandara Sultan Iskandar Muda. Target kita untuk mengurangi kemacetan di Banda Aceh,” ujarnya.

Selain itu, dalam waktu dekat, Banda Aceh akan memulai pekerjaan sejumlah proyek besar, seperti pembangunan Fly Over Simpang Surabaya, pembangunan Under Pass dan pembangunan Banda Aceh Madani Education Center (BMEC).

“Terkait dengan sejumlah program ini, kita ingin pihak Unsyiah ikut membantu dan memberi masukan-masukannya,” pungkasnya. [SM]