Sosmed Ujung Tombak Wujudkan Aceh Sebagai Destinasi Wisata Halal

7 September 2016

Ajakan vote wisata halal | Foto: Halal Tourism Volunteer

Ajakan vote wisata halal | Foto: Halal Tourism Volunteer


Banda Aceh – Ikut dalam kompetisi Destinasi Wisata Halal Tingkat Nasional tahun 2016, Aceh berhasil mendapatkan empat katagori yang bisa diberi suaranya. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Aceh Reza Fahlevi mengatakan, ini merupakan peluang Aceh untuk mempromosikan wisata halal, dan menjaring wisatawan untuk berkunjung ke Aceh.

Hal ini disebutkan Reza saat membuka kegiatan Optimalisasi Peningkatan Wisata Halal Melalui Media Sosial yang dibuat Kementerian Pariwisata Indonesia di Hotel Oasis, Banda Aceh, Selasa 6 September 2016.

Untuk bisa memenangkan empat katagori tersebut, tambah Reza, tentu kerja keras semua pihak sangat dibutuhkan, terutama para pegiat di media sosial. “Kita sangat bersyukur juga, banyak komunitas sangat aktif mengkampanyekan Aceh sebagai Destinasi Wisata Halal, dan mudah-mudahan Aceh mendapatkan banyak suara dalam kompetisi ini,” Ujar Reza.

Senada dengan itu, Asisten Deputi Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kementrian Pariwisata RI, Waty Moenari, mengakui kalau Aceh sudah tidak diragukan lagi untuk halal tourism, dan Aceh juga memiliki potensi wisata yang sangat besar dan memiliki potensi menjaring jumlah wisatawan yang besar dengan potensi yang dimiliki. “Hanya saja perlu dikuatkan di bidang sumber daya manusia, agar semua program ter-manage dengan baik,” katanya saat membuka kegiatan Optimalisasi Peningkatan Wisata Halal Melalui Media Sosial.

Kementrian Pariwisata sendiri, sebut Waty menargetkan 20 juta wisatawan manca Negara bisa bertandang ke Indonesia dan sebanyak 270 juta wisatawan nusantara bisa berkunjung ke seluruh Indonesia ditahun 2019 mendatang. “Dengan tercapainya target ini, tentu saja ini bisa memberikan peningkatan ekonomi di Indonesia, di sana ada banyak lapangan kerja dan bisa memberdayakan masyarakat,” paparnya.

Dengan terpenuhinya target tersebut, kata Waty, maka ini akan bisa mendongkrak posisi Indonesia dari peringkat 50 sebagai tujuan wisata didunia menjadi naik pada posisi 30 dunia. “Tapi pastinya ini harus dilakukan dengan promosi yang gencar, dan saat ini ruang yang paling efektif untuk mempromosikan ini adalah media sosial,” ujarnya.

Aceh sendiri masuk dalam empat kategori dari 15 kategori yang dilombakan di kompetisi ini, yaitu Kategori Destinasi Budaya Ramah Wisatawan Muslim Terbaik, Kategori Airport Ramah Wisatawan, Kategori Hotel Keluarga Ramah Wisatawan dan Kategori Daya Tarik Wisata Terbaik.

Pemungutan suara dilakukan secara online, pemenang kompetisi ini nanti akan mewakili Indonesia di World Halal Travel Award di Dubai. Kegiatan Optimalisasi Peningkatan Wisata Halal Melalui Media Sosial ini juga turut menghadirkan Siti Khodijah, selaku Volunteer Success Story Lombok Sumbawa. Lombok sendiri berhasil menyabet dua katagori dalam kompetisi Destinasi wisata halal Internasional 2015 yang berlangsung di Dubai untuk katagori Halal Tourism Destination dan Halal Honeymoon Destination. [Yayan]