Selama Libur Lebaran, Museum Tsunami Padat

10 Juli 2016

Museum Tsunami
Banda Aceh – Animo masyarakat mengunjungi museum Tsunami Aceh mengalami peningkatan, terutama saat libur lebaran tahun ini. “Belum pernah dalam sejarah pengunjung Museum Tsunami bisa sebanyak ini, melonjak 60 persen dibanding hari serupa tahun lalu yang hanya 10.040 pengunjung itu,” ujar Kepala Museum Tsunami Aceh, Tomy Mulia Hasan, Jumat 8 Juli 2016.

Museum yang didesain oleh Ridwan Kamil menggunakan konsep bangunan desain Rumoh Aceh as escape hill ini, mencatat selama libur lebaran kunjungan mencapai 18.659 orang dalam satu hari.

Museum Tsunami dibuka setiap hari mulai pukul 09.00-16.30 WIB, termasuk hari libur nasional, kecuali hari libur Islam. Pada tahun lalu, total pengunjungnya 560.228 orang. Sebanyak 5 persen di antaranya wisatawan asing, mayoritas dari Malaysia.

Fakta ini, menurut Tomy, membuktikan setidaknya dua hal, yakni betapa tingginya minat pengunjung terhadap pengetahuan tentang Aceh dan tsunami serta sudah amannya Aceh.

Selain sebagai tugu peringatan, Museum Tsunami Aceh juga menjadi simbol bagi ketabahan masyarakat setempat dan persaudaraan-kemanusiaan masyarakat dunia kala gempa dan tsunami 26 Desember 2004 menerjang Aceh dan sebagian Sumatera Utara.

Museum memiliki sejumlah koleksi memorabilia tsunami serta media sebagai pengalaman dan pengetahuan kebencanaan untuk menggugah respon kritis serta membangun budaya kesiapsiagaan terhadap bencana.

Bangunan yang berlokasi persis di selatan Lapangan Blangpadang Banda Aceh itu memiliki luas 2.500 meter persegi, strukturnya empat lantai, atapnya serupa gelombang laut, dan lantai dasarnya mirip rumoh (rumah panggung tradisional) Aceh yang selamat dari tsunami. [sumber: merdeka.com]

baca juga:
Museum Pengingat Tsunami
Ramadan, Serunya Isi Waktu di Masjid Bekas Tsunami